Sapphire City

Sapphire City
Chapter 35: Tantangan dan Taruhan


__ADS_3

            Misi sudah berjalan selama 2 jam, pihak matis masih lebih unggul dari tim Lina, karena sudah dari awal tim Lina terpojokan dan tidak ada tanda-tanda penyerangan atau pembalasan sama sekali. Tapi kali ini Lina dengan begitu percaya diri, dia harus membalas para matis yang sudah memojokan mereka.


            Mirna pertama maju keluar dari tempat persembunyian, (didalam rumah entah milik siapa, yang penting masuk saja). Diikuti Lina, Andy dan dua anggota lainnya. Mereka berjalan pelan sebisa mungkin tenang sampai keluar dari Gerbang rumah.


            Tidak ada kejuatan apapun yang menanti mereka diluar gerbang. Sepanjang jalan cipaganti tak diselimuti kabut. Itu berarti para matis sedang menunggu kedatanggan mereka, entah itu bersembunyi dari balik pohon dan bangunan atau membuat diri mereka menghilang.


            Untuk saat ini, senjata harus siap ditangan, 2 orang memegang lampu ultraviolet. Tidak boleh ada dari mereka pergi atau menjauh karena sangat berbahaya. Apalagi jika sudah memasuki kabut, bisa masalah baru muncul.


            Tetapi, ada yang ganjal. Padahal sudah lebih dari sepuluh menit mereka semua menyusuri jalan cipaganti, tetapi tidak ada sambutan apa-apa, sehelai kabut tidak kunjung keluar. seperti ada sesuatu yang aneh disini.


            “Dinda bisa kamu cek dimana posisi matis” kata Lina.


            Aku cek. Jawab Dinda. Eh ini aneh.


            “kenapa?”


            Semua anggota melirik kearah Lina. Tetapi Lina memberi isyarat kepada mereka untuk tetap memperhatikan sekitar.


            Para matis itu, mereka masih diam ditempat. Kata Dinda.


            Lina langsung sadar begitu pula dengan Mirna, dari ucapan Dinda barusan itu berarti sedari awal mereka keluar dari rumah. Para matis tersebut masih diam ditempat mereka. Namun jika sampai sekarang mereka belum bergerak dari posisi sembulah. Itu berarti.

__ADS_1


            “Lina! Kondisi ini” kata Mirna aga panik.


            “iya, ini sama seperti saat kamu terakhir menjalankan misi” kata Lina geram “para matis ini mereka bisa memanipulasi teknologi kita”


            “jadi kita harus gimana?” Tanya Andy, perasaannya tidak enak.


            Tiba-tiba saja Dinda berteriak dalam headset. Dia bilang salah satu harimau berdiri dibelakang mereka. Saat Lina melirik kebelakang. Sosok Harimau tersebut tidak menghilangkan dirinya bahkan tidak memunculkan kabut. Dia benar-benar menunjukan sosoknya. Berdiri diatas salah satu atap rumah warga. Untuk ukuran harimau putih, benar-benar besar, bahkan lebih besar dari harimau dari India. Wajahnya begitu menakutkan dengan memamerkan gigi taring dan kuku-kuku disetiap jari kaki. Harimau tersebut menatap Lina dan kawan-kawannya seperti menatap musuh yang harus dilenyapkan dari wilayahnya.


            Lina, dia…dia pemimpinnya. Kata Dinda.


            “begitu ya, pantas ukurannya jauh lebih besar” kata Lina .


            Sang pemimpin meraung begitu nyaring, ruangannya sampai-sampai membuat kedua telinga Andy terpaksa ditutup. Tetapi setelah dia meraung. Muncul 4 harimau lainnya dari empat sudut berbeda. Gigi-gigi dan kuku mereka pamerkan dengan begitu jelas. Tak ada satu pun dari mereka yang menghilang, sosok mereka benar-benar diperlihatkan dengan jelas.


            Perlahan-lahan keempat harimau mendekat, sedangkan sang pemimpin mengamati dari kejauhan, menunggu saat yang tepat untuk turun dari atap.


            Lina memanfaatkan kesempatan, dia lempar bom cahaya. Para harimau tidak bisa melihat karena silau, kesempatan ini diambil Lina, dia meminta seluruh anggota untuk berlari menjauh. Mereka membagi menjadi dua tim. Masing-masing menjauh menuju kedua arah yang berbeda. Lina bersama 2 anggota laki. Sedangkan Mirna bersama Andy. Mereka  memang sedari awal sudah merencanakan ini, tetapi soal para matis yang memunculkan diri mereka itu diluar dugaan. Tetapi masalahnya sang pemimpin tak kunjung turun dari tempatnya, bagaikan pengamat dia terus mengamati, bahkan ketika Lina dan anggotanya mulai membagi dua tim dan menjauh dia terus mengamati.


            Keempat harimau sudah tersadar, tanpa berpikir mereka langsung membagi dua kelompok seperti yang dilakukan Lina dan teman-temannya. Masing-masing dua harimau pergi mengejar para anggota Front line. Semua instruksi tersebut berasal dari sang pemimpin matis, karena mereka dapat melakukan telepati pada bawahannya.


 

__ADS_1


 


            Mirna, Andy dua harimau putih mengejar kalian berdua. Kata Dinda.


            Mirna menengok kebelakang, selagi mereka terus berlari. Kedua harimau putih, mengejar dengan kecepatan yang bahkan bisa menyusul mereka berdua. Belum ada niat untuk menyerang, selaga para harimau mengejar, jika berhenti mereka akan menerkam. Setiap detiknya Mirna terus memberitau setiap jarak Harimau mengerjar, tetapi sesekali mereka juga menengok kebelakang.


            Mereka sangat dekat. Teriak Dinda.


            Andy melirik Mirna, dia mengangguk. Andy menjatuhkan benda hitam dari sakutnya selagi mereka berlari. Harimau-harimau langsung berhenti mengetahui apa yang dijatuhkan Andy adalah bom cahaya. Tetapi itu bukan bom cahaya. Kedua matis itu tersadar ketika saat mata ditutup. Tidak ada efek cahaya apapun. Harimau-harimau itu membuka mata dan mendapati asap mengepul disekitar mereka.


            Suara tembakan dari arah selatan, tak sempat menghindar tembakan mengenai kaki salah satu harimau hingga membuat dia terjatuh. Rekan Harimaunya ingin membantu tetapi asap begitu tebal hingga membuat mereka tidak tau lokasi satu sama lain.


            Ini sudah menjadi bagian rencana Lina, mereka melawan para matis dengan bom asap seperti yang dilakukan para matis. Alhasil matis-matis tersebut terkurung, lalu berkat lampu kabut dan sensor drone yang telah di upgrate, Dinda bisa memberitau teman-temannya sehingga membuat mereka bisa menembak tanpa meleset.


            Andy terus menembak kaki-kaki matis, selagi Mirna menebas mereka sekali lalu mundur kembali. Matis tersebut tidak bisa berkutik sama sekali, karena mereka bingung harus lewat mana. Hingga sang pemimpin memerintahkan mereka untuk menghilangkan dirinya supaya tidak diserang. Itu percumah, sensor drone bisa mendeteksi mereka walau menghilang. Dinda begitu cepat beritau lokasi matis-matis saat menghilang dan lokasi. Mirna begitu gatal berlari masuk kabut, menusuk matis harimau, harimau itu kaget setelah mati, dia langsung menampakan dirinya dan berlari enggak karuan keluar kepulan asap. Mirna belum melepas pedangnya jadi dia terpaksa bertahan dalam keadaan Harimau lompat-lompat dan berlari seperti kesurupan. Walau dia berusaha mati-matian untuk tidak melepasnya, tangan dia juga ada batasannya, sekuat tenaga Mirna mendorong pedangnya masuk kedalam, menusuk harimau lebih dalam, dan sepertinya mengenai jantung. Harimau putih tersebut terjatuh dan tewas.


            Mirna berhasil mengalahkan satu. Kata Dinda kegirangan. Ditempat Lina juga mereka berhasil mengalahkan dua. sisa dua lagi.


            Asap yang mengurung harimau satu lagi perlahan menyusut. Mirna melirik kebelakang, dia melihat sosok harimau tersebut sudah berlumuran darah karena beberapa luka tembakan, pasti perbuatan Andy selama dia main rodeo dengan harimau.


            Tiba-tiba saja dihadapan Mirna, sosok pemimpin matis muncul dari atas. Wajahnya diselimuti amarah dan dendam. Baru saja Lina dan timnya tiba dilokasi Mirna, kedua harimau putih tersisa meraung sangat keras, saking kerasnya siapapun yang mendengar pasti tidak kuat karena begitu berdengung hingga bikin sakit. Efeknya juga berujung ke drone-drone dan jalur komunikasi, dalam sesaat sinyal dari kedua benda tersebut menghilang selama raungan harimau.

__ADS_1


            Sosok kedua harimau, wujud mereka perlahan berubah, keempat kaki menjadi  tangan dan kaki manusia. Bulu-bulu yang membalut badan menjadi pakayan orang Indonesia jaman kerajaan, bak kesatria, talanjang dada, bagian bawah berbalut kain aga keemasan, seperti pakayan khas kerajaan majapahit, dipinggang kedua matis tersebut tersarung senjata, keris.


            Tanpa ada basa-basi apapun, si matis langsung menyerang Mirna maupun Andy.[]


__ADS_2