
Teriakan salah satu tuyul menyebabkan lantai 2 seakan bergetar hebat. Bahkan karenanya salah satu tuyul yang harusnya ada dibalkon, tiba-tiba masuk. Bukan hanya itu saja, para tuyul tersisa tiba-tiba saja beubah aga aneh. Jari-jari mereka dipenuhi kuku-kuku tajam. Andy dan Senny saling mendekat selagi ketiga tuyul mengepung mereka.
DUARRRRR
Andy melihat balkon diluar, runtuh karena serangan Launcher dari Rio. Seperti instruksi Gin jalan masuk dan keluar tertutup rapat.
“Andy sudah banyak informasi soal ini kan?” Tanya Senny, berdiri dibelakang Andy.
“iya sudah” jawab Andy, keringat bercucuran.
“dengar, aku ada satu bom cahaya, saat aku lempar bom keatas. Kamu tembak satu si langsing (tuyul), untuk membuka jalan kita ngerti”
“iya”
Andy memperhatikan satu persatu para tuyul, mereka memamerkan gigi-gigi yang digertakan seperti hewan buas yang siap menerkam mangsanya.
Tanpa aba-aba apapun, Senny mengambil bom cahaya dari saku, dia Tarik kunci dengan mulut, lalu dilempar tepat keatas. Dalam sekejam cahaya menyilaukan muncul membuat para Tuyul tak bisa melihat apapun didepannya.
Sesuai instruksi Senny. Andy menembak salah satu sampai tumbang, membuka jalan untuk mereka berdua menjauh. Mendengar rekannya tumbang, membuat salah satu tuyul marah, dia menerjang kearah Senny. Tetapi Senny jauh lebih cepat, dia ambil kedua handgunnya dan menembak tepat kearah situyul yang tak ada pertahanan sama sekali. Karena mereka terlalu termakan emosi sehingga pertahanannya terbuka, sehingga Senny pun bisa menjatuhkan salah satu dari mereka.
Setelah yang satu jatuh. Senny berlari kedepan mendekati satu tuyul yang belum beranjang ditempat. Dia tending tuyul tersebut sekuat tenaga sampai situyul terpentang kedinding, diikuti tembakan, tuyul menghindar dia berlari kearah tangga.
“ANDY!”
Andy mengeluarkan Shotguns, dengan cepat langsung ditembak kearah kaki tuyul, membuatnya tersungkur dan tak bisa bergerak. Senny berlari melompat keatas, dia tembak tuyul.
Tuyul pun tumbang, dan gadis itu mendarat tebat dibawah kaki tangga.
__ADS_1
10 Tuyul langsing berhasil dikalahkan, kata Rizky senny ada baiknya kamu bantu Rio deh dia lumayan kesusahan. Dan Andy kamu ketempat Gin dan Yuda.
Sesuai instruksi dari Rizky mereka berdua berpisah. Senny berlari kearah balkon dan melompat kebawah. Sedangkan Andy dia turun kelantai satu.
Yuda tak hent-hentinya menghindari setiap sabitan pisau dari tuyul gembrot, selagi Gin menembakinya. Tapi apapun itu mereka tidak boleh sampai membiarkan dia keluar dari ruang percetakan, karena jika dia berkeliran bebas sepanjang lobby lantai satu, entah apa yang akan dia lakukan terhadap seluruh barang-barang disana. Meja dan computer saja sampai dijadikan prisai dan senjata, apalagi bingkai-bingkai duluar sana.
Yuda terus berlari hingga di tersudut pada dinding, baru saja dimenghadap si tuyul langsung menyerangnya. Yuda menghindar beberapa sendiri dari sambetan pisaunya. Pas sekali pisau tersebut menancap tepat disamping kepala. Bau napas si tuyul tercium dihidung Yuda, karena begitu bau. Secara refles Yuda menedang perut tuyul dengan sikut kaki kanannya. Tuyul terpental sampai pisau ditangan terlepas.
“iiiiihhh baunya” Yuda tak tahan sampai menutup hidung.
Gin memanfaatkan situasi dengan menembak si tuyul yang tepat mengenai tangan kirinya. Suara rasa sakit terdengar jelas ditelinga Yuda. Tapi Yuda juga tak ingin melewati kesempatan ini. Dia cabut pisau disampingnya dan langsung melepar tepat kearah bahu kiri tuyul.
“ini gawat dia berniat kabur” kata Gin.
Tentu dia tak bisa kabur, karena seluruh pintu keluar sudah ditutup rapat. Tuyul gembrot tersebut kebingungan hendak kabur kemana.
Suara tembakan pas itu juga mengenai bahu kanan tuyul. Itu berasal dari Shotguns Andy.
“akhiri sekarang” teriak Andy.
Yuda bersama Gin bersama menembak si tuyul. Sang tuyul sudah tak bisa kemana-mana lagi, dan pada akhirnya ditewas oleh peluru Yuda dan Gin.
Dengan ini, para tuyul diluar sana menjadi kocar kacir karena kehilangan koneksi dari pemimpinnya. Gin meminta Andy untuk membantu Rio dan Senny menghabis Tuyul tersisa selagi dia dan Yuda mentransfer cahaya permata Sapphire ke permata kosong.
__ADS_1
Yuda memperhatikan dengan seksama selagi Gin sedang mentransfer cahaya permata Sapphire ke permata kosong, seperti sinar senter tetapi warna biru menyinari permata kosong, butuh waktu sekitar satu menit pada akhirnya permata kosong berubah warna menjadi terang, pertama sapphire ditangan gin cahaya terangnya perlahan menurun.
Setelah selesai mentransfer cahaya, muncul sebuah portal biru berbentuk opal setinggi orang dewasa dihadapan mereka. Seperti ucapan Lia portal tersebut muncul, tetapi tak lama setelahnya lenyap kembali. Entah apa yang ada dibaliknya, yang jelas jangan penah coba-coba menyebrang kesana. Selain itu, cahaya permata sapphire tersebut bisa menerangi satu seluruh bangunan seperti lampu. Sehingga seluruh gedung ini diselimuti cahaya biru.
Gin dan Yuda keluar dan melihat seluruh tuyul tersisa sudah ditumbangkan. Andy yang masih kelelahan menghampiri Yuda. Dia bisa melihat wajah pemuda tersebut walau pada mulanya mereka berdua sama-sama tegang dan takut, tetapi sekarang mereka berdua bisa tenang karena misi selesai.
“ok waktunya kembali ke markas” kata Gin
“jangan lupa duitku” Senny masih mengungkit-ungkit duit.
“iya-iya setelah aku menulis laporan” ucap Gin berusaha membuang muka.
Senny memperhatikan “pasti mau kabur ya”
“kalau aku kabur, yang ada pasti kamu terror aku setiap saat”
Mereka berlima berjalan santai kembali kemarkas, walau harus mendengar omelan dari Senny ke Gin perkara ganti rugi duit. Meski begitu Gin masih sempat bilang kepada Yuda dan Andy kalau mereka sudah melakukan yang terbaik dalam misi pertama.
“untuk yang selanjutnya tidak akan semudah ini, jadi kalian bersiaplah” kata Gin.
__ADS_1
Yuda dan Andy sama-sama siap. Misi yang ini saja sudah membuat mereka tegang campur enggak karuan, apalagi nanti.[]