
Yuda maupun Mirna tidak habis pikir kalau mereka akan dikepung oleh kumpulan babi ngepet. Bahkan meski sosok mereka belum telihat, tetapi aura mengerikan yang dihasilkan masih terasa. Dari penjelasan Anita. Dari setiap arah masing-masing ada lima ekor babi ngepet. Masing-masing dipimpin oleh babi lonceng. Tetapi dari barisan belakang masing-masing kelompok ada 1 sosok babi ngepet berlonceng, itu berarti satu kelompok babi ngepet memiliki 2 ekor babi lonceng. Entah apa maksud dari babi lonceng tersebut. tetapi yang jelas penampakan mereka bisa bergerak dalam kelompok seperti ini setelah pemimpinnya tewas.
Ini mengingatkan Yuda saat misi pertamanya menghadapi tuyul. Pemimpinnya telah dikalahkan, tuyul-tuyul tersisa jadi kocar-kacir sehingga mudah untuk dikalahkan, tetapi babi-babi ini berbeda, seakan-akan mereka memiliki semacan backup plan, dan ini membuat Yuda maupun Mirna harus berpikir cepat bagaimana harus keluar dari situasi ini. Walau mereka bisa lari kearah jalan belokan pertigaan didekat mereka. Tetapi ini bukanlah solusi karena saat itu para babi tidak bisa mengerjar. Sedangkan sekarang kalau mereka lari, matis babi itu masih bisa mengejar bahkan nyusul (jangan remehkan kecepatan babi berlari).
Kedua babi yang memimpin kelompok, mengeluarkan suara dari mulut mereka alih-alih membunyikan lonceng dileher. Suara babi tersebut membuat 2 ekor babi dari masing-masing kelompok berlari menerjang kearah Yuda dan Mirna. Yuda maupun Mirna terkejut terlebih kecepatan lari babi tersebut lebih cepat dari babi sebelumnya yang Yuda kalahkan. Bahkan ketika babi tersebut hendak menyeruduk Yuda, pemuda itu hampir saja kena seruduk. Begitu juga Mirna. Mereka berdua dibuat kualahan, empat ekor babi terus menerus menyeruduk kearah keduanya. Apalagi kecepatan lari babi membuat mereka tidak bisa mengeluarkan senjata masing-masing termasuk Yuda yang kesulitan untuk menembak.
Sementara salah satu babi lonceng dari satu kelompok disebelah jalan arah ke rel kereta. Membunyikan lonceng dari lehernya. Bunyi loncengnya membuat satu babi tak berlonceng dari kelompoknya langsung berlari lurus kearah Mirna. Kedua gading dia arahkan langsung kedepan, Mirna baru menyadari kedatangan babi tersebut saat si babi sudah setengah jalan kearahnya. terpaksa Mirna mengeluarkan pedang dari sarung, dia gunakan besi pedang untuk menahan serangan si babi. Babi yang kesal karena serangannya ditahan oleh Mirna mendorong sekuat tenaga.
Tring…Tring
Lonceng berikutnya terdengar, dua babi muncul dari dua arah berbeda, melesat kearah Mirna yang masih sibuk menahan serangan babi. Gadis itu tidak bisa apa-apa. Jika dia melepas pedangnya, yang ada babi didepannya akan langsung menyeruduk kearahnya. jika saja bom asap yang dia bawa ada lebih dari satu pasti……
Mirna sudah diambang rasa bingung, bahkan kekuatan dorongan si babi makin kuat dan berhasil mendorong kaki Mirna sampai mundur perlahan.
Sebilah pisau tiba-tiba saja menancap badan babi yang sedang Mirna tahan. Tanpa pikir panjang, Mirna lepas dorongan si babi dan langsung melompat kebelakang, pas kedua babi dari arah berlawanan saling menabrak satu sama lain.
Mirna melirik kearah Yuda, dia masih berusaha menghindar serudukan dua babi, tetapi lemparan pisau darinya pas sekali mengenai badan babi, padahal dalam kondisi seperti itu dia masih bisa melempar pisau entah ini suatu kebetulan atau enggak, yang jelas berkatnya dia selamat.
Tetapi Mirna belum bisa tenang, kedua babi yang saling tabrak telah bangkit kembali. Lalu dari arah lain, lonceng kembali berbunyi, diikuti suara benda jatuh yang sangat keras, Mirna masih sempat melihat kearah sumber suara. Salah satu babi tak berlonceng merobohkan pohon disekitar. Dengan kekuatan seperti ini mereka masih bisa merobohkan pohon hanya dengan satu kali seruduk, dan kali berikutnya ketika si babi membunyikan lonceng para babi yang semulah menyeruduk Yuda dan Mirna secara bergilir tiba-tiba menjauh.
“loh kenapa mereka menjauh?” Tanya Yuda bingung.
Mereka semua seperti menjaga jarak dari kalian berdua kata Anita.
“menjaga jarak?” guman Mirna.
Seperti petir yang menyambar kepala Mirna, dia langsung teringat akan pohon yang ditumbangkan. Tetapi bukan satu kelompok saja yang menumbangkan, kedua kelompok menumbangkan hampir seluruh pohon disepanjang jalan abdul rahmatsaleh. Saat itulah moment yang tak Mirna kira terjadi. Satu persatu babi-babi itu melempar setiap batang pohon dengan gading kearah Yuda dan Mirna. Karena gelap, baik Mirna maupun Yuda tidak bisa memprediksi bakal jatuh dimata batang kayu tersebut.
“Mirna AWAS!”
Mirna baru saja ada satu batang kayu hendak jatuh kearahnya. Yuda langsung mendorong Mirna menjauh, pas sekali kayu jatuh tak mengenai mereka. Tetapi itu baru saja. Masih ada lagi yang lain. Yuda menarik tangan Mirna. Bersama-sama mereka berlari menjauh dari hujan batang kayu. Tapi mau kemana mereka lari?. Para babi itu telah mengepung jalan keluar. bahkan babi yang tadi menyeruduk Yuda dan Mirna telah menutup akses jalan lain. Tak ada jalan keluar sama sekali.
“Mereka terlalu pintar” Gertak Yuda
Aku sudah meminta tim yang kebandara untuk segera ketempat kalian. Kata Anita dia terdengar aga panik tapi, mereka juga dihadangan sekelompok babi ngepet.
Ini tidak bisa dipercaya sama sekali. Walau bukan pemimpin tetapi mereka terlalu pintar, mereka ingin mendesak lawannya supaya lebih mudah untuk dikalahkan.
Tiba-tiba saja Yuda mengeluarkan bom cahaya terakhir. Mirna bingung apa yang hendak dilakukan pemuda itu. Kalau mereka ingin lari tak ada jalan keluar, kalau ingin sembunyi tapi dimana.
“Minimarket” bisik Yuda.
Bisikan dari Yuda mengingatkan Mirna akan mini market didekat mereka, yang letaknya bersebelahan dengan jalan yang diblokir babi. Tetapi kenapa kesana? Mirna kembali melihat para babi satu persatu. Lagi-lagi mereka bersiap melempar batang-batang kayu. Jika memang Yuda punya cara untuk keluar dari situasi ini, Mirna ikuti keputusan Yuda. Tetapi jika itu tidak merugikan mereka berdua.
Mirna langsung memegang salah satu tangan Yuda, tanda kalau dia setuju. Yuda balas menggenggam tangan Mirna. Selagi para babi siap-siap melempar batang pohon, saat itulah Yuda melempar bom cahaya langsung keatas setinggi mungkin. Cahaya silau menyinari seisi jalan. Membuat babi yang melihatnya tiba-tiba menjadi buta sesaat dan tak dapat melihat kedepat. Ketika pandangan mata mereka perlahan menjadi jelas, barulah mereka sadar mangsa mereka telah tidak ada. Para babi lonceng yang kesal, membunyikan keras lonceng mereka membuat babi-babi tak berlonceng berlari kocar-kacir mencari sosok Yuda maupun Mirna.
Jangan cemas mereka tidak sadar kalian masuk minimarket, ucap Anita.
“untuk sementara kita aman” ucap Yuda.
Didalam Minimarket. Hanya ada 5 patung manusia termasuk patung kasir. Walau dalam keadaan gelap sekalipun mereka masih bisa melihat walau tak jelas. Meski ada bisikan ingin menggunakan senter, tetapi niat tersebut diurungkan karena. Kalau senter dinyalakan maka babi akan langsung tau.
“jadi sekarang apa?” Tanya Mirna.
Yuda melihat kearah kaca luar, babi-babi masih berlarian bebas bolak-balik.
“kamu ingat kan soal bom asap yang tadi?” Tanya Yuda.
“iya?” Mirna langsung sadar “tunggu jangan bilang kamu ingin membuatnya”
__ADS_1
Yuda menggelengkan kepala “tidak justru yang aku maksud efeknya. Umumnya babi itu memiliki penciuman yang tajam. Namun dibalik penciuman yang tajam bau-bau yang menyengat bisa membuat penciuman terganggu, seperti kejadian tadi”
“lalu intinya?”
“kita akan menggunakan parfum dan pelembut pakayan paling menyegat untuk mengacaukan penciuman mereka”
“eeehh?”
Yuda menjelaskan, kalau mereka akan melawan para babi dengan parfum. Seluruh badan mereka akan dibasahi berbagai pelembut pakayan, bukan hanya mereka, pedang Mirna juga harus.
“nanti pedangku karatan gimana?!” ucap Mirna.
“kan masih ada pedang lain di markas”
“cihh”
“jadi pas babi mendekat kita langsung semprot parfum, lalu kalau babi menyeruduk kearah kita dan kita menghindar yang ada mereka pasti auto pusing” Yuda kembali menjelaskan.
Tak ada pilihan lain, Mirna ikuti ucapnan Yuda. Mereka langsung buka seluruh bungkusan pelembut berbagai merek, dan siram dari atas sampai bawah. Bukan satu bahkan lebih pelembut pakayan mereka gunakan. Yuda juga mengambil berbagai parfum pria. Dia bilang parfum pria lebih menyengat dari pada perempuat. Ucapannya justru membuat Mirna tersindir, tapi Mirna ikuti saja kemauan Yuda.
“bisa-bisa kulitku jadi iritasi”
“tahan dulu saja, setelah kita kalahkan seluruh babi, langsung balik lagi saja kesini dan ambil semua botol mineral buat dibasahi ke badan” kata Yuda.
Miran ambil botol parfum dari Yuda lalu dia tuang isinya ke pedang.
Yuda, rencanamu bisa membuat bangkut minimarket loh, ledek Anita.
“toh mereka masih punya stok dibelakang” balas Yuda.
“jujur deh hidungku enggak nyaman” ucap Mirna mulai batuk-batuk.
Seluruh persiapan telah selesai, berbagai botol parfum mereka bawa kedepan dengan hati-hati. Diletakan satu persatu setiap botol. Mirna menuang isi dari dua botol parfum kearea parkir minimarket tak jauh dari pintu. Yuda sendiri dia bersiap dengan Assault rifles, dia bertugas untuk menembak dari satu posisi seperti seorang sniper. Sedangkan Mirna, kedua tangannya memegang parfum yang siap disemprot seperti dua pistol.
Seekor babi tiba-tiba saja berlari dari arah kanan ini adalah kesempatan untuk uji coba. Mirna menendang salah satu botol parfum kosong kedepan.
“Hei, kamu jangan main tendang sampah dong” komentar Yuda.
“iihhh, gimana mau mancing babi kesini selain menendang botol kedepan” balas Mirna.
“ok deh, tapi habis ini buang sampah yang bener ya”
Mirna menatap Yuda cemberut. Selagi dia melihat si babi termakan pancingan Mirna dan langsung melirik kearah mereka. Si babi yang tak peduli akan sekitar langsung menerjang kearah minimarket. Dia terus berlari sekencangnya, Mirna dan Yuda tak bergerak dari posisi menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Langkah babi terus mendekat dan mendekat. Tangan Yuda bersiap dipelatuk, menunggu untuk ditarik. Kedua mata babi tiba-tiba saja membelalak, dia langsung mengerem begitu saja, berkali-kali babi menggeleng-gelengkan kepala seperti ada yang mengganggu kepalanya. Tanpa aba-aba Yuda langsung menembak salah satu kaki babi hingga terjatuh. Babi tak bisa apa-apa selain menahan hidungnya yang tak nyaman. Tembakan kedua Yuda membuat babi tewas.
Suara tembakan tersebut mengundang babi-babi lain menuju kearah mereka.
Sesuai rencana, babi-babi lain berlari kearah sini, Anita memberitau.
“nah” kata Yuda.
Mirna tiba-tiba saja masuk kedapan minimarket, lalu dia keluar sambil membawa 1 jirigen pelembut pakaian.
“lah ngapain bawa 1 jirigen kesini?” Yuda kaget melihat apa yang dibawa Mirna.
“berbotol-botol parfum tak akan bisa menahan sekumpulan babi. Setidaknya sekalian bawa 1 jirigen pelembut” tanpa aba-aba Mirna langsung membuka tutup jirigen, dan membuang seluruh isinya kedepan.
“kok aku merasa kita seperti mencemari lingkungan deh” komentar Yuda.
__ADS_1
“jangan khawatir soal itu, jika ini semua berakhir. Segala aroma parfum disini akan ikut lenyap. Kau ingatkan ucapan ketua?”
Yuda mengangguk membalas pertanyaan Mirna. Yuda teringat akan ucapan ketua Verdic, jika ini semua sudah berakhir maka seluruh tempat yang ancur dan apapun kerusahan yang ada akan kembali seperti sembulah, atau bisa dibilang kembali pada waktu sebelum semua ini menjadi gelap gulita.
Tringg…Tringgg….Tringg
Trinngg..Tringg
Berkali-kali terdengar bunyi lonceng dari berbagai arah. Itu berarti para babi lonceng sedang mengarahkan babi-babi biasa untuk menyerang kesini. Hanya ada 1 jalan masuk, yaitu lewat depan atau jika mereka ingin cara cepat, tinggal terobos lewat tembok. Toh bagi babi yang memiliki gading yang kuat seperti gading gajah, menjebol tembok tidaklah susah.
Dari depanlah, tiga ekor babi datang. Babi berlonceng memimpin jalan sedangkan 2 ekor mengikuti dari belakang. Yuda menembaki salah satu kaki babi yang belakang, tembakannya mengenai babi, membuatnya jadi terjungkir balik. Tersisa dua ekor babi berlari kencang kearah mereka, tetapi saat dia si babi menginjak cairan pelembut, membuatnya tergelincir sampai terjatuh dan membuat keduanya terpisah aga berjauhan. Aroma pelembut yang menempel pada badan babi membuat hidung mereka tak nyaman hingga kesulitan berdiri. Yuda mengambil kesempatan ini untuk menembaki para babi, tetapi babi lonceng masih bisa berdiri padahal tubuh dia paling banyak kena cairan pelembut, saat bangkit pun, tubuhnya masih sempoyongan. Tetapi si babi lonceng tetap memaksakan dirinya.
“yang ini lebih kuat” ucap Yuda.
“iya, dipasangkan lonceng pada lehernya bukanlah abal-abal” tambah Mirna.
Langsung babi lonceng berlari kearah Mirna, kecepatan lari dia menurun tidak seperti sebelum, tapi dia tetap fokus pada targetnya. Mirna langsung mengeluarkan dua parfum dan dia langsung semprot pas babi kea rah si babi. Aroma parfum yang begitu kuat membuat babi tak kuat untuk berdiri. Mirna langsung berputar kesamping dan menendang kuat babi sampai jatuh diikuti suara tembakan dari Yuda. Tiga babi tumbang.
“tinggal 6 ekor lagi” ucap Mirna “3 lonceng, 3 biasa”
Mirna meminta Yuda untuk menunggu, selagi dia maju perlahan kedepan, memancing sebagian kecil babi.
Baru satu langkah kaki menginjakan aspal jalan. 2 babi biasa tiba-tiba saja melesat dari arah kanan, Mirna langsung melompat mundur kebelakang sambil menyemprot parfum kedepan, bersamaan dengan kedua babi yang muncul dihadapan Mirna. Aroma parfum yang masuk kedalam hitung babi, membuat mereka jadi sibuk mengoso-gosok hidung ke aspal. Mirna langsung membuang botol parfum tersebut ketanah, lalu dia keluarkan pedang yang selama ini dia sarungkan. Tanpa rasa ampun dia tebas kedua babi tersebut hingga mati.
Tetapi tindakan Mirna tersebut membuat 4 babi tersisa yang sedari tadi memperhatikan dia menjadi marah. Yuda yang baru saja tiba menghampiri Mirna terkejut kalau 4 ekor babi penuh amarah bersiap menyeruduk mereka.
“Yuda Parfumnya?” pinta Mirna.
Yuda melirik belakang, parfumnya ada didepan pintu mini market. 5 botol lagi. Kalau dia berlari sekarang untuk mengambil botol parfum bisa saja, cuman yang ada malah ada adu kecepatan sama babi. Mirna yang mengetahui kalau Yuda tak membawa satu pun botol parfum pada tangannya. Tidak ada pilihan lain selain bersiap dengan pedangnya.
Aaahh tim bantuan datang,
Suara Anita yang girang diikuti suara tembakan dari samping kanan. Mereka adalah tim yang tadi pergi ke bandara, rupanya sudah tiba disini. Mereka langsung menembaki para babi tanpa ampun. Yuda juga ikut membantu menembaki babi-babi tersebut.
Salah satu babi lonceng masih bertahan, meski memiliki luka tembak, dia berlari kencang kearah Mirna. Mirna berlari cepat kesamping, dia ambil salah satu botol parfum yang sebelumnya dibuang. Babi sudah sangat dekat, tetapi Mirna membuka penutup botol parfum dan di buang segala isinya tepat kearah wajah babi yang sudah dekat dengan Mirna. Air parfum mengenai salah satu mata babi, hingga dia pun berguling-guling kesakitan. Mirna ambil pedangnya dan dia tebas babi tersebut.
Seluruh babi ngepet sudah tumbang, Ucap Anita.
Mirna terduduk karena lelah, setelah dikepung, hampir kena seruduk, bersembunyi berkali-kali. Akhirnya mereka bisa mengalahkan para babi ngepet ini.
Yuda melihat ada sebuah cahaya biru terpancar dari dalam lonceng babi yang baru saja Mirna kalahkan. Karena penasaran Yuda mengambil lonceng tersebut. sekuat tenaga dia membuka lonceng sampai terbuka menjadi dua bagian. Ada sebuah permata seperti kaca warna biru didalamnya. Permata tersebut memajang lurus tetapi ada cabang sedikit keatas. Panjang permata tersebut sekitar 2 cm.
“apa itu?” Tanya Mirna, baru saja berdiri.
“entahlah” jawab Yuda “apakah ini permata sapphire?”
Mirna menggelengkan kepala “bukan, warnanya terlalu muda”
Jika bukan bagian dari permata sapphire, kenapa diletakan dalam lonceng babi. Bukan hanya itu saja, ketika Yuda perhatikan, pecahan pada permata ditengannya seperti sengaja dipecahkan atau pecah karena terjatuh. Mau dipikirkan seperti apapun tak akan ada jawabannya.
“aku bawa ya” ucap Yuda.
“boleh. Toh enggak ada manfaatnya” kata Mirna blak-blakan.
Selesai mengalahkan para babi. Yuda ditemani Mirna memasuki bangunan bimbel. Sebagian bungunan lantai satu aga retak efek dari serudukan babi. Sehingga mereka harus hati-hati dalam melangkah, apalagi menaiki anak tangga menuju lantai 2.
Sampai dilokasi, Yuda meletakan permata sapphire pada tempatnya. Setelah disimpan kembali. Cahaya biru dari permata sapphire memancar keseluruh bangunan bimbel, membuat sesisinya diselimuti cahaya biru terang.
Setelah keduanya selesai. Mereka kembali ketitik lokasi mobil dan 3 rekan front line menunggu mereka. Cuman saat hendak masuk kedalam mobil. Anggota lain tiba-tiba saja langsung berlarian keluar dari mobil. Itu karena aroma kuat dari Mirna dan Yuda karena badan mereka sudah bermandikan banyak pelembut dan parfum sehingga aromanya terlalu kuat dan bikin sesak. Pada akhirnya dalam perjalanan kembali ke markas, terpaksa seluruh jendela mobil dibuka lebar dan semua orang yang ada didalam mobil harus menahan napas sebisa mereka.[]
__ADS_1