
Hal pertama yang Yuda pikirkan adalah, bagaimana nasib semuanya setelah dirinya dikelilingi duri-duri hitam besar yang bahkan hampir menutupi satu gerbong kereta. Apalagi sedikit saja dia melangkah, setetes darah keluar dari kulit.
“hei ada yang masih hidup?” teriak Yuda.
“masih”
Suara Gin terdengar tak jauh dari lokasi Yuda, begitu pula Luca yang terdengar seperti berusaha berdiri. Disisi lain gerbong, lokasi Deren dan Andy juga mengalami hal yang sama. Berkat Yuda yang tersadar duluan, mereka semua berhasil selamat, jika saja dia tidak sadar akan kaca yang menghitam. Mungkin saja yang ada dihadapan Yuda adalah bergelimang mayat.
Dari kejadian ini, Gin menyadari satu hal pasti kalau, terlalu berbahaya jika bertarung dalam gerbong kereta. Bukan hanya mengeluarkan duri dari kaca. Bisa saja duplikat shadow muncul dari kaca kereta. Meski baru sadar didalam gerbong bahaya. Situasi mereka saja sudah gawat. Sangat sulit untuk bisa keluar dari duri-duri hitam ini, kalau pun Luca berencana menebas satu persatu. Akan ada resiko yang harus diambil. Antara shadow muncul karena Luca menebas setiap duri atau sekali tebas muncul lagi duri yang baru.
“ini benar-benar situasi yang diluar prediksi” Gin tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut dia sendiri.
Suara Rizky terdengar panik, maaf aku tidak bisa melacak dimana lokasi shadow.
“Rikzy tenanglah dan jangan panik” Gin mengingatkan adiknya untuk tetap tenang “kalau kamu panik disana, begitu juga kami”
Maaf bang. Rikzy mengambil napas panjang aku kembali cari lokasi Shadow, abang dan yang lain perlahan keluarlah dari situasi saat ini.
“iya tentu” jawab Gin.
Dengan lambaian tangan Gin sebagai tanda isyarat. Yuda dan Luca mencoba untuk keluar dari sarang duri raksasa yang menghalangi langkah mereka. Dari instruksi Gin mereka harus keluar pelan-pelan tanpa menimbulkan suara tidak perlu.
Keputusan Gin yang maju tanpa rencana matang adalah keputusan dia yang sangat parah. Dia sendiri tau dan siap akan akibat yang didapat. Namun disisi lain dia terpaksa melakukannya, bukan karena dia ceroboh dan gegabah, tetapi sebuah keputusan harus dia ambil sebagai ketua tim. Dengan informasi minim soal musuh dan lokasi tempat yang pasti menjadi keuntungan musuh itu sendiri, telah menjadi timbangan berat sebelah bagi pihak Gin. Walau begitu dia tetap harus menyelesaikan tugasnya. Bukan karena perintah tetapi harapan yang dia pegang teguh setelah mengunjungi rumahnya sendiri.
Memang memakan waktu tak sedikit, tapi Yuda dan Luca berhasil keluar dari duri-duri lalu berkumpul kembali bersama Gin dekat pintu keluar kereta. Terlalu berbahaya bertarung didalam gerbong kereta, pilihan mereka adalah diluar kereta.
“Deren situasimu gimana?” paling Gin lewat headset.
Jujur aja, situasi kami kurang baik. Jawab Deren.
Gin dapat mendengar suara napas Deren yang terengah-engah. Dengan cepat Gin meminta adiknya untuk mengecek kondisi Deren. Diluar dugaan Deren dan Andy dalam kondisi bertarung…tetapi dengan siapa? Rizky tidak menangkap apapun dari sensor Dronenya.
Andy tidak pernah terbayang akan situasi seperti ini sebelumnya. Walau hatinya sudah mempersiapkan segala macam situasi apapun yang terjadi. Tetapi ini diluar apa yang dia bayangkan.
__ADS_1
Dia dan Deren memang berhasil menyelamatkan diri dari perangkap duri-duri dalam gerbong. Cuman masalah baru baru saja dimulai. Ketika Andy dan Deren berlari menyelamatkan diri dari kumpulan duri. Mereka memasuki sebuah gerbong kosong yang dimana seluruh kursi penumpang telah tersusun rapih menghadap jendela sehingga memberikan sebuah ruang kosong dan cukup luas untuk bertarung. Bukan hanya itu saja hal aneh yang mereka temui. Didalam gerbong itu tak ada satupun patung manusia didalamnya. Seperti telah dipersiapkan.
Andy mengisi penuh shotgunnya, Deren dia kecangkan sarung tangan bahkan sampai memasang kuda-kuda.
Mereka berdua tak ada satu pun yang pertama melangkah masuk kedalam gerbong, karena rasa curiga menghantui mereka, setelah perangkap duri sebelumnya.
Langkah pertama kaki Deren memasuki gerbong, langsung disambut dua duri dari dua arah yang berbeda, muncul dari jendela gerbong. Deren menghindari Duri yang hendak melukainya tersebut. ketika kedua duri telah menancap pada lantai gerbong. Deren langsung menendang dan memukul Duri. Hingga kedua duri tersebut patah, menyisakan jalan kedepan. Duri berikutnya kembali muncul. Kali ini sasarannya Andy, pemuda itu berhasil menjadikan senjata Shotgun sebagai perisai lalu menangkis, menciptakan suara gesekan, membuat duri yang hendak menusuk Andy berubah arah sedikit, setelahnya Andy menembak duri tersebut hingga tercipta ratakan dan patah.
Dalam sekejap seluruh kaca-kaca gerbong tertutup bayang, hingga menyisakan cahaya lampu senter yang tergantung pada leher Andy. Karena ukuran senter yang kecil sehingga mudah untuk dikalungkan dalam leher. Tetapi imbasnya sulit bagi mereka bertarung sambil memegangi senter. Sehingga Andy memasang senter kecil tersebut pada lubang khusus di Shotgunnya.
Sesaat sesuatu melesat cepat disisi Andy, padahal ketika dia melirik kesamping kanan tak ada apapun. Begitu pula Deren yang juga merasakan apa yang dirasakan Andy. Keringat bercucuran. Ketegangan menyelimuti Andy. Dia yakin Shadow ada didekatnya.
“ANDY!”
Andy tak sadar sama sekali. Jika saja Deren tidak menolongnya. Tiba-tiba saja tepat disampingnya, muncul sesuatu seperti sebilah pedang hitam hendak menebas Andy. Deren yang sadar terlebih dahulu langsung berlari kearah Andy, dia pukul sosok Shadow tersebut hingga menjauh dari Andy. Serangan Deren yang kuat membuat sosok Shadow tersebut langsung menghilang, tetapi bukan berarti bayang yang menutupi kaca juga ikut menghilang. Dia masih ada didalam gerbong.
Deren situasimu gimana. Gin memanggil mereka dari headset.
“Jujur aja, situasi kami kurang baik” Deren sebisa mungkin jujur pada Gin akan situasinya.
“tenanglah kami pasti bisa”
Deren dan Gin tetap harus fokus dalam rencana, siatuasi apapun yang akan mereka hadapi, mereka harus siap.
Sosok Shadow muncul dihadapan Andy dan Deren. Dia berdiri tak jauh dari posisi mereka. Sosoknya seperti apa yang terlihat dari kejauhan, namun yang membuat mereka berdua terkejut adalah. Shadow tak memiliki wajah sama sekali, kepala dia terselimuti kegelapan pekat.
Shadow menebas udara kosong, membuat duri-duri muncul kearah Andy dan Deren. Deren memukul setiap duri yang muncul didekatnya. Andy menangkis satu persatu duri-duri. Sebuah cela muncul memberikan kesempatan Andy menembak Shadow. Tetapi Shadow menerima begitu saja tembakan dari Andy. Peluru shotgun menyerap begitu saja, masuk kedalam tubuh.
Andy tidak bisa menahan rasa terkejutnya “enggak mungkin!”
“ini enggak akan mudah” ucap Deren.
Shadow, berlari kencang kearah Deren, dia menyerang pemuda disamping Andy dengan sebuah tendangan. Deren menahan tendangan itu hanya dengan kedua tangannya yang dia silangkan. Selagi Deren menahan serangan. Dari belakang Andy langsung menembak kearah Shadow. Tetapi dengan mudahnya dia hindari. Lalu balik menyerang, serangan Shadow begitu kuat membuat Andy maupun Deren sama-sama terpental kesisi yang berbeda.
Andy dan Deren sama-sama terduduk menahan rasa sakit punggung yang mengenai pintu dinding gerbong.
Deren!. Rikzy tiba-tiba memanggil.
__ADS_1
“ada apa?”
Yang kamu lawan itu duplikat.
Ucapan Rizky membuat Deren tersadar segaligus bingung. Duplikatnya saja sudah sekuat ini, gimana sama yang asli.
Dari kejauhan, Deren melihat Andy. Mengeluarkan granat tanpa disadari Shadow. Deren membalas Andy dengan anggukan, tanda kalau mereka sepakat.
Deren menebak tepat disamping wajah Shadow “hei muka hitam!”
Shadow melirik kearah Deren.
“apa hanya segini kemampuanmu, segitu mah sih enggak ada apa-apanya!”
Entah berhasil atau tidak, tetapi Shadow berjalan kearah Deren. Setelah sekitar 1,5 meter dekat dengan posisi Deren.
“Andy SEKARANG!”
Andy melempar granat bom kearah shadow. Sang shadow sadar ada benda yang menggelinding didekatnya. Dalam sekejap ledakan terjadi, menghancurkan satu gerbong kereta hingga menciptakan kobaran api yang menghanguskan arena disekitar.
Andy maupun Deren berhasil keluar dari gerbong kereta tepat pada waktunya. Walau sudah diberi tau kalau yang mereka lawan hanya duplikat, tetapi tingkat kekuatan duplikat tersebut sudah seperti sosok asli Shadow sehingga. Aga sulit untuk keluar dari situasi hingga, bomlah siasat akhir mereka.
Dalam kobaran api sosok duplikan Shadow rupanya masih hidup dan tak luka sedikit pun. Bagaikan batu keras yang sulit untuk hancur, duplikat shadow tetap kokoh pada posisinya.
“ledakan granat tidak bisa melukainya” ucap Andy terkejut menyaksikan yang ada didepannya.
Deren sekalipun tak bisa berkata-kata.
Seperti sebelumnya. Duplikat Shadow berubah menjadi cairan dan kembali menghilang dalam genangan.
“Rizky kebakaran tidak akan merembes ke lokasi permata kan?” Tanya Deren.
Tidak akan, nanti juga sistem anti kebakaran nyala kok. Jawab Rizky.
Seperti ucapan Rizky, penyemprot air yang terpasang dilangit-langit stasiun menyala, hujan dadakan turun dan memadamkan api bekas ledakan hingga padam.
Tak ada gunanya mereka berjalan kearah sesuai yang direncanakan. Terpaksa Deren dan Andy mengambil rute, menuju lokasi permata kosong.[]
__ADS_1