
Setelah lima hari. Yuda mendapat misi bersama Mirna dan tiga orang anggota Front line lainnya. Untuk pertama kalinya Yuda menjalankan misi tanpa Andy dan juga pertama kalinya dia menjalankan misi bersama Mirna. Misi dia kali ini adalah tingkat C, ‘mengembalikan permata Sapphire’.
Kapten Verdic dan Mirna rupanya sudah tau kalau Yuda tak sengaja mengambil permata Sapphire dari tempat bimbelnya, sebenarnya anggota front line tidak diizinkan mengambil permata sapphire yang telah ditempatkan ditempat tertentu. Tapi untuk kasus Yuda itu dimaklumkan cuman karena dia sudah mengambilnya, tentunya dia harus mengembalikannya kembali. Itu berarti ini adalah misi khusus untuk Yuda. Tentunya dia tidak sendiri.
Yuda keluar dari mobil, menginjakan kaki di jalan Abdul Rahmatsaleh. Pemandangan ini tidak ada perubahan sama sekali sejak terakhir dia kesini, semua masih sama persis seperti yang dia ingat. Namun walau tak ada perubahan tetapi ada masalah baru tepat didepan kedua mata Yuda. Sekumpulan babi ngepet seukuran mobil tertidur lelap disetiap jalan. Jumlah mereka jika bisa dihitung mungkin ada 5 atau lebih. Sesuai dengan apa yang Verdic jelaskan wilayah bimbel Yuda telah menjadi wilayah kekuasaan babi ngepet.
3 jam sebelumnya.
“Yuda misi kali ini, aku ingin kamu pergi ke jalan Abdul Rahmatsaleh” Kapten Verdic memanggil Yuda diaula biasa, bersama dengan 4 orang anggota Front line termasuk Mirna.
Kapten Verdic menjelaskan dia sudah mengetahui kalau Yuda membawa pulang batu Sapphire yang harusnya ditempatkan di salah satu bangunan bimbel disana jadi sudah sebagai tugasnya mengambalikan permata Sapphire tersebut, bukan hanya mengembalikan permata Sapphire, dia juga diberi misi double.
“misi Double?” Tanya Yuda bingung.
Kapten Verdic mengangguk “sebenarnya sepanjang jalan Abdul Rahmatsaleh sampai bandara telah menjadi wilayah babi ngepet, jumlah mereka tidak bisa dibilang sedikit begitu pula ukuran mereka. Jadi selain mengembalikan, aku ingin kalian membasmi babi ngepet. Ini adalah misi tingkat C tapi jangan remehkan mereka”
Yuda tidak habis pikir, mereka bisa tau kalau dirinya tidak sengaja membawa pulang permata sapphire, tapi yang membuatnya lebih kepikiran lagi adalah dia akan kembali lagi kesana, ketempat dimana dia hampir saja terbunuh. Lebih parah lagi terakhir Yuda ingat ukuran babi ngepet tersebut bukanlah main. Meski pertama kali dia lihat jumlahnya hanyalah satu, siapa sangkat ternyata ada lebih dari satu ekor babi ngepet.
__ADS_1
Masa sekarang.
Dalam misi ini Yuda tak diizinkan menggunakan senter, sorot sinar dari senter sudah cukup untuk membangunkan babi. Meski tak diizinkan pake senter, mungkin karena sudah terbiasa atau mata Yuda telah beradaptasi dengan lingkungan kegelapan yang dia lihat tidak terlalu gelap sama sekali.
Bila diperhatikan baik-baik, walau ukuran mereka besar, tetapi posisi mereka tidur seperti babi pada umumnya (Yuda tak pernah melihat babi seumur hidupnya). Walau dalam keadaan tidur pulang, Yuda dan yang lainnya tetap harus berhati-hati melangkah melewati satu persatu dari setiap babi, mereka memiliki pendengaran yang tajam, sehingga satu suara saja sudah cukup untuk membangunkan babi secara bergilir. Tidak ada pilihan lain selain jalan mengendap-endap.
Mirna sebagai pemimpin tim membagi dua timnya tersebut. menurut info dari tim pengintai boss babi ngepet berada di bandara dan tak pernah meninggalkan lokasinya. Sehingga dibagilah tiga orang menuju bandara sedangkan Mirna dan Yuda pergi ketempat lokasi bimbel Yuda. Pada mulanya mereka sempat berpikir apakah ada permata kosong dibandara, tetapi operator telah mengkonfirmasi kalau tidak ada permata kosong didalam bandara, sehingga mereka bisa fokus untuk mengembalikan permata sapphire dan membunuh boss babi ngepet. Tim bandara mengambil jalan pertigaan setelag lewat rel kereta, jika mereka jalan terus kesana maka akan tiba dibandara.
Hanya saja masalah besar dihadapi tim Yuda dan Mirna, babi ngepet lebih banyak dilokasi mereka dari pada dijalan menuju bandara. Seakan-akan kedatangan mereka telah ditunggu kawanan babi tersebut. para babi tersebut mereka tertidur pula disepanjang jalan, teras pertokoan, bahkan dalam toko sekalipun (emangnya muat!). walau misi kelas C, tapi ini tidak semudah dengan tingkatnya.
Babi-babi yang tidur jika dilihat baik-baik, mereka seperti gundukan bukit kecil yang muncul entah bagaimana dari dalam aspal. Jika saja itu adalah sebuah bantal atau boneka raksasa pasti enak sekali bisa lompat dan tenggam dalam rasa empuk dan nyaman. Tetapi karena ini adalah babi raksasa, bukan rasa empuk yang didapat tetapi kekenyalan daging dan aura emosi babi yang dapat.
Lokasi bangunan bimbel sudah terlihat dijalan, rasa tenang bisa Yuda rasakan dalam hatinya. Jika dia memang dapat merasakan rasa tenang kalau Yuda tak sengaja menginjak botol plastic kosong.
Mirna menarik tangan Yuda dari belakang, mendorongnya kearah dia sebagai bentuk peringatan kalau Yuda hampir saja menginjak sebuah botol plastik. Jantung berdetak begitu kencang melihat benda apa yang hampir dia injak tersebut. tak bisa dia bayangkan tiba-tiba aja ada suara dalam kesunyian abdi dan berhasil membangunkan seluruh babi disana. Dikejar seekor aja sudah membuat dia kualahan, bagaimana kalau dikejar satu kampung. Batinnya tidak kuat melawan penderitaan itu.
“ayo lanjut” bisik Mirna.
__ADS_1
Yuda mengangguk. Mereka kembali jalan melewati setiap tumpukan daging-daging babi yang tengah tertidur lelap bagaikan kebo.
Mirna memperhatikan setiap babi yang dia lewati. Untuk ukuran dan warna badan semuanya sama hitam pucat, untuk segi matis mereka benar-benar bisa meniru sosok babi ngepet yang selalu tayang di film dan game horror ditambah dengan kedua gadingnya yang ukurannya bukan main-main. Tetapi ada beberapa babi yang menarik perhatian Mirna. Ada beberapa babi yang mengenakan semacam lonceng seukuran bola poli berwarna perak yang diikat dalam tali pramuka raksasa berwarna coklat. Jika dia perhatikan posisi setiap babi yang mengenakan lonceng seperti tidak berdekatan malah mereka aga berjauhan.
Jika dia ingat kembali, dimalam saat dia menyelamatkan Yuda, babi yang mengejar Yuda tidak mengenakan lonceng sama sekali. Tetapi kali ini diantara sekumpulan babi, ada yang dikalungi lonceng. Bila dihitung jumlahnya sekitar 5 ekor mengenakan lonceng.
“Anita bisa kamu scan area tempat aku dan Yuda” pinta Mirna.
Sebentar jawab Anita suaranya terdengar dari headset.
Anita merupakan operator yang bertugas menangani misi Yuda dan Mirna. Dia merupakan operator baru yang satu angkatan dengan Yuda. Tetapi biasanya untuk operator baru mereka akan mulai bekerja sambil ditemani senior seperti Yuda dan Andy. Tetapi tidak seperti Front line, Operator harus sanggup memantau dari segala aspek layar yang ada dihadapannya, apalagi dia harus memantau kondisi seluruh tim secara menyeluruh. Tentangan terberat bagi operator baru adalah jika dalam satu tim terpaksa harus membagi dua anggotanya dikarenakan kondisi. Namun Anita sebenarnya sudah diakui mampu memegang tugas operator tanpa perlu di awasi senior lagi. Ini karena dimisi terakhir para senior melihat bagaimana anita bekerja sebagai operator, mata dia begitu jeli dan ulet. Tingkat fokus dan bagaimana dia menganalisi membuat senior yang mengawasinya sepakat kalau anita sudah tidak perlu diawasi lagi. Maka dalam misi ini sebagai ujian untuk Anita apakah dia sudah bisa dilepas atau tidak.
Sepanjang jalan Abdul Rahmatsaleh sampai gerbang awal komplek ruko dihitung ada 15 ekor babi Anita menjelaskan
Yuda terkejut habis setelah mendengar apa yang Anita katakana. Ada 15 ekor. Itu berarti kalau 1 bangun, maka 14 lainnya juga ikut bangun dan diakhir mereka akan dikejar 15 ekor babi.
Tapi, dari kamera drone, ada lima ekor babi yang mengenakan kalung yang digantungi lonceng raksasa.
Perkiraan Mirna benar, 5 ekor babi mengenakan kalung lonceng, tapi buat apa?...
“posisi babi yang mengenakan lonceng?” Tanya Mirna.
__ADS_1
Yang satu dekat pertigaan yang tadi kalian berpisah, kedua didekat toko perlengkapan babi, ketiga didepan mini market, keempat dekat gerbang ruko, lalu satu lagi……. Anita terdengar ragu ada didepan gedung bimbel yang jadi tujuan kita.[]