Sapphire City

Sapphire City
Chapter 6: Malam Misterius dan Cahaya Biru


__ADS_3

Haruskah bersyukur atau tidak, tetapi itu tidak penting, yang penting masuk daripada terlambat. Walau 30 menit lagi jam istirahat, meski begitu Yuda sudah menjelaskan ke guru lesnya kalau terjadi kemacetan di jalan cihampelas dan cipaganti. Ditambah sepanjang jalan menuju abdul rahmantsaleh juga macet, sehingga Yuda yang biasanya pergi lokasi les dengan menaiki angkot terpaksa berlari, motor sekalipun tidak bisa bergerak.


 Lokasi les Yuda berada dijalan abdul rahmatsaleh sebelum gerbang perlintasan kereta api. Demi mendapat nilai bagus dan masuk ke kampus yang dia inginkan, Yuda rela les. Walau pun aga lelah juga.


 Didalam les atau disebutan lainnya bimbel, ada berbagai siswa dari sekolah yang berbeda negeri maupun swasta ada. Kebanyakan dari mereka berasal dari sekolah dekat sini. Hanya segelintir yang sekolahnya jauh seperti Yuda, mungkin karena rumah dekat sini. Siswa yang ada didalam ruang kelas pun hanya berjumlah 15 orang.


    Bell bunyi tanda istirahat.


             Guru menghentikan pelajarannya, semua siswa dikelas keluar untuk istirahat, makan dan ibadah. 


 Arus kendaran sudah normal kembali, tak ada kemacetan sama sekali. Kalau gini Yuda bisa pulang dengan tenang.


 


             


 Pelajaran Fisika adalah pelajaran yang cukup rumit dikelasnya, hanya beberapa siswa saja yang mengerti. Tetapi disini Yuda bisa paham karena metode mengajar Fisika dibimbel mudah dipahami, sehingga yang sebelumnya tidak Yuda pahami bisa dia pahami disini.


 Tetapi masalah kedua, kalau guru Fisika disekolahnya sudah kasih PR, pasti soalnya mencapai 50 dan itu harus dikerjain semua. Kalau ketauan enggak dikerjan satu atau dua soal, dapat hukuman ceramah 30 menit dikelas. Yuda masih ingat gara-gara ketiduran dua lupa ngerjain lima soal lagi, esoknya dia kena ceramah panjang lebar selama 30 menit. Walau diceramah sambil duduk pun, tetap saja tak enak.


             Tuk!

__ADS_1


 Seisi kelas tiba-tiba saja mati lampu, gelap sekali. Terjadi kegaduhan, semua siswa mengeluh karena kelas yang begitu gelap gulita.


 “sabar semuanya, sebentar lagi listriknya nyala kembali” ucap sang guru berusaha menenangkan siswanya.


 Yuda mengambil handphone dari tasnya, dia aktifkan mode senter, namun terjadi keheningan mendadak, padahal sebelumnya suara ribut terdengar hampir sepanjang kelas. Yuda mengarahkan handphonenya ke siswa bangku sebelumnya. 


        “hei kok diam” panggil Yuda.


   Tangan Yuda meraih bahu siswa disampingnya, terasa kasar……dan keras.


          Yuda terdiam, enggak mungkin baju sekeras itu!.


 Yuda arahkan handphonenya, dia terkejut setengah mati, melihat wajah siswa disampingnya berubah menjadi patung batu. Teriakannya begitu keras hingga menyebabkan gema. Tetapi bukan siswa itu saja, seisi kelas bahkan guru sekali pun berubah menjadi patung batu. Jantung Yuda berpacu hebat, rasa takut melanda dirinya, dia berharap semua ini adalah mimpi buruk, tetapi ini adalah nyata.


 Dengan penuh keberanian, Yuda berjalan turun dari lantai dua ruang kelasnya menuju lobbi, rupanya bukan hanya orang-orang dari ruang kelasnya tetapi semua orang tanpa terkecuali berubah menjadi patung batu. 


           “sebenarnya apa yang terjadi disini”


 Kejanggalan tidak sebatas sampai situ, diluar lebih parah lagi. Yuda berlari keluar satpam, pejalan kaki, pedagang bahkan kucing sekalipun berubah menjadi patung batu. Orang-orang yang sedang berkendara juga berubah menjadi batu hingga kendaraan terhenti, dimana-mana tak ada lampu yang nyala sama sekali. Semuanya mati. Tetapi masalah utamanya, langit berubah menjadi malam kelabu tanpa bintang dan bulan. 


    “apa-apaan ini!” Yuda tak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


 Yuda mengecek jam tangannya, masih pukul 4 sore. Harusnya jam segitu hari belum malam, bahkan gelapnya malam seperti tengah malam. 


            “tunggu sebentar” 


            Yuda mengamati jam tangannya kembali, jam sudah mati, berhenti di pukul 16:17


 Keanehan berikutnya adalah para pengendara, jika sereka semua berubah jadi patung batu saat mobil atau motor menyala, harusnya terjadi ledakan diberbagai tempat. Tetapi semua terhenti begitu saja.


 Seakan jatuh kedalam dunia misterius dan hanya dirinya saja yang seorang diri berdiri disini dan masih bernapas, Yuda terdiam tak percaya menyaksikan apa yang dia lihat. Apa dunia berakhir begitu saja, tidak Yuda tak ingin berpikir langsung seperti ini. Pasti semua ini ada penjelasan logis.


            Truk..truk..truk


 Suara langkah kaki, tapi terdengar bukan langkah kaki sepatu.  Yuda juga merasakan bulu kuduknya berdiri, 


      Suara berikutnya, seperti ada yang menabrak mobil.


            Huussssssss!!!!


 Asalnya berasal dari gerbang menuju husen, dari balik kegelapan muncul sosok makhluk yang tak akan terbayangkan oleh Yuda sama sekali, Yuda mengarahkan cahaya batu biru ke sosok makhluk tersebut. 


            “be…besarnya”

__ADS_1


 Makluk itu, ukurannya setinggi mobil, kulit aga kehitaman, dua tanduk dikedua sisi hidung. Badannya bulat ada sedikit bulu, matanya yang tajam mengarah ke Yuda. Hidung yang menonjol seakan memberitaukan Yuda akan sosol Makluk tersebut.


            “i..i..ini bohong kak, ba.babi ngepet!”[]


__ADS_2