
Baik Andy dan Gilang tidak bisa berkata apa-apa dan terkejut setelah mendengar penjelasan dari Derec. Tentu saja bagi mereka butuh waktu untuk bisa mencerna kalau selama ini mereka ketempelan sama white lady.
Tapi masalah utamanya, kalau memang mereka ketempelan harusnya sekarang White Lady ada didalam diri mereka. Kasus ketempelan biasa seperti itu, biasanya. Cuman sekarang White Lady tengah bertarung sengit dengan Mirna. Suara pertarungan mereka sampai terdengar kesini.
Bahkan Andy saja dia masih kurang yakin soal pernyataan Derec kalau dia dan Gilang sedang ketempelan, ini terdengar tidak masuk akal dimata pemuda itu, bagaimana mungkin sosok White Lady bisa menempelkan dirinya padahal dia sendiri sedang bertarung sengit dengan Mirna.
Yuda sekali pun aga bingung bagaimana dia harus menjelaskan secara jelas kepada mereka berdua yang terukir jelas tidak percaya.
“aku yakin kalian tidak percaya” Derec pada akhirnya angkat bicara “bagaimana bisa matis itu bisa menempel, cuman coba pikir lagi kebelakang, setiap langkah kita semua diketahui jelas oleh dia”
Baik Andy, Gilang dan Siska sama-sama terdiam oleh ucapan Derec, mereka juga sadar kalau setiap keputusan yang diambil entah itu mau sembunyi atau sekedar melangkah saja pasti matis itu tau.
Meski begitu, tapi ini juga masih belum bisa menjelaskan bagaimana cara matis wanita cantik nan menakutkan tersebut membuat Andy dan Gilang ketempelan, entah mau berimajinasi segimana pun juga tetap tidak ketemu jawaban yang aga logis.
Dah intinya matis itu tau pergerakan kita titik, Lia terdengar sudah greget. Balik lagi kemasalah utama, kita harus bikin rencana baru, karena matis sudah tau semua rencana kita.
Tidak ada seorang pun yang mengelak, bahkan Yuda sekali pun dia tidak bisa memikirkan ide bagus disituasi seperti ini, meskipun mereka membuat rencana baru tanpa ada Gilang dan Andy (mereka aga menjauh sedikit), tapi tetap saja si matis bakal tau dari suara Lia
Raut wajah Derec, masih tetap sama, dia seperti tidak mendapat ide apapun didalam benaknya. Kalau sudah seperti ini, terpaksa mereka harus memanggil bantuan, tim Backup.
Namun kalau itu dilakukan, tidak akan memberikan hasil apapun, sama seperti sebelumnya, si matis tetap akan tau. Jika saja ad acara untuk menghilangakn efek ketempelan di Andy dan Gilang pasti masih ada peluang untuk mereka.
Terdengar Derec menghela napas panjang, raut wajah dia tidak ada perubahan tapi sepertinya dia sudah memiliki keputusan.
“kita akan ubah rencananya” ucap Derec sesuai perkiraan Yuda.
Haaaa, kalau gitu kita harus memikirkan matang-matang rencana apa yang harus kita susun, kata Lia.
Suara ketukan berbunyi didekat Derec. Yuda melirik, jari telunjuk kanan Derec terus-terus mengetuk permukaan body mobil dibelakangnya, suara ketukan tersebut cukup keras jika sebatas terdengar oleh 5 orang. Selain itu dia tidak henti-hentinya mengetuk-ngetuk body mobil tersebut, suaranya memang hanya terdengar disekitar, tapi tetap saja berisik, seolah-oleh dia memang sengaja_.
Derec memang sengaja mengetuk-ngetuk body mobil, suara ketukan tersebut bernada, tidak sembarang mengetuk.
“jadi nanti, secara bergantian kita mentransfer permata sapphire, pastinya itu akan memancing si matis datang” Derec menjelaskan rencana dia.
Walau dia sibuk menjelaskan rencana baru tersebut, tetapi suara ketukan tetap saja terdengar lebih jelas dari pada suara mulut dia sendiri.
__ADS_1
“tapi saat matis datang, kita langsung amankan permata” ucap Derec, jari dia tetap mengetuk-ngetuk body mobil.
Begitu rupanya, Yuda paham. Suara ketukan Derec adalah kode, sedangkan apa yang sedang dia ucapankan hanyalah pengalih perhatian. Rencana Derec sebenarnya ada pada kode ketukan yang dia ambil.
Baik Yuda dan yang lain sudah memahami maksud dari koda Derec, ditambah dari penjelasan kode Derec, Yuda dan teman-temannya tidak boleh menunjukan reaksi kalau mereka mendengar suara yang dibuat jari Derec.
Diantara sebagian kode yang dibuat oleh Derec, diantaranya adalah T_.
Teman-teman, aku sudah cukup menahan dia, ucap Mirna lewat headset, tapi kalau boleh jujur, sekarang dia sudah marah banget dan_ lebih menakutkan dari sebelumnya.
“menakutkan gimana?” Tanya Derec.
Sekarang dia sudah tidak mengenakan dress, tapi lebih seperti pakayan penari tradisional lengkap dengan selendang, elok banget pula, Mirna menjelaskan, ditambah dia juga memakan topeng.
Firasat Yuda enggak enak, dalam pikirannya dia jadi terbanyang akan sosok hantu-hantu berpakayan tradisional yang muncul dalam film bioskop, tapi dia berusaha menepis seluruh imajinasi enggak masuk akal dalam benaknya.
Terpenting sekarang, dia harus fokus pada rencana. Saat ini Yuda, Andy, Gilang dan Siska masing-masing dari mereka menuju ketempat empat permata kosong, sedangkan Derec dia menunggu kedatangan Mirna sambil menggenggap permata Sapphire ditangannya.
Padahal dia sedang terluka, tapi dia tak ingin lukanya tersebut menjadi hambatan dalam misi, walau sebenarnya dia sudah kena omel Lia, paling tar saat misi selesai dan mereka pulang kembali kemarkas, Derec pasti mendapat omelan tahap kedua dari Lia.
Tinggal menunggu Mirna muncul bersama matis mengejar dia seperti hewan buas____ Ada suara gendang\, gong\, bonang dan berbagai suara alat musik lain yang terbentuk dalam satu instrument gamelan.
Suara musik gamelan tersebut memang merdu dan indah tetapi disisi lain membuat Yuda merinding hebat.
“ini sih sudah luar biasa marah” ucap Yuda.
Dari Headset, Lia memberitau kalau Mirna sekarang sedang berlari kelokasi Andy, bersama si mantis yang mengejarnya. Sang operator tersebut menerus memberitau kondisi disetiap detiknya, dia pasti sudah luar biasa tegangnya, meski pun dikatakan sudah bukan amatir.
Mirna sudah dilokasi A (Lokasi Andy) Matis White Lady mengejar dari belakang, ucap Lia, Matis sudah masuk lokasi A Derec.
Apaan ini, bak penari topeng penampilannya, Komentar Andy dia terdengar teriak dari Headset. Wah enggak lucu ini, Mirna dia marah banget ini.
Kan aku udah bilang, kata Mirna terdengar sewot.
Kali berikutnya yang Yuda dengar, baik Mirna dan Andy sama-sama tenggelam dalam pertarungan melawan mantis, bahkan dia juga bisa mendengar kalau Andy tidak hentinya mengoceh soal bagaimana si matis bertarung dan menggunakan kemampuan telekinesisnya.
__ADS_1
Bahkan dia juga menjelaskan, entah bagaimana si matis dapat memantulkan tembakan Andy hanya dengan sehelai selendang. Memantulkan peluru dengan selendang, sungguh logika enggak masuk akal, sulit bagi Yuda mencerna ucapan Andy.
“Yuda” Derec menepuk pundak Yuda dari belakang “waktunya”
Yuda balas dengan anggukan.
Yuda menunjukan permata kosong di sebuah pot bunga bekas dekat pintu masuk mall. Sedangkan Derec, dia mengambil permata Sapphire dari tas pinggangnya. Mulailah dia mentransfer permata tersebut. prosesnya aga memakan waktu sekitar 1 menit, aga memakan waktu, dan selama itu Mirna dan Andy harus bisa mengulur waktu.
Setelah selesai, dari balik pot muncul portal biru seperti terakhir Yuda lihat dalam misi Tuyul. Tidak ada apapun dari portal tersebut benar-benar sama persis seperti terakhir kali dia lihat.
WHITE LADY MELESAT KE ARAH KALIAN!
Yuda langsung melompat kesamping bersama Derec sambil membawa pertama sapphire yang baru dia transfer. Ketika dia sadar, ada banyak pecahan kaca menancap disekitar portal. Jika saja Lia tidak memperingatkan mereka berdua mungkin saja_.
Sosok matis berdiri tak jauh dari tempat Yuda dan Derec. Seperti ucapan Mirna, dia benar-benar berpakayan layaknya penari tradisional lengkap dengan selendang, ditambah ada topeng diwajahnya. Topeng itu memiliki ukiran wajah tenang tetapi seram, dilapisi warna emas terang berhias kepingan berlian dikening topeng.
Bukan hanya topeng saja yang memiliki warna keemasan, pakayan si matis juga aga keemasan, seakan-akan warna keemasan tersebut melambangkan derajat dari matis tersebut. tetapi untuk selendang sendiri memiliki warna merah gelap.
Derec tanpa permisi main lempar granat kearah si matis, disaat yang sama dia Tarik lengan Yuda. Granat meledak tepat dihadapan topeng si matis. Sedangkan Yuda dan Derec mereka berusaha berlari menjauh dari matis, jika bisa mereka harus jaga jarak dari jangkauan serangan dia.
Sekira udah cukup jauh, Yuda melihat samar-samar kondisi si matis. Sekiranya dia berharap topeng matis itu hancur karena ledakan granat. Harapan tersebut tidak ada artinya, karena topeng si matis masih terpasang erat diwajahnya, tak ada tanda-tanda kalau topeng tersebut hancur.
Karena marah besar, lagi-lagi dia kembali menghujani kedua pemuda itu dengan pecahan kaca, tidak ada pilihan lain selain lari.
“Yuda kita harus berpencar” kata Derec.
“tentu, sesuai rencanakan?”
Derec mengangguk “tunggu sinyal dariku, lalu kamu bawa White Lady”
Dalam hitungan ketiga, Derec kembali melempar bom asap, asapnya sangat tebal cukup mengulur waktu sampai Derec bisa lari menjauh membawa permata sapphire bersamanya.
Asap perlahan-lahan memudar, si matis melihat Yuda berdiri seorang diri, tangan kanannya membawa permata yang baru dia transfer.
“ayo nona, gimana kalau kita menari bersama”[]
__ADS_1