SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Raka sangat Posesif


__ADS_3

"Al, pulang sekolah kita kemall yuk. gue mau beli sepatu " ajak mona sambil melihatkan sepatu yang ingin ia beli


aku mengangguk " yaudah ayuk. gue juga mau cari sepatu plus juga make up" jawabku santai.


mona hanya diam tanpa membalas ucapanku. aku pun bingung dan menghentikan aktivitasku yang sedang mempersiapkan buku untuk pelajaran berikutnya.


"lu kena.. pa? " ujarku padanya, mona terus menatap raka tanpa panjang lebar aku langsung melirik kearah raka. aku menggelengkan kepala, sudah kebiasaan raka jika mona mengajakku tanpa dia, raka akan melihat mona dengan tatapan tajamnya.


"heheheh lu ga usah liat gue gitu banget ogeb! kami ga kemana mana kok cuma kemall habis itu pulang" ujar mona pada raka.


"kalau gitu gue ikut" jawab raka langsung memalingkan wajahnya kearah ku.


"ga bisa rak lu kan cowok. lagian gue ama alena sebentar aja kok. jadi lu ga perlu khawatir"


"pokoknya gue ikut titik" kekeh raka


ali yang mendengar itu hanya diam dan tetap fokus kepada aktivitasnya saat ini.


"eh rak bukannya lu nanti rapat osis" ujar mona mencari alasan agar raka tidak ikut. mona itu tau persis jika raka ikut dengan kami pasti raka terus mengeluh minta pulang dan menarik terus tanganku. aku hanya terdiam dan menikmati perdebatan kecil yang dilakukan oleh kedua sahabat yang sangat aku sayangi.

__ADS_1


akhirnya raka mengalah dan memperbolehkanku pergi. maklum raka itu sangat posesif terhadapku. ia ga mau kejadian waktu ali menyakitiku keulang lagi dan raka juga udah janji pada mama papa juga alexa bahwa ia akan menjaga ku dengan baik.


itulah alasannya kenapa aku masih jomblo dan aku cukup menikmatinya.


"yaudah lu boleh pergi sama dia" ujar raka kepadaku sambil menunjuk mona. mona yang melihat itu pun tersenyum penuh kemenangan. jarang banget ia menang jika berdebat dengan raka.


aku mengangguk dan terus tersenyum "awas ya kalau lu macam macam al dan kalau ada yang ganggu lu langsung telfon gue. ingat" sambung Raka.


"iya iya lu bawel banget" jawabku singkat


"alena terus yang dikhawatirin. kalau nanti gue yang digangguin gimana" sewot mona dengan memasang tampang cemberutnya yang khas


mona pun cemberut dan memalingkan wajahnya.


"cup cup cup udah ga usah cemberut gitu. biar gue yang jagain lu" ujar Riza yang dari tadi menyimak dan terus memperhatikan kami.


"apaan sih lu ikut campur aja! sono gue ga ngomong ama lu geblek" mona tambah sewot mendengar ucapan Riza.


Riza hanya tertawa melihat ekspresi mona yang begitu menggemaskan baginya.

__ADS_1


Riza udah lama banget naksir sama mona tapi mona sendiri yang terus nolak dia. ga tau kenapa.


**


pak agus pun memasuki kelas "baiklah kita memulai pelajaran matematika dan kalian silahkan buka buku cetak halaman 126. disitu ada soal pytagoras. saya minta kalian menjawab semua soal itu dan satu persatu harus maju kedepan. bapak akan mengambil nilai harian kalian hari ini. tidak pakai ribut" tegas pak agus. ia sudah hafal sifat kami jika ada pengambilan nilai harian pasti kami ribut dan mencari alasan.


aku melirik kearah Raka dan ali. mereka tetap santai dan segera melakukan perintah yang pak agus berikan.


denger denger ali juga pintar dalam pelajaran matematika. ini akan menjadi saingan raka dikelas sepertinya.


aku melihat mona sekilas dan langsung menggeleng. disaat seperti ini mona sempat sempatnya memainkan game yang terkutuknya itu "woi lu ngapain sih. lu ga dengar apa yang dibilang pak agus tadi" bisikku


"denger kok. udah ntar gue mintak jawaban lu aja ya kayak biasanya" jawabnya sangat santai


aku menggeleng melihat sifat dan tingkah sahabatku satu ini. ia berbanding terbalik dengan raka. aku ga habis fikir bisa bisanya cewek yang lebih nakal dari cowok. ahahahah


****jangan lupa like dan comentnya ya gaes. itu membuat author semakin semangat untuk melanjutkan part berikutnya.


thanks gaes

__ADS_1


love you more**


__ADS_2