
"Aiko biarkan aku saja yang mengantar data itu ke administrasi" tawarku kepada Aiko, Aiko mengangguk dan memberikan data itu.
Aku pun bergegas mengantar berkas ini ke meja administrasi.
"Sus ini data pasien yang akan dioperasi besok " ujarku menyerahkan berkasnya
"Makasih Dokter" jawabnya diiringi dengan senyum.
Setelah memberikan berkas itu aku pun segera keruanganku namun belum sempat aku pergi, aku melihat ibu yang sedang berbincang dengan suster, ia tampak memohon dan air matanya terus mengalir dipipinya. Aku pun menghampiri mereka
"Maaf ada apa ini?" Tanyaku
Suster itu pun tersenyum kepadaku "begini dokter, ibu ini meminta agar Anaknya segera dioperasi namun ia belum melunaskan uang administrasinya" jelas suster itu
Aku melihat ibu nya sekilas "bolehkan saya melihat berkasnya sebentar?" Tanyaku lagi
Suster itu pun mengangguk dan memberikan data pasien itu. Aku pun membaca hasil pemeriksaannya cukup parah dan harus segera diberi penanganan yang serius.
"Suster, apakah berkas ini sudah sampai ditangan Dr kang?" Tanya ku
"Belum Dr, berkas ini akan ditangani oleh Dr kang ketika pembayaran administrasinya sudah lunas begitulah peraturan dari rumah sakit ini"
Aku mengangguk mengerti dari ucapan suster itu. Masih berbincang bincang tiba tiba seorang gadis datang menghampiri ibu tadi " omma,, yoona terbangun dan kesakitan dibagian perutnya" jelas gadis itu.
Melihat ibu nya yang panik dan segera berlari, aku dan suster pun mengikuti nya. Aku sangat terkejut melihat pasien. Ternyata mereka kembar. Seketika bayangan lexa menghampiri pikiranku. Namun aku berusaha tak terbawa suasana, aku pun memeriksa kondisi pasien. Setelah menanganinya aku pun berbicara kepada suster itu.
"Suster tolong ikut saya" ujarku. Suster itu langsung mengangguk dan meninggalkan ruangannya
Sebelum meninggalkan ruangan itu, aku pun melirik sekilas gadis disebelah pasien. Ia tambak sangat menyayangi kembarannya begitu juga dengan ibu nya yang sedang duduk mengelus pipi putrinya.
Aku menghapus air mata yang mengalir dipipiku "Dokter kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Suster yang bernama yoon
Aku menggeleng "berapa biaya operasi itu sus?" Tanyaku to the poin
Ia mengecek komputer didepannya "total biaya operasi dan biaya perawatannya 20 juta dokter" jawabnya
__ADS_1
Aku mengangguk "berikan ia perawatan yang terbaik disini " ujarku sambil memberikan black card yang aku punya untuk membayar semua tagihan rumah sakit nya.
Suster yoon terkejut ketika melihat black card milikku. Blackcard itu sebenarnya pemberian papa untuk keperluan ku disini. Namun baru beberapa kali ini aku memakainya. Biasanya aku memakai kartu biasa untuk membeli keperluan yang totalnya dibawah 10 juta. namun ia dengan cepat menerima kartu itu dan menggeseknya keluar lah total biaya operasi dan perawatannya. Total semuanya 35 juta. Setelah selesai suster yoon pun mengembalikan blackcard ku dan memberikan struknya.
"Terimakasih Dokter, saya akan mengantar berkas ini kepada Dr kang" pamitnya. Aku pun mengangguk paham.
Aku kembali keruangan pasien itu "putri anda akan segera ditindak lanjuti nyonya" ujarku memulai percakapan.
Ibu itu sangat terkejut mendengar penuturan ku "ta..pi Dokter sa..ya tidak punya uang untuk melunasi nya" jawabnya
"Jangan pikirkan masalah biaya, yang terpenting putri anda bisa ditangani lebih lanjut" jawabku
"Terimakasih banyak Dokter terimkasih banyak" ujar ibu itu sangat bahagia.
Sebelum pamit, aku pun tak lupa mengelus kepala pasien dan segera berpamitan.
Aku tak langsung keruanganku melainkan ke rooftop.
"Hikkss hikkss hiksss Lexaaaaaa" teriakku
"Lexx gue rindu banget sama lu hikss hikss hikss. Lex balik sebentar gua mau peluk lu hikss hikss hikkkss" ujarku menatap langit.
Aku pun terduduk dilantai sambil menangis "Al kamu tidak apa apa?" Suara Dr kang menghampiriku
Aku sangat terkejut kenapa Dr kang bisa tau jika aku disini "Dr kang kenapa bisa tau saya disini?" tanyaku sambil menghapus air mataku
"Saya mencari mu sedari tadi, kenapa kamu membayar tagihan Pasien Sebanyak ini?" Tanyanya
"Dari mana Dokter tau jika saya yang melunasinya?"
"Suster yoon memberitahu saya"
Aku terdiam sebentar "Dr kang tolong selamatkan dia" ujarku lagi
"Kita akan bekerja keras untuk menyelamatkannya"
__ADS_1
"Hmmm saya tidak sanggup untuk ikut didalam operasi kali ini dok. Maafkan saya" jawabku tertunduk
"Kali ini saya sungguh minta maaf Dokter, Dokter boleh memberikan saya nilai jelek kali ini. saya Akan terima" sambungku lagi
"Apa alasan kamu sehingga tidak bisa membantu operasi kali ini" tanya nya bingung
"Hmmm Pasien itu mempunyai saudara kembar Dokter, saya teringat kepada mendiang kembaran saya" jelasku
Dr itu membawa ku kepelukannya "menangislah" ujarnya lagi
Aku menangis sejadi jadinya melimpahkan kerinduan kepada Kembaranku Lexa. Setelah puas menangis dan menenangkan diri. Dr kang pun segera turun ke ruangan pasien sedangkan aku dipersilahkan keruangan kami untuk menunggu hasil dari operasi itu.
"Kamu disini ya dan berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar" ujar Aiko menenangkan ku. Aku mengangguk dan memeluk Aiko.
Sambil menunggu hasil dari operasi itu, aku menyibukkan diri untuk membaca berkas kondisi pasien yang aku periksa tadi pagi. Tak terasa azan ashar pun berkumandang diPonsel ku. Aku langsung bergegas untuk mengambil wudhu menunaikan kewajibanku. Dirumah sakit ini tidak ada ruangan untuk sholat dikarenakan muslim minoritas disini. Aku biasanya menunaikan sholat diruangan istirahat Dr kang. Ia memperbolehkan ku melaksanakan sholat disini agar khusyuk ibadahnya.
Setelah berjam jam menunggu akhirnya kabar baik datang juga. Proses operasi berjalan dengan baik dan lancar. Aku sangat bahagia mendengarnya.
"Terimakasih dokter" ucapku kepada Dr kang. Ia mengangguk dan kembali duduk dikursinya.
Diruangan ini awalnya hanya Dr kang yang menempati, namun setelah Aku dan Aiko koas dan Dr kang menjadi pembimbing kami, ruangan ini pun ditambahKan meja dan kursi nya. Dan hasilnya ruangan ini menjadi ruangan kami bertiga.
"Hmmm mari kita lihat kondisi pasiennya" ajak Aiko seakan mengerti keinginanku. Dengan semangat aku pun mengangguk.
Pasien itu pun sudah dipindahkan keruangan VVIP dirumah sakit ini. Kami pun sampai diruangannya. Aku dan Aiko masuk untuk melihat kondisi pasien belum sempat mendekati pasien, ibu pasien pun langsung menghampiriku dan membungkukkan badannya hingga 90 derajat.. Aku sangat terkejut melihat reaksi ibu itu "nyonya jangan seperti ini. Tegak kan lah badanmu" ujarku disaat menerima perlakuan itu. Ini adalah tradisi orang disini sebagai ucapan terimakasih ataupun sebagai bentuk penghormatan. Namun di agamaku tidak dibenarkan melakukan atau menerima perlakuan itu.
Ibu itu pun heran melihat respon ku "maaf nyonya Dokter ini beragama muslim jadi di agamanya tidak dibenarkan melakukan atau menerima penghormatan seperti itu" ujar Aiko menjelaskan maksud ku
Aku mengangguk. Ibu itu pun mengerti "bolehkan saya memeluk Anda Dokter sebagai ucapan terimakasih saya" pinta ibu itu. Aku pun mengangguk menyetujui permintaannya.
Setelah berpelukan, sekarang giliran pasien dan saudara kembarnya berterimakasih kepadaku.
Aku pun sangat bahagia " aku akan mentraktir mu makan di cafe" tawarku yang lebih tepatnya ajakan ku kepada Aiko setelah keluar dari ruangan pasien.
Aiko dengan semangat menerima nya " yeesss akhirnya kita akan makan Daging dan minum sojuuu. Bagaimana kita mengajak Dr kang?" Tawarnya
__ADS_1
Aku pun setuju dengan saran Aiko. Ini adalah ucapan terimakasih ku kepada Dr kang dan Aiko.
Note : terimakasih ya gaes udah mampir dan baca up an author. Dan tidak lupa pula Author mengingatkan jika kalian suka dengan cerita ini jangan lupa tinggalkan like dan coment positifnya ya. Jika tidak suka please jangan tinggalkan coment negativ. Love youuu all 💕