
Setelah mama tenang, Aku pun pamit untuk menjemput Raka kurang lebih satu jam lagi Raka Tiba di Airport. Ya Raka transit dari jakarta ke bandung" Aku sudah tak sabar menunggu kedatangannya.
Namun belum sempat melangkah keluar dari pintu terdengar suara teriakan "Alenaa hikss hikkss hiksss" suara Tante sinta menghampiriku dengan langkah kakinya yang lebar
"Ada apa tan, hati hati nanti terpeleset" ujarku menghampiri tante sinta
Tante sinta memandangku dengan air mata yang terus mengalir diwajahnya yang bulat "Al hikss hikkss buka tv sekarang!" Perintah nya, aku yang kebingungan pun melakukan perintah Tante sinta.
"Pemirsa,, sudah terjadi kecelakaan pesawat dari jakarta menuju Bandung setengah jam yang lalu. Diketahui kondisi pesawat yang kehilangan kendali mengakibatkan kecelakaan tak bisa dihindari lagi" jelas pembawa berita itu.
Melihat itu Aku langsung terduduk lemas. Aku tak menyangka jika Raka orang yang amat aku dicintai dan kedua orang tuanya menjadi korban kecelakaan pesawat itu.
Aku tak bisa menahan tubuh ku yang terkulai lemas dilantai begitu juga dengan Tante sinta yang memelukku. Mama pun berlari menghampiriku dan langsung memeluk ku.
Tak ada suara isakan tangis yang keluar dari bibirku. Aku hanya menatap kosong tv yang sedang menayangkan evakuasi korban pesawat itu. Ya ini adalah kehilangan kedua kalinya yang terhebat didalam hidupku.
Kehilangan yang pertama itu adalah kehilangan kembaranku yang meninggalkan ku untuk selamanya. Rasa sakit itu pun bertahun tahun atau bahkan tidak pernah hilang dan sekarang orang yang sangat aku sayangi yaitu calon suamiku juga meninggalkan ku. Aku berharap ada keajaiban yang bisa menolong Raka dan kedua orang tuanya namun itu mustahil mengingat keadaan pesawat yang terbakar hangus.
Mama membawaku kekamar untuk istirahat. Ya kaki ku tak bisa melangkah lagi. Semua badanku terasa tak bertulang dan air mata terus menerus membasahi wajahku.
__ADS_1
Tak ada tangis yang paling menyakitkan dan bisa mengalahkan tangis tanpa suara. Duniaku bener sangat hancur.
Orang yang sudah lama aku cintai kini telah meninggalkan ku. Andai saja waktu bisa ku ulang aku yang akan menyusul Raka.
Semua keluarga ku menangis terisak dan hanya aku yang menangis tanpa suara. Mama yang memelukku terus mencium pucuk kepalaku. Namun aku tak merespon apa apa.
Semuanya berada dikamarku begitu juga dengan papa dan om Rangga. Kami menunggu kabar dari Tim sar dan anak buah papa untuk mencari jasad Raka dan kedua orang tuanya.
Ya sudah dipastikan semua penumpang meninggal dunia dan diantara penumpang cuma satu yang berhasil selamat yaitu pramugari dibagian belakang. Walaupun ia selamat namun kaki dan tulang punggungnya mengalami patah yang sangat sulit untuk disembuhkan.
Setelah menunggu beberapa jam kini jasad Raka dan kedua orang tuanya pun telah ditemukan. Kami segera menuju rumah sakit itu.
Begitu juga dengan kedua orang tuanya yang hangus terbakar akibat ledakan pesawat itu.
Aku sangat histeris melihat semuanya dan pastinya kejadian ini terulang lagi. Melihat Raka terbujur kaku, dengan emosi yang sangat tinggi, dinding ku pukul untuk menjadi pelampiasannya. Ya aku memukul dinding dan kaca diruangan itu. Semuanya terkejut dan sangat panik melihat keadaan ku.
Papa yang tak bisa melihatku seperti itu pun terjatuh dengan lemas nya begitu juga mama. Keadaan ku sangat kacau saat ini. Tak ada siapa pun yang bisa menenangkan dan meredakan emosiku begitu juga dengan Om Rangga. Om Rangga sudah mencoba menangkapku namun dengan kuat aku pun mendorongnya hingga terjatuh. Mereka terus berteriak memanggil namaku namun aku tak menghiraukannya.Setelah tanganku luka luka tiba tiba Arya menangkapku dan memeluk ku dengan sangat erat.
"Jangan dekati aku!!!!!! Biarkan aku menghancurkan semua ini hikkss hikkkss hikkksss" pekikku namun tak dilepas juga oleh Arya.
__ADS_1
Melihat kedatangan Arya, papa pun menjadi lega. Bukan papa tak berniat menghentikan ku namun kaki nya juga lemas tak bisa bergerak begitu pun Mama.
Sedangkan nenek dan tante sinta hanya menunggu kabar dirumah.
Sekarang keadaan ku mulai tenang, tanganku pun diobati oleh suster. Aku hanya terdiam tanpa bersuara rasa sakit yang ditimbulkan bukanlah apa apa dibandingkan rasa sakit nya kehilangan orang yang sangat disayang.
Setelah selesai jenazah Raka dan kedua orang tuanya pun siap untuk dimakamkan. Sebelum Raka dimakamkan, pikiranku mulai tenang dan mungkin inilah takdir cinta ku padanya. Aku pun memberanikan diri untuk ikut kepemakaman juga didampingi Mama.
"Selamat jalan sayang. Aku disini akan mendoa kan mu. Mungkin didunia kita tidak berjodoh. Aku disini akan selalu mencintai mu Raka Gabriel Malik" gumamku
Aku pun memeluk nisan yang bertuliskan Nama seseorang yang sangat aku cintai "mungkin rasa yang kita miliki hanya SEBATAS RASA tanpa bisa memilikinya" ujarku lagi dan mama pun membantuku berdiri.
Aku tidak tau pasti akan seperti apa kehidupanku kedepannya. Dan satu tekatku aku harus bisa mengiklaskan semua ini dan juga melanjutkan hidupku kedepannya.
Selamat tinggal Raka. Kau adalah cinta pertamaku. Doakan aku agar bisa melepasmu dengan ikhlas.
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
__ADS_1
thankss gaes**