
Hari ini gilaranku jaga shift malam lagi. Seperti biasanya aku berkeliling untuk mengecek kondisi pasien yang dirawat inap. Biasanya aku bersama Aiko namun Kebetulan Aiko ga enak badan jadi dia izin. Sebenarnya bukan izin namun aku yang meminta untuk Aiko beristirahat dirumah agar kondisinya cepat membaik tentunya dengan persetujuan Dr kang.
Setelah mengecek kondisi pasien, aku pun memutuskan untuk keruanganku. Hari ini aku bertugas dengan Dr kang.
Aku melirik Dr kang sekilas, ia sangat fokus membaca hasil pemeriksaan dari pasien yang akan dioperasi besok.
Aku pun duduk dikursiku sambil memandangi foto ku dan kembaranku dilayar ponsel.
"HHmmm kamu ngelamun ya Al?" Tanya Dr kang yang sedang berdiri didepan mejaku
Aku sangat terkejut "apa Dr? Tidak Saya tidak melamun" jawabku
"Kenapa tidak mendengar saya panggil?"
"Ituu dok hmmm maaf dok"
"Ada apa dok?" Sambungku
Dr kang melirik sekilas foto diponselku "itu foto kamu?" Tanyanya tanpa menghiraukan pertanyaanku tadi
Aku mengangguk "iya dok ini foto saya dan kembaran saya" jawabku sambil memegang kembali ponselnya.
Ia duduk disampingku "lalu dimana dia sekarang?" Tanyanya penasaran. Ga seperti biasanya Dr kang berbicara banyak.
Aku sangat terkejut dengan pertanyaannya, namun aku dengan cepat menghilangkan rasa keterkejutanku ini "hmmm dia sudah meninggal sewaktu kami kecil dok" jawabku
"Maaf saya bukan bermaksud"
__ADS_1
"Tidak apa apa dok"
"Mari makan. Aku sangat lapar" ujarnya tiba tiba untuk mengurangi rasa canggungku.
Aku pun mengangguk mengiyakan ajakannya. Jujur aku belum makan sedari siang tadi.
Kami pun pergi ke kantin dan memesan makanannya. Menu dikantin ini setiap harinya berbeda beda ada yang halal dan juga ada yang non halal.
"Saya ingin pesan nasi dan sop rumput laut dengan daging. Kamu pesan apa?" Tanya Dr kang kepadaku
Aku pun berfikir, menu hari ini sop rumput laut dengan daging, lalu aku bertanya untuk memastikan daging apa yang digunakannya "ahjeossi maaf saya ingin bertanya daging yang digunakan halal atau tidak?" Tanyaku dengan sopan. Ia berfikir sejenak "maaf nona makanan ini tidak halal" jawab pedagang kantin nya mengerti apa yang aku maksud.
"Baiklah aku pesan minum saja dan juga roti" ujarku kemudian diikuti anggukan paman itu.
"Maaf kan saya karna saya lupa kalau kamu tidak bisa memakan itu" ujar Dr kang merasa bersalah
Ia pun mengangguk, tak beberapa lama makanan pun sampai "apa kamu keberatan jika aku memakan ini didepanmu?" Ucap Dr kang merasa tak enak hati
"Tidak apa apa dok, saya juga sudah terbiasa" jawabku lagi
Setelah meminta izin ku ia pun melahap makanan itu begitu juga denganku melahap roti yang ku pesan tadi.
"Kenapa sih gue lupa bawa bekal yang udah dibuat Ani. Kalau bawa bekal kan ga perlu makan roti ginian" batinku.
Setelah selesai makan, kami pun kembali bekerja. Aku sedang sibuk memantau pasien dan mencatat kondisi pasien.
Tapi sudah beberapa lama aku tak melihat Dr kang, namun aku tak menghiraukannya karna ini juga sudah larut mungkin ia beristirahat diruangannya pikirku.
__ADS_1
Setelah selesai mengontrol semua pasien, aku duduk didekat administrasi untuk beristirahat sejenak namun tiba tiba Dr kang datang.
"Ini makanan dan ini halal" ujarnya sambil menyodorkan makanan untuk ku
Lagi lagi aku terkejut dibuat nya "ambil lah dan makan lah" sambungnya lagi.
Aku pun mengambil makanan itu dan segera membawa keruanganku. Begitu juga dengannya mengikuti ku.
"Maafkan saya sudah merepotkan anda" ujarku disela sela makan.
Ia mengangguk dan terus fokus membaca berkas kondisi pasien yang sudah ku tulis dan aku cek.
**
Kini sudah menunjukkan pukul 4 pagi, mataku sudah sangat mengantuk namun kerjaan masih banyak "jika kau mengantuk tidurlah sebentar" ujar Dr kang seakan mengerti keadaan ku.
Aku dengan tegas menggeleng karna aku tidak ingin mendapatkan penilaian yang buruk untuk sertifikatku. Aku berusaha mengalihkan ngantuk yang melanda ku dengan mondar mandir diruangan itu dan sesekali mengecek kondisi pasien lagi.
Tak terasa sudah pukul 7 pagi dan waktunya aku untuk pulang istirahat.
Aku pun berpamitan dengan Dr kang. Ia menawarkan untuk mengantarku namun aku menolaknya dengan pelan. Sungguh aku tak ingin merepotkannya namun dengan kegigihannya akhirnya aku pun pasrah.
"Bagaimana bisa kau menyetir dalam keadaan mengantuk begini" ujarnya diperjalanan. Mataku sangat berat untuk dibuka.
Aku hanya diam tak menjawabnya karna sudah tak sanggup menahan ngantuk dan tak sadar aku pun ketiduran dimobil itu.
Note : makasih ya udah mampir dicerita Author ini. Jangan lupa memberikan like dan komentar positif. Jika readers tidak suka mohon tidak meninggalkan komentar yang negatif. Karna itu sangat mengganggu Author. Thankss ya gaess love you💕
__ADS_1