SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Ternyata bukan sebatas rasa


__ADS_3

mendengar penuturan mona, aku sedikit lebih berani buat ngungkapkan perasaanku. aku ga mau lagi jika alena salah paham tentang gadis yang ku sukai dan ia akan semakin menjauh dariku.


**


setiap hari aku menghubunginya setidaknya bertanya kabarnya itu sedikit membuatku bahagia dan juga melepas rindu. bukannya tidak ingin menemuinya namun menurutku tidak harus seperti itu.


"sabar rak, seminggu lagi dia juga pulang" batinku


"raka, ayo makan nak" teriak bunda yang menghilangkan lamunanku. aku pun beranjak bangun dari ranjangku dan segera keluar kamar untuk menghampiri bunda.


bunda yang tengah menyiapkan makanan pun tersenyum ke arahku. aku sedikit kebingungan kenapa bunda tersenyum seperti itu "bunda kenapa? " tanyaku mendekati bunda


"ayah kamu hari ini pulang " jawab bunda yang tak luput dari senyumnya


aku hanya mengangguk paham dan langsung mengambil posisi ku. bukannya aku tidak senang ayah pulang, lalu aku harus reaksi seperti apa. seperti jingkrak jingkrak atau bersora ria dan percayalah aku tak sereceh itu.


setelah makan aku pun izin ke bunda untuk kembali kekamar. aku sangat merindukan alena dan segera ingin bertemu dengannya.


**


"nanti malam kita akan kebandung" ujar ayah memulai obrolan disore hari ini. ya ayah sampai dirumah beberapa jam yang lalu "kenapa harus malam sih mas berangkatnya?" tanya bunda. aku hanya menyimak percakapan orang tuaku.

__ADS_1


"iya sayang, mama mengadakan dinner keluarga jadi kita harus kesana malam ini juga" jawab ayah sambil membelai pucuk kepala bunda dengan penuh kasih sayang. ya seperti inilah pengantin baru kalau dirumah ga tau apa anaknya masih jomblo gini. aku hanya melirik malas sekilas dan langsung melanjutkan permainanku. jujur aku sangat senang karna sebentar lagi aku akan bertemu alena.


"kamu ikut ya rak" ajak bunda


"iya bun" jawabku tak melirik kearah bunda


"kamu ya diajak bicara bukannya ngelihat bunda tapi malah fokus ke hp kamu itu. ga sopan ya kamu" ujar bunda sedikit keras


mendengar itu, aku menghadap bunda dan ayah malas "raka tu bukan ga sopan bun tapi raka itu malas liat pengantin baru. ga ngerti banget kalau masih ada anaknya disini malah mesra mesra an" jawabku


"hahahhaah ya ampun rak, kamu pengen juga? makannya cari pacar jangan jomblo akut terus" sekarang giliran ayah menimpali perdebatanku dengan bunda


aku menghela nafas dan menghembuskan sedikit kasar "bukannya ga mau cari cewek yah tapi ga ada kayak alena" ujarku tanpa kusadari


"kamu suka sama alena rak? " tanya bunda


aku pun sadar kalau yang ku ucapkan barusan itu membuat ayah dan bunda mengetahui jika aku menyukai sahabatku sendiri. aku tak menjawab pertanyaan bunda dan hanya menunduk. melihat tidak ada respon dariku bunda pun mengerti jika aku menyukai alena. ia mendekati ku "bunda sadar kalau anak bunda ini sudah dewasa, namun untuk sekarang sebaiknya kamu harus fokus belajar dan harus sukses untuk membuktikan kepada om wijaya (papanya alena) kalau kamu itu bisa membahagiakan putrinya. bunda sangat menyayangi alena dan bunda juga akan mendukung apa yang terbaik untuk mu dan alena" ujar bunda kepadaku. aku tersenyum dan mengangguk mengerti jika mama mendukung ku namun ia juga sedikit memberikan ku saran agar aku menjadi orang yang sukses dan layak mendapatkan alena.


Flashback of


Alena POV

__ADS_1


"rak kita pulang aja yuk" ajakku


raka kembali menghadapku "al lu jangan ngejauhin gue, gue ga bisa jauh dari lu" ujarnya sambil menggenggam tanganku


aku menghela nafas dan menghembuskannya sedikit kasar "kita ga bisa seperti ini terus rak. gue mau kebahagian lu. maka kejarlah cewek yang lu suka itu" ucapku tanpa ku sadari pipiku basah akibat air mataku yang tak bisa ditahan lagi.


ia menghapus air mataku dengan lembut "gimana lu bisa mikir kalau gue bisa bahagia tanpa lu al" lirih raka. aku hanya menatapnya tanpa berniat untuk menjawabnya. aku sangat terkejut atas apa yang raka ucapkan "gue cinta sama lu al" sambungnya lagi


"gue ga salah dengar kan rak? " tanyaku tak percaya atas apa yang ku dengar


ia menggeleng " maafkan gue al maaf, gue udah hancurin persahabatan kita karna udah mencintai lu" jawabnya sambil menunduk


aku pun melepas genggamannya " rak lu jangan mempermainkan perasaan gue ini ga lucu" ujarku menggeleng dan sedikit menjauh darinya


ia kembali mendekatiku " gue ga bercanda al gue serius maafin gue.. gue cinta sama lu" ucapnya. aku pun menatap matanya mencari sesuatu kebohongan disana namun sayangnya aku tak menemukan yang ku cari. ia pun memelukku dan aku pun membalasnya. aku sangat bahagia karna cintaku tak bertepuk sebelah tangan dan bukan juga sebatas rasa sayang kepada seorang sahabat. beruntunglah orang orang sudah tak terlalu ramai seperti tadi karna hari sudah cukup larut malam.


"gue juga cinta sama lu rak" lirik ku pelan


****


mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.

__ADS_1


please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.


thankss gaes


__ADS_2