SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Bertemu IDOL


__ADS_3

Setelah cukup lama ditaman, aku pun mengajak Ani untuk pulang. Ya seperti itulah kehidupan ku di sini. Kuliah, pulang dan pergi kebeberapa tempat untuk membeli makanan ataupun membeli perlengkapan lainnya.


Jujur aku tak mempunyai teman dekat disini karna aku sangat menutup diriku bagiku teman hanyalah Ani.


Besok adalah hari dimana Raka meninggalkan ku dan sudah menjadi kebiasaan ku selama kurang lebih 3 setengah tahun disini setiap hari itu aku mengunjungi seoul central mosque untuk sholat dan berdoa disana dan juga memberikan sedikit rezeki ku kepada orang yang membutuhkannya.


Akhirnya kami tiba dirumah, rumah minimalis namun sangat idealis untuk aku dan Ani tinggalkan.


Orang tua ku sebenarnya ingin mengirim beberapa asisten dan pengawal namun aku selalu melarang mereka dan aku lebih nyaman jika tak terlalu banyak orang dirumah ku.


"An, besok kita ke seoul ya" ujarku pada Ani yang sedang meletakkan buah kedalam kulkas.


"Siap non. Non mau bawa apa untuk kesana biar Ani siapkan"


"Belum tau sih tapi mungkin kasih Uang deh An. Kamu tolong masukin ke amplop yaa An. Bentar ya aku ambil uang nya dulu" jawabku langsung menuju kamar ku untuk mengambil uang itu.


Ani mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


**


Setelah melaksanakan sholat Zuhur dimesjid terbesar diseoul ini aku pun langsung memberikan beberapa amplop yang sudah disiapkan dari rumah tadi untuk diberikan kepada orang yang kurang mampu disekitar mesjid ini seperti pedagang dan yang lainnya.


Semuanya sudah selesai, aku dan Ani pun beristirahat disalah satu supermarket yang tidak jauh dari mesjid besar. Ani terlihat sangat lelah dan sesekali meminum minuman yang sudah kami beli.


"An maafin aku ya" ujarku pada Ani

__ADS_1


Ani pun terkejut "kenapa mintak maaf Non?" Tanya nya tidak mengerti


"Maafin aku yang udah bawa kamu jauh kesini, pasti kamu ingin sekali pulang kampung dan bermain bersama teman temanmu. Maafin mama aku juga ya karna mama ku kamu harus ikut denganku" jelas ku lagi yang merasa sangat tidak enak hati. Sejujurnya sudah lama aku ingin bicara seperti ini kepadanya namun belum ada waktu yang tepat.


Aku tau Ani cukup tersiksa dan juga rindu kepada mbok jum karna terpisah sangat jauh seperti ini dan kadang tak heran aku mendengar tangisan nya dimalam hari.


Ia tersenyum "tidak apa apa Non, Ani juga senang nemenin Non disini ya walaupun Ani suka rindu sama Mbok tapi tidak apaa apa dan Ani iklas nemenin Non disini "


Aku yang mendengar jawaban polos dari Ani pun tersenyum.


"Non harus tetap semangat ya Non, harus tetap tersenyum walaupun berat Ani tau jika beberapa tahun belakangan ini adalah tahun terberat bagi Non, Ani kadang suka kasihan liat Non karna selalu murung dan jarang sekali tersenyum. Menutup diri dari orang luar. Maap non Ani sudah lancang berbicara seperti ini namun Ani sangat menyayangi Non" ujarnya panjang lebar. Baru kali ini aku mendengar Ani berbicara panjang lebar dan mengungkapkan isi hatinya. Aku hanya tersenyum "lanjutkan An apa yang mau kamu katakan" jawabku dan terus fokus kepadanya.


"Ani sering liat Non nangis dan Ani juga sering liat Non pandangin foto den Raka juga foto non Lexa. Maaf ya non Ani berbicara seperti ini. Non kalau ada apa apa non harus ceritaa. Ani siap jadi pendengar setia Non. Selama kurang lebih 4 tahun ini non selalu memendamnya sendirian" ujarnya lagi mengutarakan semuanya


Aku kembali tersenyum "makasih ya An udah perhatian sama aku. Gapapa perlu mintak maaf juga An. Aku juga udah ikhlas melepas mereka. Kamu juga jangan sungkan jika ingin cerita apapun"


"Mungkin kita akan pulang ke indonesia kurang lebih satu tahun lagi kamu yang sabar ya"


"Iya Non, Ani siap kok buat nemenin non disini. Lagian Ani juga udah betah tinggal disini. Non tau tidak jika teman teman Ani dikampung merasa Iri karna Ani tinggal disini heheheh" jawabnya sambil tertawa


Aku terseyum mendengar celotehannya, entah kenapa seminggu belakangan ini semua beban dipikiranku menghilang entah kemana. Mungkin ini yang dinamakan sudah ikhlas jadi masalah hidup pun berkurang dan ringan.


"Kamu liat apa sih An?" Tanyaku ketika melihat Ani terdiam dengan mulut terbuka


Mendengar suaraku Ani pun menggeleng untuk menghentikan lamunannya tadi "i..tuuu a..nuu Non, ituuuuuuuu" tunjuknya kepada dua pria yang baru saja duduk dikursi yang tak jauh dari kursi tempat aku dan Ani duduk.

__ADS_1


Aku pun mengalihkan pandanganku kearah yang dimaksud Ani namun aku menyerngitkan dahiku tanda tak mengerti "siapa sih An?? Yang jelas kalau ngomong"


"Ituuu Nonn ituuuu gusti Allah masyaallah ituuu nonnn ituuuu" hebohnyaaa


"An apa sih siapaaaa mereka??" Tanyaku penasaran


"Non masa tidak tauuuu ituuu teh Member BTS yang sangat terkenal ituuu Non" jelas Ani antusias


Aku pun menggaruk kepala ku yang tak gatal, jujur aku ga tau apa yang dimaksud Ani. Tiba tiba Ani menarik tanganku agar bangun dari posisi duduk ku saat ini "kenapaa sih An mau kemana?" Tanyakuuuu mengikuti


"Nonnn tolong bicara sama merekaaa non. Ani mau minta tanda tangan nyaaa pleaseee nonnnn" mohonnya


"Untuk apa sih An ga usah lah kita pulang ajaaa" tolakku namun ia menahan tangankuuu dan memohon dengan penuh penghayatan "Non minggu depan ulang tahun Ani tolong Non mintain Ani sukaaa bangettt. Ini Non foto merekaaa mintak tanda tangannya tolonggg" mohonnya sambil mengeluarkan Foto card itu. Aku pun menyerngitkan dahi dan sangat bingung bagaimana caranya.


"Baiklah aku coba tapi kamu ga boleh Antusias Ataupun membuat keributan. Ini lagi sepi makanya dia beristirahat sebentar. Hargai privasi mereka" ujarku dan diikuti anggukan dengan cepat.


Aku pun melangkah pelan menghampiri dua pria yang memakai masker dan kacamata lengkap dengan topi dikepalanya. Ya aku sangat paham jika Artis Di negara ini tidak boleh sembarangan pergi keluar dan jika ingin pergi ia akan menyamar agar orang tak mengenalinyaaa.


" Permisi Oppa, Maaf sudah mengganggu namun Adik saya ingin mendapatkan tanda tangan Anda. Ia sangat menyukai Oppa" ujarku dengan suara sangat pelan


Mereka pun menatap satu sama lain dan melirik kesegala Arah. Terlihat cukup sepi dan ia pun langsung membuka kacamatanya dan mengangguk.


Aku sangat terkejut melihat sikap mereka yang sangat ramah . Tanpa berlama lama aku pun memberikan foto card yang ingin ditanda tangan itu. Sementara Ani yang berada dibelakang ku menahan suaranya agar tak membuat kegaduhan.


Setelah mendapatkan tanda tangan itu, aku pun berpamitan. Ani yang mendapatkan tanda tangan itu sangat bahagia dan tersenyum sedari tadi.

__ADS_1


Jujur aku tak mengerti kenapa ia sangat menyukai IDOL itu bahkan ia mengoleksi foto foto para member . Ya walaupun tidak asli tapi ia sangat senang bahkan ia selalu minta tolong mencetak foto bias nya itu kepadaku.


Note : terimakasih sudah membaca cerita ini dan jika teman teman menyukai cerita ini mohon meninggalkan like dan comentnya agar author tambah semangat. Love uuu💕


__ADS_2