SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Jatuh cinta


__ADS_3

ALENA POV


"Assalamualaikum" ujar dokter kang memasuki ruanganku


Aku, Mama dan Papa sedikit terkejut mendengar salam dari dokter kang.


"Waalaikumsalam" jawab kami serempak.


"Apa ibu dan Tuan sudah makan?" Tanya nya menyalami kedua orang Tua ku


Aku cukup kaget melihat sopan santunnya kepada kedua orang tuaku.


"Belum, namun saya akan meminta mereka membelikan makanan. Apa dokter sudah makan?"Tanya papaku


Dokter kang menggeleng "saya masih kenyang Tuan, hmm kalau begitu biar saya saja yang menjaga Alena. Tuan dan ibu beristirahatlah pulang" tawar dokter kang


"Pulang lah Ma, Pa. Aku tidak apa apa" ucapku


"Hmm apa Dokter tidak keberatan?" Ujar mama


"Sama sekali tidak keberatan Bu, ibu beristirahatlah pasti sangat melelahkan sedari tadi disini "


"Hmm baiklah Nak. Kami akan pulang dan meminta Ani mengantarkan makanan kesini. Terimakasih sudah mau menjaga Putri kami. Kami titip Alena ya dokter" ujar Mama dan diangguki oleh dokter kang.


"saya akan menjaga Alena bu"


Mama dan papa mencium keningku dan berpamitan pulang. Mereka sangat lelah karna menempuh perjalanan yang jauh dan berjaga seharian disini.


"Apa sudah minum obat?" Tanya dokter kang sambil duduk disamping bankarku.


Aku mengangguk "sekarang tidurlah, agar obatnya bekerja" ujarnya lagi. Aku terus menatapnya karna malam ini ia sangat tampan menurutku. Ia memakai celana panjang bewarna hitam dengan balutan kemeja bermotif kotak kotak hitam dan putih yang tangannya ia lipat. Sangat sejuk mata memandang.


"Kenapa melihatku seperti itu" tanyanya sedikit salah tingkah


"Bolehkan aku jujur dokter"


Ia mengangguk "tentu saja" ujarnya


"Dokter sangat tampan malam ini" ucapku jujur yang membuat pipiku merah seperti udang rebus menahan malu

__ADS_1


Ia tersenyum "benarkah? Wahhh baiklah aku akan memakai ini setiap hari" jawabnya senang


"Tidak boleh, berpakaian seperti biasa saja jangan seperti ini" protesku yang tak ingin ia berpenampilan seperti itu karna itu akan membuat para suster dan keluarga pasien semakin tergila gila dibuatnya.


"Kenapa tidak boleh?"


"hmmm tidak apa apa, hanya saja dokter hmmm sudahlah" ujarku mengakhirinya karna aku tak mau jujur jika alasanku yang tak masuk akal.


"Hmm baiklah aku akan berpenampilan seperti biasa" ujarnya menengahi.


"Berpenampilan biasa saja membuat wanita tergila gila apalagi seperti ini. Bisa habis aku diserang oleh mereka" batinku


Dokter kang biasanya memakai pakaian formal kemana mana dan ia baru memakai pakaian casual saat pertama kami kencan dan hari ini. Bahkan itu membuat para wanita memuja ketampanannya.


Flashback On


"Apa kau lihat pria itu? Ia sangat tampan" bisik salah satu wanita dibelakangku. Aku sedang menunggu dokter kang mengantri untuk membeli popcorn. Aku yang mendengar itu pun merasa risih dan langsung menatap kedua wanita itu sekilas.


Dan ketika di dalam ruangan bioskop, wanita disebelah dokter kang sesekali mengambil kesempatan memeluk lengan dokter kang ketika suasana film mencengkam. Aku melihat dokter kang sedikit risih akibat ulah Wanita disampingnya itu. Namun ia mencoba tetap tenang dan sesekali was was. Untuk menghindari serangan mendadak dari wanita itu dokter kang pun mendekatkan badannya kearahku. Aku hanya diam dan fokus menonton film ku.


Dan beberapa hari yang lalu, aku bahkan menjadi alat pengantar makanan dari beberapa keluarga pasien wanita untuk dokter kang. Mulai dari kimbap sampai dengan coklat.


Semua orang memandang nya kagum dan memujanya karna ketampanan yang ia miliki.


Beberapa saat kemudian ponsel ku berbunyi menandakan Adzan isya, kami pun diam mendengarkan lantunan adzan yang sangat merdu itu.


"Apa orang sakit boleh melaksanakan sholat?" Tanyanya penasaran


"Tentu saja harus dok, jika berdiri tidak bisa maka duduklah, dan jika duduk tidak bisa maka berbaringlah" jawabku diikuti anggukannya.


"Apa mau aku membantumu mengambil wudhu?" Tawarnya


Aku pun mengangguk, ia memegang tanganku untuk menuntun kekamar mandi.


"Aku akan tunggu disini, hati hati" ujarnya


Aku pun masuk kedalam, aku mulai mengambil wudhu, namun kaki ku tak bisa menyentuh air karna ia masih dalam keadaan diperban akibat luka yang dihasilkan goresan kaca.


Setelah selesai, aku pun keluar. Dokter kang dengan siaga menunggu didepan pintu, ia sudah memakai sarung tangan agar tak menyentuhku

__ADS_1


"Dari mana dokter mendapat sarung tangan itu?" Tanyaku penasaran


Sambil menuntun ku dengan hati hati "aku mengambilnya tadi diruanganku, karna aku tau ini pasti diperlukan" jawabnya.


Setelah sampai dibankar, aku memakai mukenaku dengan dibantu olehnya. Aku mulai melaksanakan ibadahku dengan khusuk.


Setelah selesai, aku pun berdoa, ia juga ikut menengadahkan tangannya sepertiku. Disela doa ku aku pun tersenyum.


Setelah semuanya selesai, Ani pun datang


"Nona, apa ini masih sakit?" Tanya Ani khawatir,


Aku tersenyum "Tidak An sudah diobati" jawabku


Matanya sudah berkaca kaca melihatku "Nona jika sakit bilang ke Ani, Ani sedih liat Nona seperti ini hikss hikss"


"An, aku tidak apa apa. Tidak ada yang sakit. Sudah jangan menangis" ujarku menenangkannya


"Beneran tidak sakit lagi?" Tanyanya memastikan


"Iya An, aku baik baik saja"


Ia mulai berhenti menangis, Ani sangat cengeng jika aku sakit. Sedari tadi ia selalu menangis dan ia akhirnya dibawa pulang bersama mbok jum.


"Ani bawain makanan buat Pak dokter" ujarnya kepada Dokter kang. Dokter kang yang tak mengerti pun hanya bisa menyerngitkan dahi nya


"Ani membawakan makanan buat dokter" ujarku menggunakan bahasa korea.


"Terimakasih" jawabnya.


Ani mulai menyiapkan makanan untuk dokter kang, aku hanya tersenyum melihatnya.


**


Lagi lagi aku terpana melihat wajah tampan milik dokter kang. Ia sedang terlelap disamping ku dengan tangan kirinya menjadi bantal dan tangan kanannya sedang menggenggam tanganku. Malam ini ia menjagaku, aku tak tau kapan aku terlelap.


tanganku mulai bergerak melepaskan genggamannya dengan sangat pelan, aku bangkit dari tidurku dan duduk menghadapnya, aku mengelus pucuk kepalanya dan tanpa ku sadari aku pun tersenyum.


Aku mengambil bantal kecil dan ku letakkan dibawah kepala dokter kang. Ia sedikit terganggu namun tak membuatnya bangun.

__ADS_1


Aku terus memandanginya tanpa henti. Tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta untuk kedua kalinya. Entahlah aku tak ingin menjelaskan perasaaanku saat ini. Namun aku berharap akan seperti ini selamanya.


Note: terimakasih atas like dan vote nya teman teman. Jangan lupa tidak meninggalkan komentar uang negatif yaa. Love youuuđź’•


__ADS_2