
"Assalamualaikum lex. Gue sama mama dateng. Lu apa kabar?" Sapa ku kepada makam Alexa kembaranku.
Mama langsung memeluk dan mencium nisan yang tertulis nama alexa "sayangg mama sama kakak kamu dateng" lirihnya
"Maafin mama ya nak, hikss hikss mama udah lama ga kesini maafin mama. Jujur mama kangen banget sama kamu tapi insyaallah sekarang mama udah iklas lepasin kamu nak. Mama juga doin kamu semoga kamu tenang disana nak. Mama papa dan kakak kamu Al sekarang sangat bahagia nak" sambung mama dengan tangisan disela kalimatnya, melihat itu tangis ku pun tak bisa ku tahan lagi, aku terus menatap mama sambil tersenyum. Ya ini adalah tangisan bahagia setelah mengetahui mama sudah ikhlas melepas Alexa untuk selamanya dan juga mama sangat menyayangiku sekarang.
"Lexa, gue dan mama akan segera pindah ke Bandung untuk menemani Eyang. Lu gapapa ya kami tinggal"
"Sebenarnya gue sangat berat meninggalkan lu namun gue juga kasihan sama eyang tinggal sendirian disana" curhat ku. Mama yang mendengar itu hanya tersenyum dan sesekali mengelus kapalaku.
Setelah bercerita dengan makam lexa, aku dan mama pun segera pamit untuk pulang. Rasa lega memenuhi perasaanku. Mungkin ini saatnya aku benar benar mengikhlaskan kembaran ku ini "yang tenang ya disana lex. Hari ini detik ini gue ikhlas nyelepas lu dengan sepenuh hati" batinku yang masih diperjalanan pulang.
Flashback
"Al bantuin gue dong jawab soal ini. Gue ga ngerti" ujar lexa menghampiriku yang sedang menonton acara kesukaan ku yaitu upin dan ipin
Aku pun melirik sekilas namun aku tak berminat membantunya. Melihat reaksi ku itu, lexa menjadi kesal "ihhh pelit banget sih lu!!! Ayolahhh please Al ayoklah" bujuknya namun terdengar sedikit kesal
"Makanya lu kalau ga ngerti ini ngapain ngambil lintas minat Matematika!! Nyusahin banget!!" Kesal ku dan segera mematikan acara kartun kesukaan ku
"Guee kan pengen pinter seperti Lu dan Raka makanya gue ambil lintas minat metematika ini! Sakit tau Al dibandingin dengan Lu sama papa"
Aku pun menggeleng, ya memang benar Jika masalah pendidikan papa lebih berpihak kepadaku dibanding Alexa. Namun jika soal kasih sayang mama dan papa Alexa lah yang juaranya namun aku tak pernah iri dengannya jika ia mendapatkan lebih kasih sayang mama dan papa karna aku sangat paham jika Lexa dan aku berbeda di ketahanan tubuh.
"Etss ada syaratnyaaa" ujarku menghentikan aktifitasku membaca soal yang Lexa maksud
"Apaaa?? Jangan yang aneh aneh" jawabnya curiga
__ADS_1
" Gue akan bantuin Lu dengan syarat Ice cream yang dikulkas itu punya gue semua nya dan Lu harus mau gue suruh suruh untuk 1 hari kedepan" ujarku
Ia melotot kepadaku namun akhirnya lexa pun mengangguk menyetujuinya. Melihat itu aku sangat bersemangat menjawab soal soal metematika yang menurutku sangat mudah.
Setelah mengerjakan itu, aku pun menjalankan rencana ku "lex gue pengen makan ice cream rasa coklat nih. Tolong ambilkan ya" perintahku dengan berat hati ia mengambilkannya
"Lex pijat kaki gue dong pegel banget nih habis main basket" lagi lagi perintahku dan tentunya dipatuhi oleh adikku yang sangat baik ini yaitu lexa. Hari ini aku sangat puas karna sudah mengerjain lexa dan jarang jarang dia mau biasanya ngadu terus sama mama.
Hari sudah malam, aku melirik kearah lexa yang sudah tertidur dengan pulasnya "lu capek ya. Maafin gue ya udah usil sama lu dan juga kadang kadang jutekin lu tapi gue sayang banget sama lu lex. Jangan tinggalin gue" bisik ku ditelinga Alexa yang tengah tertidur.
Flashback Off
"Kamu gapapa sayang?" Suara mama menyadarkan lamunanku
"Gapapa kok ma" jawabku sambil tersenyum kearah mama dan direspon mama dengan anggukan.
Flashback On
Hari ini Dinda bertemu dengan sahabatnya Yang bernama Gita, ya Gita itu adalah bundanya Raka.
"Apa kabar kamu Din. Udah lama ga ketemu" ujar Gita membuka percakapan
"Ya gitu Git. Aku sibuk banget karna kerjaan sangat banyak"
"Din, aku boleh kasih kamu saran? Tapi kamu jangan marah"
"Saran apa ?iya aku ga marah kok" tanya Dinda penasaran
__ADS_1
"Sebenarnya kamu itu harus fokus ngerawat Alena Din. semenjak Lexa meninggal kamu sangat sibuk dengan dunia kamu sendiri tanpa kamu pikirin perasaan anak kamu. Aku sangat sedih melihat Al seperti ini sekarang. Didepan ku ia selalu ceria dan tersenyum namun dikala ia sendiri ia sangat terpukul!" Ujar Gita tanpa terasa air mata membasahi pipinya jika ia mengingat Alena
"Maafin aku Git, tapi aku belum bisa untuk dekat dengan Al karna setiap aku melihat Al aku terbayang wajahnya Lexa. Aku belum bisa git hikss hiikkss. Berada didekat Al selalu membuatku sedih hikss hiikss. Aku bekerja untuk menghilangkan semua ingatanku kepada Alexa dan bangkit dari keterpurukanku atas kehilangan seorang anak" Dinda pun menangis tersedu sedu membayangkan Alexa
"Seharusnya yang sangat terpuruk itu adalah Alena Din. Al adalah kembaran Lexa! Seharusnya yang perlu kamu perhatikan itu Al bukan diri kamu sendiri! Kamu sibuk dengan diri kamu sendiri tanpa kamu ingat Kondisi Al! Raka sering sekali melihat Al menangis dikamarnya ataupun ditempat sepi jika ia berada sendiri!! Kamu sebagai orang tuanya harus paham dengan anak kamu itu. Ingat loh Din, Al itu kehilangan kembarannya itu artinya ia kehilangan setengah dari diri dia sendiri!!!"
Mendengar kata kata Gita, Dinda pun terdiam mencerna semua ucapan dari sahabatnya ini. Ya ia selama ini selalu memikirkan perasaan nya sendiri tanpa memikirkan Putrinya Alena. Kini Dinda sadar ia tidak boleh bersikap seperti itu kepada Alena.
"Al itu putri kamu juga Din darah daging kamu juga! Kamu sebaiknya tidak bersikap seperti itu dengannya!! Sewaktu Alexa masih ada kamu selalu mencurahkan kasih sayangmu kepada Lexa tanpa kamu pikirkan perasaan Alena!! Ia selalu mengalah dengan Adiknya itu dan selalu mengerti jika kamu melakukan itu karna kondisi fisik Alexa sangat lemah dibanding Alena. Aku sebanarnya sangat ingin berbicara tentang ini kepadamu namun waktu selalu tidak tepat! Maafkan aku karna sudah berkata seperti ini namun aku hanya mengingatkan mu agar kamu tak menyesal untuk kedua kalinya" sambung Dinda Lagi
Dan benar saja lagi lagi Dinda hanya terdiam mendengar ucapan Gina yang terasa seperti tamparan keras untuknya.
"Sudahlah tenangkan saja dirimu dan tolong pikirkan kata kata ku ini sebelum menyesal" ujar Gita menyudahi pembicaraan tentang itu.
"Kamu bener Git kamu sangat benar. Terimakasih sudah menyadarkan ku terimakasih. Sekarang aku sadar jika aku masih mempunyai Al hikss hikkss hikkks makasih banyak" ujar Dinda penuh penyesalan
"Sama sama Din sekarang kurangilah pekerjaan mu dan segera memperbaiki hubunganmu dengan Alena sebelum terlambat"
Mereka pun perpelukan sebagai penguat satu sama lainnya.
Flashback Off
***
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
__ADS_1
thankss gaes**