
Yang ditunggu pun telah tiba, kini Aku dan Ani sedang berdiri diantara jutaan orang yang bernama Army sedang mengguncangkan studion ini dengan dipandu oleh tujuh pria tampan diatas panggung.
Baru kali ini aku menghadiri acara konser seperti ini dan sangat menakjubkan. Ani yang berada disampingku pun sangat antusias dan terlihat sangat kompak dengan jutaan Army lainnya. Dengan cara memegang lightstick ditangannya dan juga ikut menyanyikan lagu yang sedang ditampilkan.
Aku yang tak tau apa apa hanya bisa tersenyum dan berusaha mengikuti yang lainnya.
Di saat break menunggu tampilan selanjutnya, aku pun pamit kepada Ani untuk melaksanakan sholat magrib. Ya sekarang waktunya untuk sholat magrib di korea. Semenjak kepergian Raka, aku bertekad bahwa aku akan rajin menunaikan kewajibanku sebagai umat muslim dalam waktu dan keadaan apa pun. Karna tekad ku dan sekarang menjadi kebiasaan jika aku tinggalkan akan menjadi sebuah penyesalan didiriku.
"An, aku mau sholat dulu ya" ujarku
"Ani temanin ya Non" tawarnya. Ia sedang datang bulan saat ini
Aku pun menggeleng pelan dan menyuruhnya untuk tetap disini. Ia pun mengangguk mendengar jawabanku namun terlihat juga diwajahnya perasaan tidak enak hati. Aku meninggalkannya dan segera mencari jalan untuk ke toiletnya.
Aku kesini tidak hanya berdua dengan Ani, Namun aku juga membawa 2 orang pengawal yang sudah disiapkan papa untuk menjagaku dan Ani. Papa bersikeras untuk memberikan ku pengawal agar aku aman dari bahaya. Papa bahkan mengancam jika aku tidak menerima kiriman pengawal darinya ia akan datang ke korea bersama mama untuk menjagaku.
Terkadang papa itu sangat lucu dan juga posesiv. Bayangkan saja selama aku disini tanpa sepengetahuan ku papa dan mama sudah mengirim pengawal untuk menjagaku dan Ani karna alasannya mereka sangat khawatir denganku. Dan selama itu aku tidak sadar akan hal itu. Sungguh duniaku hanya terfokus dengan kuliah dan kesedihanku kehilangan calon suamiku dan kenangan kembaranku.
Tentu saja aku baru tahu karna mereka keceplosan dan akhirnya menceritakan semuanya.
"Maaf sayang papa dan mama kamu terpaksa melakukan ini karna kami sangat khawatir. Kamu itu sangat keras kepala Al, tidak mau mendengarkan kami jadi mama dan papa diam diam mengawasimu. Eyang pun tidak mau ketinggalan untuk mengetahui keadaan cucu nya disana" alasan mama kepadaku.
"Iyaa sayang. Maafin papa yaaa" kini giliran papa yang mintak maaf agar aku tak marah.
Setelah mendengar alasan mama dan papa beserta eyang, aku pun paham dan sangat bersyukur karna memiliki keluarga yang sangat peduli kepadaku.
Ya aku bukan lagi cucu satu satunya dikeluargaku lagi melainkan aku cucu tertua karna tante sinta sudah memiliki 2 orang anak yang berusia 5 tahun dan satu lagi berusia 2 tahun.
Jadi keluargaku tak merasa kesepian lagi jika aku jauh dari mereka.
__ADS_1
Jadi posisi ku tergantikan dengan dede kaila dan laila disana.
"Non ingin pergi kemana?" Tanya salah satu pengawal ku
"Aku ingin melaksanakan sholat" jawabku
"Baik nona kami akan mengikuti Anda"
Aku hanya diam dan terus berjalan mencari toilet, sesekali bertanya kepada staff disini.
Setelah melaksanakan sholat, aku pun segera meninggalkan rungan yang ku pinjam untuk sholat. Percayalah staff disini sangat ramah dan sangat toleransi.
"Ada apa ini kenapa sangat ramai disana?" Gumamku. Sesegera mungkin aku mempercepat langkah kaki ku dan yang pastinya diikuti oleh pengawalku.
"Permisi, ada apa ini?" Tanyaku kesalah satu staff disana
"Saya mahasiswa kedokteran bisa kah saja membantunya?" Izinku kepadanya. Ia langsung mengangguk dan mempersilahkanku menanganinya.
Aku pun melihat luka yang ada dikepala, namun tak begitu parah sudah bisa dipastikan jika ia hanya syok terhadap darah yang mengalir sangat banyak dikepalanya.
Jika bagian kepala itu luka walaupun hanya kecil namun darah yang keluar lebih banyak dari pada luka dibagian lain.
Aku mulai membersihkan dengan kapas yang sudah disiapkan oleh staff dengan perlahan agar darahnya bisa dihentikan, setelah menghentikan darah yang mengalir aku pun melonggarkan ikatan yang membuat dia susah bernafas. Seperti ikat pinggang yang ia kenakan dan juga beberapa lainnya.
Tak beberapa lama ia pun sadar dan langsung refleks memegangi kepalanya.
"Luka dikepala mu tidak terlalu dalam jadi tidak perlu dikhawatirkan. Dan juga kamu harus selalu mengganti perbannya dengan baik agar lukanya cepat kering" ujarku kepadanya.
Ia hanya mengangguk paham, dan berterimakasih kepadaku dan juga beberapa staff disana.
__ADS_1
Ternyata kejadian ini sudah terdengar oleh manager dan para member BTS. Aku yang tak menyangka dihampiri oleh mereka pun sangat terkejut.
Mereka meminta maaf secara langsung atas kejadian yang sangat tidak menyenangkan ini dan mereka juga berterimakasih kepadaku karna telah melakukan pertolongan pertama untuk menolong salah satu Army.
"Apakah kita pernah bertemu?" Ujar salah satu member yang bernama Suga kepadaku
Aku pun menyerngitkan dahiku "pernah" jawabku singkat
Ia kebingungan atas ucapanku "kapan itu?" Tanyanya lagi
"Saat ini" jawabku dan segera pamit dihadapannya. Ya kami hanya berdua diruangan itu karna semua orang sudah keluar dan akan melanjutkan konser kembali.
"Apa kau seorang Army?" Tanyanya lagi menyusulku
"Bisa dikatakan iya atau bisa juga tidak" jawabku. Karna aku bingung menjawabnya. tidak mungkin aku mengatakan Jika aku bukan Army itu akan membuatnya semakin heran dan juga tidak mungkin aku mengatakan jika aku adalah Army sedangkan Aku tak banyak tau tentang mereka.
Ya dia adalah member yang ku minta tanda tangannya di supermarket beberapa minggu yang lalu. Tentu saja aku mengingatnya, karna ia membuka masker dan juga kacamatanya saat itu.
Aku pun meninggalkannya dan segera kembali ke tempat Ani.
acara pun dilanjutkan dengan beberapa nyanyian penutup dan juga gamesnya.
Setelah acara telah usai, Aku dan Ani segera meninggalkan tempat itu.
Lagi lagi Ani sangat bahagia dan terus menerus berterimakasih kepadaku atas apa yang aku lakukan padanya.
Jujur apa yang aku lakukan bukanlah apa apa dibandingkan dengan jasanya kepadaku.
Note : thanks gaess udah baca up an author. Hari ini Random banget yak heheheh tapi gapapa lah ya mengobati hati Author yang suka banget sama BTS ini gaess. Jadi Author buat up kali ini bertemu BTS. Gapapa kali menghayal bertemu Suga. Maaf ya teman teman terutama Army juga. Wkwkw jangan bully author yaakk. Btw Jangan lupa meninggalkan like dan koment nya ya. Love you💕
__ADS_1