
Alena POV
"Aku dimana?" Gumamku ketika melihat sebuah taman yang indah, aku sangat bingung kenapa aku bisa disini dan memakai baju serba putih.
Setelah lirik kesana kemari namun tak ada orang ditaman ini yang bisa ditanya. Beberapa saat kemudian mataku ditutup oleh seseorang bahkan bau tubuhnya aku sangat kenal.
"Rakaaa??" Batin ku
"Haiii Al" ujarnya sambil melepaskan tutupan mataku. Ia langsung duduk disampingku.
Aku yang melihat itu pun terdiam tidak percaya bahwa orang yang aku temui disini adalah orang yang paling aku cintai. Tanpa berkata apa apa aku langsung memelukknya
"Hiksss...hiksss kamu jahat banget Rak hikss hikksss..." tangisku
Ia mengelus kepalaku tanpa menjawab perkataanku.
"Kamu jahat banget hikss hikss.. kamu ninggalin aku gitu ajaa hikss.. kamu tau ga bagaimana aku menjalankan hari hari ku disini tanpa kamu haa?? Hikss hikkss" lanjutku lagi
"Al dengerin aku ya. Aku Raka gabriel Malik orang yang sangat mencintaimu ga akan pernah bisa melihat kamu sakit. Aku ga bisa liat kamu hancur seperti kemarin. Tolong ikhlasin aku dengan sepenuhnya sayang. Hidupmu bukan hanya tentang Aku. Tapi kamu juga harus menemukan pengganti ku" ujarnya dengan perlahan dan meneteskan air mata.
Aku menghapus air mata itu "bagaimana bisaaa?? Kamu cinta pertama ku. Rak ayooo pulang bersamakuuu hikks hikkss" bujuk ku
Ia menggeleng "aku mau tapi aku tidak bisaaa Al. Kita sudah beda duniaa. Buka hati mu untuk seseorang dan percayalah meminta mu untuk mencintai orang lain itu sangat menyakitkan namun aku sudah ikhlas dan ingin kamu bahagia sayang"
Aku kembali menggeleng "kalau kamu ga mau ikut aku biar aku aja yang ikut kamu!!"
"Jangan Al. Belum saatnya"
Aku hanya terdiam dan tertunduk lesu mendengar jawaban dari Raka.
__ADS_1
"Al tatap mataku jika kamu mencintaiku maka ikhlaskan lah aku. Dan carilah kebahagiaan dengan pria lain. Kamu pasti bisa menemukannya. Jaga diri kamu baik baik ya sayang. Aku pamit and i love you more" ucap Raka dan menghilang.
Aku mencari kesana kemarin namun tak ku temui. "Rakaaaaaaaaaa" teriak kuu
Seketika itu datang lah sosok pria tinggi dan berkulit putih namun wajahnya sama sekali tak bisa ku lihat yang menghampiriku, ia menggendongku tanpa berkata apa apa. "Siapaa kau?" Tanyaku
Namun belum sempat aku mengulangi pertanyaan ku tiba tiba tanganku merasakan sakit.
*****
"Dr kang???" Ujarku melihat Dr kang dengan jarak yang sangat dekat
Mendengar suaraku ia pun tersadar dan segera menjauhkan tubuhnya denganku
"Kamuuu tidak apa apa?"
Aku menggeleng pelan "tidak apa apa dokter hanya saja aku merasakan sakit disini" ujarku menunjukkan tanganku yang merah kepadanya
Ia tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya.
"Al kamu gapapa kan?" Kini suara Aiko terdengar dengan mata yang sembab
"Kamu habis nangis ya ko? Kok mata kamu bengkak begini?" Tanyaku kembali
Ia tersenyum dan menggeleng " gapapa Al" ujarnya
"Kamu kenapa?" Tanyaku lagi yang tak merasa puas dengan jawabannya
"Ia sangat cemas melihat kondisi mu yang tak sadarkan diri selama 2 jam " potong Dr kang dan segera meninggalkan kami berdua.
__ADS_1
Aku terkejut mendengarnya dan langsung melirik Aiko. Tanpa berkata apa apa Aiko langsung memelukku "kamu jangan tinggalkan Aku ya Al. Aku sangat takut" ujarnya
Aku mengangguk seketika aku paham apa maksud dari ucapan Aiko "iyaa ko. Makasih ya udah perhatian seperti ini" jawabku
Ia mengangguk dan melepaskan pelukannya.
Aku pun makan disuapkan oleh Aiko sedangkan Dr kang melihatku dan Aiko dari sofa. Sebenarnya aku sangat ingin cerita kepada Aiko atas apa yang aku alami tadi namun aku tak bisa karna ada Dokter kang disini. Seakan mengerti Dr kang pun pamit keluar tanpa ingin menganggu kami.
"Kamu kenapa bisa seperti itu sih Al?" Ujar Aiko
Aku pun menceritakan dari awal bertemu Raka dimimpiku dan bertemu dengan seseorang pria Yang menggendongku.
Aiko tersenyum "menurut kepercayaan ku ya Al mimpi itu seperti isyarat agar kamu bisa melepaskan dengan sangat ikhlas dan ia juga tersiksa disana karna kamu selalu menangisinya" ujar Aiko
Aku pun terdiam tak menjawabnya namun apa yang Aiko ucapkan itu ada benarnya juga.
"Buka lah hati untuk pria lain Al itu bisa membuatmu melupakan Raka" ujarnya lagi
"Hahahha bagaimana mencari pria lain aku saja hanya mengenal beberapa orang pria disini dan itu rata rata sudah berkeluarga" ujarku
"Tak ada salahnya buka hati untuk Dr kang Al?"
"Huhhkkk huhhhkk hukkhhh.. apa Dr kang?" Tanyaku tak mengerti
Ia mengangguk "setahun kita bersamanya namun baru kali ini aku melihat nya sangat panik menangani pasien seperti menangani kamu Al. Ia sangat gugup ketika memeriksa mu dan juga ia sangat panik melihatmu tak sadarkan diri. Ia terlihat sangat berbeda jika ia bersamamu" jawab Aiko
Aku tak mengerti apa yang dimaksud dengan Aiko "sudah lah ko, ga mungkin dia ada perasaan sama aku. Kamu tau kan kalau dia itu manusia kulkas dingin banget"
"Hahahhaah kamu ada ada aja sih Al udah udah ayo makan lagi" ujarnya sambil menyendokkan bubur untuk ku.
__ADS_1
Note : haii gaess makasih ya udah like dan coment nya untuk Author. Author seneng bangettt. Jangan lupa meninggalkan like dan komennyanlagi yaaaak. Jangan pernah bosan
Loveyouuu all💕