SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Raka yang selalu ada


__ADS_3

"papa belum pulang ya ma? " tanyaku pada mama yang tengah menyiapkan sarapan untuk ku.  Hari ini adalah hari minggu jadi waktunya santai dirumah.


"belum nak, bulan depan papa pulang" jawab mama sambil memberikan sarapan kepadaku


Tanpa berpikir panjang aku melahap makanan itu.


Seperti biasa mama menyiapkan sarapan pagi untuk ku setiap harinya sebelum berangkat kekantor.


Walaupun mama dan papa sibuk bekerja tetapi aku tak pernah protes kepada mereka karna aku berfikir orang tua ku itu ingin menyibukkan diri agar tak mengingat kembaranku. Hmm aku cukup memahaminya.


Tapi bagaimanapun aku bisa memahaminya tetap saja diriku kadang tidak bisa menyimpan jikalau aku butuh kasih sayang kedua orang tua ku. Terkadang aku sangat bosan berpura pura dewasa dan memahami situasi ini.


"sayang,  mama mau bicara sama kamu" ujar mama serius


"bicara aja ma, Alena dengerin kok"


"hmmm besok mama harus pergi keluar kota karna urusan kerjaan"


Aku hanya diam mencoba memahaminya, papa keluar negri dan mama akan pergi keluar kota?  Terus aku gimana? 


"hmmm ini penting sayang Papa kamu membuka cabang perusahaan kita disana,  jadi mama harus hadir untuk mewakili papa. Kamu tidak apa kan jikalau mama tinggal untuk sementara waktu nak? " sambung mama sambil memegang tanganku

__ADS_1


Aku hanya menunduk terdiam dan berfikir sejenak "mama ga sayang lagi sama alena ya?  Papa pergi keluar negri dan sekarang mama jugak pergi keluar kota terus yang jaga alena siapa ma?" tanyaku dengan mata yang berkaca kaca.


"hmm kan ada mbok jum nak,  mama ngelakuin ini untuk masa depan kamu nak" ujar mama sambil menggenggam tanganku


"Hati hati ma" ucapku setelah beberapa lama diam.


Mama tersenyum "makasih sayang, mama tidak lama disana cuma 1 minggu. Kamu jaga diri baik baik disini ya. Jangan nakal. Mama menyayangimu sayang" ujar mama seraya memelukku.


Aku hanya diam dan segera melepaskan pelukan mama. Ini lah bagian yang tak pernah sekalipun aku menyukainya karena tampak berpura  baik baik saja sementara hati terluka itu sangat menyakitkan rasanya


Aku menuju kekamarku, pintu kamar ku banting dan segera sembunyi dibalik selimutku. Inilah cara satu satunya ku lakukan jika hatiku sedang kacau. Menangis dan menangis. Aku tak meratapi hidupku yang malang ini hanya saja aku menyayangi semua ini, jikalau alexa masih ada pasti ini tak akan terjadi Dan mama pasti tidak bekerja sesibuk ini.


Mereka hanya sibuk dengan pekerjaannya dan mau tidak mau aku harus memahaminya. Muak itulah yang menggambarkan perasaan ku saat ini. Aku terus mengerti perasaan mama dan papa sedangkan perasaanku tak pernah dimengerti. Aku butuh kasih sayang sangat butuh. Apakah itu terlalu berat atau terlalu simple sampai sampai kedua orang tuaku menghiraukannya. Mereka memanjakan diriku dengan materi tanpa kasih sayang.


Setelah beberapa saat menangis hpku pun berbunyi. Ternyata notif dari Raka


"Al,  jalan yuk. Gue bosan banget,15 menit lagi gue kerumah lu" pesannya melewati chat.


Aku tersenyum dan segera bangkit dari tidurku, setidaknya masih ada raka yang selalu disampingku.


aku mencuci muka gosok gigi dan mengganti baju. Tenang aku sudah mandi gaes.

__ADS_1


Memilih pakaian yang simple dan mataku tertuju pada baju kaos bewarna putih dan celana levis bewarna hitam juga dilengkapi asesoris seperti topi bewarna senada dengan celana. Setelah semuanya selesai aku kearah meja rias dengan balutan lipstik tipis dan bedak seadanya. Mengambil sepatu bewarna putih dan aku siap untuk pergi jalan dengan Raka.


Yang kubutuhkan waktu untuk siap siap hanya sekitar 15 menit.


"tiitt... Tiitt.. " terdengar suara klakson motor milik Raka. Aku tersenyum dan lekas berlari keluar rumah. Aku sempat pamit dengan mama yang sedang berkutip dilaptopnya.


"cantik banget lu.  Nih helmnya" ujar Raka sambil memberikan helm padaku. Aku hanya tersenyum dan bergegas naik motornya Raka.


"kebiasaan banget " tutur raka sambil mengunci tali helm ku. aku hanya terdiam dan terus menatap lekat wajahnya


" ehh kita mau kemana? " ucapku tersadar dari diamku itu sambil menggelengkan kepala sedikit.


"lu apaan sih al, kebiasaan deh ntar raka sadar gue liatin kan bisa canggung dia" batinkuu


"ketempat yang paling menyenangkan. Gue dengar ada pembukaan arena bermain sejenis wisata. Kita akan kesana" jawabnya semangat


"yeyyyy gue suka"


"ha?  Suka sama gue?  Ahahahah" sambung Raka menggodaku


"ih apaan lu. Ayuk buruan"  jawabku seraya menyembunyikan pipi merah ku yang telah dibuat oleh Raka karna gombalan recehnya itu. Raka memang seperti itu selalu bercanda. Walaupun aku tau itu bercanda tetap saja pipiku merona dibuat olehnya.

__ADS_1


__ADS_2