SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Bandung


__ADS_3

setelah mengakhiri panggilan dari raka, aku pun bergegas langsung mematikan ponselku agar raka tak menguhubungiku lagi.


"maafin gue rak gue ngejauhin lu. gue lakuin ini buat kebahagiaan lu biar lu ada waktu buat cewek yang lu sukai itu. gue coba iklas kok lepasin lu tapi ga sekarang. gue butuh waktu rak" batinku sambil menangis. mang ujang yang melihatku pun merasa kebingungan "non alena gapapa?" tanyanya.


aku pun langsung menggeleng "gapapa kok mang" jawabku seadanya.


****


setelah memakan waktu 8 jam, aku pun sampai dirumah.


"non mau makan? " tanya mbok jum menghampiriku yang sedang istirahat diruang keluarga.


"iya mbok sekalian tolong buatin al coklat dingin ya mbok. al mau mandi dulu" ujarku sambil menuju kamarku dilantai atas


"eh iya mama mana mbok? " tanyaku menghentikan langkahku ditangga


"nyonya dikantor non, mau selesaikan kerjaan disini. sebentar lagi juga pulang kok" jawab mbok jum. aku hanya mengangguk dan segera melangkah menuju kamarku yang sempat tertunda.


aku berendam di bathtub sekitar setengah jam. perkataan raka masih terngiang dipikiranku "salah ga al kalau gue suka sama cewek".


aku menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya kasar. belum memulai udah patah hati duluan. kasihan banget ya nasibku.


setelah mandi, aku pun turun untuk makan malam jam sudah menunjukkan pukul 19:30 malam.


"hai sayang mama kangen banget sama kamu" ujar mama menungguku yang sedang menuruni tangga. mama masih mengenakan pakaian kerjanya. aku tersenyum dan bergegas memeluk mama.


"al juga kangen sama mama"


"yaudah yuk kita makan dulu nih mbok jum udah nyiapin ntar keburu dingin" ajak mama dan diikuti anggukan ku.


aku tak berselera makan untuk saat ini, aku hanya mengaduk makanan ku dan sesekali meminum coklat dingin yang dibuatkan mbok jum.


"kamu kenapa sayang? " tanya mama yang memperhatikan ku sedari tadi


"gapapa ma. cuma lagi ga nafsu makan aja" jawabku singkat


"oh iya kita berangkat jam 8 pagi ya sayang. asisten mama udah pesan kok tiketnya jadi kita tinggal berangkat" ujar mama. aku masih mengangguk tanpa berniat menjawab mama.


setelah selesai makan, aku dan mama bersantai sejenak diruang keluarga. mama yang asik menonton film kesukaannya dan aku yang masih sibuk dengan lamunanku. posisi ku terlentang dengan paha mama yang menjadi bantalku.

__ADS_1


"kamu kenapa sih nak, mama perhatiin dari tadi kamu bengong aja. kenapa? ayo cerita" ujar mama sambil mengelus pucuk kepalaku.


aku menatap wajah mama "ma salah ga sih kalau kita suka sama orang tapi orang itu suka sama yang lain" tanyaku


"hmm sebenarnya tidak salah kalau kita suka sama orang namun kita juga ga boleh egois apalagi ngerusak hubungan orang itu" jawab mama


aku hanya mengangguk "emangnya kamu suka sama siapa? " tanya mama lagi


"ga kok al ga suka sama siapa siapa" jawabku berbohong.


"terus apa yang buat kamu jadi seperti ini sayang? "


"maksud mama? " tanyaku tak paham atas ucapan mama


"iya seperti sekarang ini sering ngelamun terus kamu juga batalin studytour kamu. terus raka mana? kok ga ikut sama kamu? kamu kelahi ya sama raka? " ucap mama panjang lebar


aku menelan saliva ku "ga.. gaak kok al ga kelahi sama raka. al bosan aja disana lagian raka sibuk ma dia kan jadi ketua panitia nya" jawabku sedikit cemberut


"terus kenapa kamu tiba tiba ingin kebandung? " tanya mama lagi yang tak puas atas jawabanku


"al pengen tau ma perusahaan kita seperti apa. makin kesini al cukup tertarik untuk terjun kedunia bisnis. lagian al kan harus belajar ma biar selesai kuliah al akan mengurusi Galaxi group " jawabku membuat mama tersenyum.


Galaxi group sudah memiliki beberapa cabang diberbagai daerah diindonesia juga ada luar negri. karna cabangnya yang cukup banyak maka papa dan ayahnya raka lah yang mengurusnya dan juga papa dan ayahnya raka juga memiliki restoran dan hotel yang dibangunnya berdua diluar dari Galaxi group. mereka sangat sibuk disana.


"ma al kekamar duluan ya, al ngantuk" pamit ku


"iya sayang. good night love you baby"


"love you too mam"..


sampai malam ini aku masih mematikan ponsel ku. aku udah bertekat akan memberi raka waktu untuk dekat dengan pujaan hatinya itu...


*


Bandung..


aku sudah sampai dibandung, dan kami pun segera menuju rumahnya eyang yaitu ibu dari papa.


eyang tinggal berdua dengan tante sinta karna opahku sudah meninggal satu tahun yang lalu.

__ADS_1


"ya ampun cucu eyang udah dateng. makin geulis pisan teh" sambut eyang dan tante sinta yang ikut menjemputku dan mama dibandara.


"iya mah al makin cantik aja" sahut tante sinta menanggapi omongan eyang. tante sinta itu anak bungsu dan adik satu satunya papa. ia juga belum menikah namun ia sudah punya tunangan yaitu om rangga.


"makasih ya eyang, tante sinta" ujarku sambil memeluk eyang dan bergantian memeluk tante sinta. begitu juga dengan mama.


setelah setengah jam dijalan, kami pun sampai dirumah eyang. rumah eyang sangatlah bagus dan antik berbeda dengan rumahku dipekanbaru yang modern dan minimalis itu.


kami pun segera masuk dan aku pun langsung kekamarku karna aku sekali setahun kesini jadi aku mempunyai kamar pribadi dan aku juga sangat hapal setiap sudut dirumah ini.


setelah beristirahat, siangnya aku, mama juga tante sinta mengunjungi perusahaan. namun setelah diparkiran tante dan mama menyuruhku duluan memasuki kantor. mereka akan menyambut partner bisnisnya yang juga berkunjung hari ini.


tanpa ragu aku memasuki kantor dan bertemu resepsionisnya "mbak saya mau ketemu sama pak arya. ruanganya dimana ya? " tanyaku sopan


Pak arya itu manager diperusahaan papaku ini dan juga orang kepercayaan kakek ku. meski dia masih muda namun dia sangatlah cerdas dan sangat setia dengan kakekku. namun aku tak pernah bertemu dengannya karna ia baru dipindahkan kesini dan tahun ini ikut mengurus perusahaan setelah kakek ku meninggal. ia langsung diangkat menjadi manager dan dibawahi langsung oleh tante sinta yang sebagai General Manager disini. dan pastinya tetap papaku sebagai CEO nya. perusahan ini juga perusahaan pusat yang membawahi semua cabang diberbagai daerah termasuk dipekanbaru tempatku tinggal.


"maaf pak arya sedang sibuk dan tidak bisa diganggu" jawab resepsionisnya sangat jutek dan tidak ada ramah nya sama sekali.


aku mendengus kesal "sabar al sabar" batinku


aku pun langsung menuju sofa yang telah disediakan oleh perusahaan ini "sombong banget. liat aja nantik pasti lu akan menyesal karna telah bersikap tidak sopan denganku" batinku


aku cukup menunggu lama, karna aku tidak tau dimana ruangan pak arya dan juga tak mengenal wajahnya.


"mama sih pakai nyuruh aku cari yang namanya arya segala kan aku ga tau mana lagi resepsionisnya sombong banget. bikin gedeg aja liat wajahnya" gumamku pelan. aku terus memperhatikan dua wanita itu dan sesekali memandangku sinis. entah apa salahku padanya sampai ia tak menyukai ku seperti ini.


merasa bosan aku pun mencari ponsel ku dan ternyata ketinggalan dimobil. aku pun bergegas kearea parkiran namun tiba tiba seorang wanita menabrakku dan minumannya mengenai bajuku "aduh gimana sih kalau jalan tuh hati hati kan minumanku jadi tumpah" ujarnya kesal kearahku.


"lu yang ga pakai mata, jalan selebar ini masih juga nabrak gue. malah minumannya kenak baju gue lagi" jawabku yang tak kalah sewot. aku sangat kesal


"kamu ya kecil kecil ga punya sopan santun, anak siapa sih kamu ha? beraninya ga sopan sama aku!! " makinya padaku. iya mendorong tubuhku sampai aku hampir jatuh namun berhasil ditangkap oleh pria misterius.


*****


mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.


please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.


thankss gaes

__ADS_1


__ADS_2