SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
malam yang indah juga menyedihkan


__ADS_3

"bang pinjam motornya dulu ya" ujar raka pada seorang pria yang memakai baju batik. ia seperti karyawan hotel yang kami pilih sebagai tempat penginapan. pria itu tersenyum dan mengangguk "pakai ajo lah diak tapi elok elok yo, ijan kancang kancang, urang ramai dijalan (pakai aja dek, tapi hati hati ya jangan kencang kencang. orang ramai dijalan raya). ujar pria itu sambil melambaikan tangan.


"oke bang" jawab raka, raka sedikit mengerti bahasa minang.


raka pun memakaikan helm dikepala ku dan kami segera meninggalkan hotel ini. aku juga masih sangat bingung kenapa raka terlihat dekat dengan pria itu dan bahkan ia mau meminjamkan motornya kepada raka.


"rak kok lu kenal sih sama mas mas tadi? pakai minjam motor segala" tanyaku semakin penasaran


"kemarin pas kita sampai disini, gue sempat ngobrol sama abang itu" jawabnya agak keras karna kami memakai motor jadi sedikit ribut.


"maksudnya? " tanyaku tak mengerti


ia menarik nafasnya dalam dalam dan menghempuskan pelan "jadi gini al, kemarin pas kita baru nyampai kita kan masuk kedalam kamar yang telah ditentukan. jadi gue ga bisa tidur terus gue keluar cari udara segar terus dia datang nyamperin gue jadi kami cerita cerita gitu" ucap raka panjang lebar.


"ooo gitu terus lu kenapa minjam motornya? " tanyaku lagi


"ya gue mau ajak lu jalan lah, lagian gue udah izin kok sama pak bambang kalau gue sama lu mau keluar. kan kegiatan kita juga ga ada malam ini" jawabnya


aku hanya mengangguk sambil sedikit menggeserkan posisi dudukku kedepan dan meletakkan tanganku dipinggang raka, ingin rasanya memeluknya karna udara sangat dingin. ia seakan paham maksudku dan ia mengambil tanganku dan meletakkan keperutnya "kalau mau peluk ya peluk aja kali al ga usah malu malu gitu" ujarnya sambil meletakkan tangan kirinya ketanganku yang berada diatas perutnya. aku hanya terdiam tanpa menjawab ucapannya. jika raka melihat wajahku yang terlihat sangat panas seperti terbakar akibat perlakuannya pasti ia akan menertawakan ku.


"lu kedinginan ya al" ujarnya lagi sambil sekilas melirik ku


"hmm sedikit" jawabku

__ADS_1


ia langsung menepikan motornya, melihat itu aku melepaskan pelukanku. ia melepaskan jaket yang membalut ditubuhnya dan memberikan kepadaku. aku menyerngitkan dahi sedikit kebingungan melihatnya.


"pakai jaket nya biar sedikit hangat" ujarnya lagi namun aku masih bingung tak mengambil jaket nya. ia mendengus kasar dan memakaikan jaket itu. setelah terpakai ia kembali memakaikan helmku " yuk kita lanjut" ujarnya lagi


"lu ga kedinginan rak? " tanyaku polos


"kan ada lu yang meluk gue ahahahah" jawabnya asal dan berhasil membuatku menoyor kepalanya pelan. ia terkekeh geli.


setelah beberapa menit sampailah di jam gadang bukit tinggi. hotel yang kami tempati untuk penginapan acara tour kali ini tak jauh dari pusat kota seperti jam gadang. raka pun memarkirkan motornya.


aku sangat suka udara seperti ini dan apalagi ada raka disampingku membuat ku tersenyum sendiri "ih ngapain lu senyam senyum sendiri" ujar raka kebingungan dengan ku yang tersenyum sedari tadi


"gue senang aja. lu kan tau kalau gue suka suasana kayak begini makanya gue senyum dari tadi " jawabku


"eh al kita makan bakso yok. gue laper banget" ajak raka aku pun mengangguk.


setelah beberapa menit, pesanan kami pun sampai. aku yang sedikit kelaparan langsung memakan bakso itu dan juga diikuti oleh raka. disela makan kami raka memulai pembicaraan " al menurut lu salah ga sih kalau gue suka sama cewek?" ujar raka, sontak membuatku bantuk bantuk akibat terkejut.


"pelan pelan dong al" ucapnya sambil memberikan minum. aku menerima minum itu dan kembali menetralisir jantungku yang sedikit syok akibat ucapan raka


"ya ga salah lah kan lu cowok. tapi kalau lu suka nya sama cowok juga baru itu namanya salah rak" jawabku menghentikan makanku. mendadak selera makanku hilang


ia mengangguk dan kembali memakan makanannya. "emang lu suka sama siapa rak? " tanyaku penasaran. didalam hatiku sangat sakit rasanya jika bertanya tentang ini pada raka. aku belum siap menerima kenyataan.

__ADS_1


ia tersenyum " pokoknya dia cewek yang gue sukai udah lama al. tapi..." raka menghentikan ucapannya


"tapi apa? " tanyaku masih sangat penasaran.


"gue ga berani buat nyatain al. gue takut dia ngejauhi gue dan ga mau liat gue lagi" sambungnya sedikit menunduk.


aku hanya diam "rak, apa gue ga pernah ada dihati lu rak? hati gue sakit banget denger kalau lu suka sama cewek lain. kenapa lu baru bilang sekarang rak? gue sayang banget sama lu raka. seandainya gue masih punya peluang buat bilang kalau gue suka sayang dan cinta sama lu namun itu ga akan pernah terjadi setelah gue tau ada orang lain yang mengisi hati lu.


yaallah bantu aku buat lupain rasa sayang ini" Batinku


aku pun tersenyum kecut dan masih setia menatap raka yang menghabiskan makanannya "lu ga perlu takut rak, kalau memang dia juga suka sama lu pasti kalian akan bahagia tapi ga mungkin dia ga suka sama lu rak. bodoh banget dia" ujarku mencoba menguatkan raka dan menepis perasaanku. aku tidak ingin kalau raka tau tentang perasaanku.


"gue akan menyiapkan diri buat mengungkapinnya al. tapi ga sekarang" jawab raka. aku pun mengangguk dan setuju " gue dukung apapun yang lu lakuin rak jika itu benar" ucapku sambil memegang pundaknya.


setelah selesai makan dan membelikan pesanan mona kami pun segera kembali kepenginapan. aku melirik jam dipergelangan tanganku menunjuk pukul 10 malam.


diperjalanan aku hanya terdiam sambil sesekali mengelap air mata yang jatuh mengenai pipiku tanpa raka sadari.


sakit sekali rasanya jika mengetahui orang yang kita cintai mencintai orang lain.


*****


mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita author ini dan biar author makin semangat up ceritanya.

__ADS_1


please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.


thankss gaes


__ADS_2