SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Meluapkan kekesalan


__ADS_3

"Aku bukan wanita jalang!!" Gumamku sambil melangkah ke ruanganku


"Kamu kenapa Al?" Tanya dokter kang yang berselisih denganku


"Ha? Oh tidak dokter aku hanya bergumam saja" jawabku sambil memaksakan senyumku,,


"Apa ada masalah?" Tanyanya memastikan


Aku dengan cepat menggeleng "tidak dokter semuanya baik baik saja"


"Hmm baik lah, ikutlah denganku keruangan emergency " ujarnya


"Baik dokter" aku pun mengikutinya dari belakang, namun ia tiba tiba menghentikan langkahnya dan hasilnya aku menabrak punggung bidangnya itu


"Maaff dokter" ujarku


Ia mengenggam tanganku dan menarikku ke samping nya " kenapa kau dibelakang, kau bukan penjaga ku" tuturnya


Aku hanya tersenyum sekilas dan mengikuti langkahnya.


"Apa kau ada masalah?" Tanya nya lagi


Aku melihat sekeliling "apa kita tidak jadi ke ruangan emergency dokter?"


Ya kami sedang berdiri didekat Toilet, "jawab pertanyaanku. Apa kau ada masalah?" Tanyanya lagi


Aku gugup "mmm ti..dak Dokter" jawabku berbohong. Ya perkataan dokter kim yang menyebutku wanita jalang sangatlah mengangguku. Seharusnya aku tak memikirkannya namun entah mengapa kalimat itu terus berputar dibenak ku.


"Berhenti lah berbohong Al. Jawab aku!" ujarnya sedikit membentak


"Hikss hikss Dokter apa aku gadis yang buruk?" Tuturku dengan air mata yang tak bisa ku tahan lagi dan membuat dokter kang ke bingungan


"Apa yang kau bicarakan Al, aku tak mengerti?"


"Mm apa aku wanita jalang dan wanita yang sangat buruk?"


"Apa yang kau bicarakan. Siapa yang menyebutmu seperti itu?"


Aku menggeleng "aku bukan gadis seperti itu dok hiks hikss tapi kenapa dia selalu memaki ku seperti itu. Itu sangat membuatku tak nyaman dan merasa aku gadis yang buruk hikss hikss" ujarku lagi


Ia langsung memeluk ku dengan cukup erat "siapa yang berani menyebutmu seperti itu? Dengarkan Aku, tak perlu memikirkan pernyataan bodoh seperti itu. Itu tidak benar itu hanyalah omong kosong" tenangnya


"Tapi kenapa ia terus menyebutku seperti itu dokter, aku tidak pernah jahat kepadanya ataupun melukai nya tapi kenapa dia sangat membenciku hikss. Ia boleh menghinaku apapun kecuali menyebutku jalang! Itu sangat menyakitkan dokter " ujarku, ya aku tidak bisa lagi menahan nya.


"Sudahlah kau tidak seperti itu dan bagi ku kau adalah wanita yang sangat baik yang muncul dihidupku"


beberapa saat aku sudah mulai tenang, Aku melepaskan pelukannya dan ia menghapus Air mataku "kenapa ketika kau menangis kau menjadi sangat cantik" gombalan dokter kang. Ya sekarang dokter kang bukanlah dokter kulkas yang sangat dingin yang ku kenal dulu. Ia berubah menjadi pria yang bisa menenangkanku dan mengajariku.

__ADS_1


Aku tersenyum "aku memiliki wajah yang sangat cantik dok. Jadi aku seperti apa saja ya tetap cantik" balasku tak kalah


"Ahahhaah kau sangat lucu. Beberapa menit yang lalu kau menangis se jadi jadinya dan sekarang kau berubah seperti biasa. Perubahan yang sangat cepat"


"Aku sudah meluapkan emosiku disaat menangis, jadi aku merasa lebih ringan" ujarku. Ya ketika semuanya sudah ku luapkan hatiku menjadi tenang dan lebih santai.


seperti yang kalian tau, aku bukanlah orang pendendam.


"Siapa yang tadi kau maksud Al? Aku akan memberi perhitungan dengannya"


"Tak perlu dokter, aku tak pendendam. Aku sudah lega karna sudah meluapka kekesalan ku tadi. Lupakan saja"


"Apa kau serius?" Tanyanya tidak yakin


Aku mengangguk "tentuu dokter. Mari kita ke ruangan emergency dok" ajakku sambil menggenggam tangannya. Ia tersenyum dan mengikutiku.


hari ini diruangan emergency sangat padat dikarenakan ada kecelakaan bus dan dilarikan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Bus itu adalah bus sekolah yang membawa anak anak Remaja.


Kami cukup sibuk menangani semuanya, begitu juga dengan dokter kang. Ia terus memeriksa semua korban. Dokter kang bukan hanya dokter spesialis bedah, namun ia juga dokter emergency karena tindakannya yang sangat cepat. Ia juga menjabat sebagai direktur muda disini.


Semua luka korban tidak lah terlalu serius hanya saja ada memar dan beberapa luka ringan di tangan, kepala, kaki dan sebagainya.


"Dokter kau sangat cantik. Apa aku boleh meminta nomor telfon mu" ujar remaja pria yang sedang aku tangani saat ini


Aku tertawa mendengar perkataannya "apa kau suka dengan wanita yang jauh lebih tua dari mu?" Tanyaku menanggapi ucapannya


"Jangan bandingkan wanita seperti itu"


"Jika kenyataannya mau dibilang apa"


"Apa disini tidak sakit? Kau terlalu santai menanggapinya" ujarku membersihkan luka dikepalanya. Ia tak menunjukkan ekspresi kesakitan dan itu membuatku bingung


"Tidak! Sakit ku hilang ketika melihat wajah cantikmu" jawabnya


Aku hendak bersuara namun tiba tiba dokter kang mengambil Alih untuk membersihkan luka pemuda itu "apa disini sakit?" Tanyanya kepada pemuda itu


"Ahh kenapa tiba tiba menjadi perih seperti ini?" Gumamnya dan langsung membuatku tertawa


Dokter kang enggan menanggapai gumaman pemuda itu, ia fokus mengobati luka dikepala dan sesekali memerintahku untuk mengambil beberapa alat dan juga pembersih. "Al tolong ambilkan perban" ujarnya, aku pun segera mengambilnya.


"Dokter cantik berikan nomor ponselmu. Ini sepertinya parah jadi aku akan menelfonmu jika terjadi apa apa" ujar pemuda itu sambil sedikit meringis


"Ini tak terlalu parah! Hanya luka kecil jika terjadi sesuatu segeralah kembali kesini" potong dokter kang. Mendengar itu pemuda itu sangat kesal dan juga terlihat jelas diwajah dokter kang juga sedikit kesal.


aku yang melihat itu hanya tersenyum dan sesekali tertawa membayangkan perdebatan antara dokter dan pasien.


"Dasar tidak tau malu! Masih kecil sudah berani menggoda wanita" gumamnya kesal setelah mengobati pasien itu. Aku yang mendengarnya hanya bisa tersenyum menahan tawaku.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, sebagian diperbolehkan untuk pulang dan juga ada beberapa dirawat disini juga.


Aku melirik jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Waktu kerja ku sudah habis 2 jam lalu, namun karna ada kecelakaan aku dan yang lainnya harus melakukan pertolongan terlebih dahulu.


Dan juga ada beberapa pasien yang harus dikontrol. Hari ini sangat lah sibuk dan melelahkan. Aku dan Yang lainnya hanya beristirahat beberapa menit untuk makan siang dan langsung menangani pasien lagi.


Ngomong ngomong soal dokter Lee ia sudah tak bekerja disini lagi karna ia mengajukan pengunduran diri dan bekerja dirumah sakit luar negri. Ia pindah bersama orang tuanya. Dan juga ia akan menikah dengan pacar barunya yaitu selingkuhannya. Sementara Lee mii ra sudah mengikhlaskannya bahkan hari hari nya tak sekacau pertama aku bertemu dengannya.


Tiba tiba ponsel ku berdering, aku pun melihat siapa yang menelfon dan ternyata panggilan dari papaku.


"Aiko, aku mengangkat telfon sebentar ya" ujarku kepada Aiko. Aiko mengangguk mengiyakannya.


"Assalamualaikum pa, papa Al kangenn" ujarku


"Waalaikumsalam sayang. Papa juga kangen. Kamu sudah makan?" Tanya papa


"Belum pa, ini baru selesai menangani pasien. Sebentar lagi pa Al makan ko"


"Kamu jaga kesehatan sayang, jangan telat makan. Nanti...." ucapan papa terpotong


"Hallo sayang ini mama" ujar Mama disebrang sana


"Hallo ma, mama kenapa?"


"Mama kangen kamuuu Al. Ayooo pulang" ujar mama


"Maa bukannya tadi kita sudah telfonan. Iya iyaa mama Al juga kangen tapi Al belum bisa pulang"


"Yasudah bulan depan mama kesana ya sayang "


"Iyaa ma jangan lupa ajak eyang sekalian. Semenjak ada dua kurcaci itu eyang jadi lupa sama Al"


"Huss kamu tidak baik bicara seperti itu kepada adik adik kamu"


"Hmmm iya iyaa ma"


"Hallo sayang. Bulan depan kita akan mengadakan syutting lagi. Kamu jangan lupa ya nak" ujar papa mengingatkan ku


"Iyaa pa iya. Al ga lupa kok"


"Ya sudah papa tutup telfonnya dulu ya sayang. Assalamualaikum " tutup papa


"Daa papa. Waalaikumsalam " salamku.


Telfon pun terputus


Note : terimakasih sudah memberi like dan vote nya teman teman semua. Dan jika tidak menyukai part ini tolong tidak meninggalkan komentar yang negatif yaaa. Love youuuu more๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2