
Alena POV
Lagi lagi aku berada ditempat yang sangat asing bagiku. Tak ada seorangpun disini. Aku terus mencari jalan keluar agar bisa keluar dari sini namun semakin lama aku berjalan, tapi tidak menghasilkan apa apa bahkan aku selalu kembali disini. Yaitu seperti ditaman tapi menurutku ini taman yang sangat aneh dan aku tidak pernah melihat taman ini dimanapun.
Aku sangat kelelahan mencari jalan yang bisa membawaku pulang "hikss hikss aku dimanaaa??" Gumamku. Aku sudah putus asa
Tak beberapa lama aku merasakan seseorang mengelus kepalaku dari arah belakang. Seketika aku pun menegakkan kepalaku dan segera melihat siapa orang itu.
"Haaa?? Lexaaaa" teriakku. Ya itu kembaran ku yang sudah meninggal. Aku melihatnya dengan sangat dekat dan bahkan bisa menyentuhnya.
Aku memutar posisi ku yang awalnya membelakanginya berubah berhadapan dengannya. Senyuman terukir diwajahku dan tentunya aku melihat senyum nya juga.
Semenjak ia pergi, ia tak pernah sekalipun hadir dimimpiku dengan sedekat ini. Bahkan aku bisa memegang tangan dan pipinya yang imut ini.
Dia meninggalkan ku diusia yang masih kecil, maka ia dan aku tidak tumbuh sama seperti kembaran lainnya.
Aku langsung memeluknya "Lexaaa gua rindu banget sama lu hikss hikss" ujarku
Ia membalas pelukanku dengan tangan mungilnya itu "Lu harus balik Al. Lu ga boleh disini"
Aku terkejut mendengar ucapannya "kenapa gua ga boleh disini? Lu ga mau kita sama sama lagi ha? Lu ga sayang sama gua lagi hikks hikks"
Ia menggeleng "bukan begitu, tapi belum saatnya Al. Lu harus bahagia dan melanjutkan hidup lu hikss hikss. Maaf gue udah bikin hidup lu menderita namun gua bersyukur karna gua mempunyai kakak seperti lu. Lu harus sembuh ya jangan ikut gua" jelasnya sambil menangis. Aku tak menjawab nya, aku terus memperhatikan wajah cantik kembaranku ini.
"Al..." suara yang memanggilku dan aku sangat kenal itu suara siapa.
Sontak aku langsung mencari sumber suara itu "Rakaaaaa..." teriakku
Aku berlari kecil menghampur kepelukannya. Ia tersenyum dan menerima pelukanku dengan hangatnya.
"Balik ya Al, ini bukan tempat kamu" ujarnya sambil memelukku
Aku menatap wajahnya dan bergantian menatap wajah Lexa. Aku menggeleng "boleh ga kalau aku disini aja sama kalian. Aku rindu kalian hikss hikss" jawabku memohon
Mereka berdua menggeleng dengan serentak. Raka melepaskan pelukanku dan berjalan kearah Lexa "Al balik ya. Aku ga mau kamu ada disini dulu. Kami akan menunggu mu dipintu ini jika waktu sudah mengizinkan mu untuk ikut bersama kami" ucap Raka
"Kembalilah Al, kami selalu mendoakan mu" balas Lexa sambil melambaikan tangan.
Mereka langsung memasuki pintu yang aku tak tau itu pintu apa dan entah dari kapan pintu itu berada disitu. Aku pun mengejarnya namun pintu itu sangat cepat menghilang "LEXAAAAA... RAKAAA... jangan tinggalin aku lagi hikkss hikks" pekik ku sambil tersungkur. Sangat menyakitkan ditinggal untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Tiba tiba aku merasakan tanganku sangat sakit "awww ini sangat sakit. Kenapa ini?" Gumamku terus bertanya tanya. Aku pun segera beranjak dari duduk ku dan segera berlari kearah kanan berharap aku bisa kembali dan segera mengobati rasa sakit ditanganku.
**
Author POV
Sudah hampir 5 jam setelah operasi Alena tidak kunjung bangun, semua orang sangat cemas begitu juga dengan Dokter kang. Ia terus menekan tangan Alena dengan cukup keras berharap ada reaksi yang di timbulkan. Namun sudah setengah jam ia berbuat seperti ini tidak menghasilkan apa apa, tekanan darahnya normal dan juga sudah dicek masa bius nya pun sudah 2 jam lalu berakhir.
"Chagiaa bangunn ayolah jangan membuatku panik seperti ini" gumam dokter kang kepada Alena.
Baru saja dokter kang selesai bergumam, Alena akhirnya sadar dan segera membuka matanya dengan cepat. Ia seperti sangat lelah sampai keringat bercucuran didahinya. Ia melihat sekeliling dan ia mendapatkan dokter kang tengah berdiri dihadapannya.
Dokter kang pun tersenyum "alhamdulillah" gumamnya. Ia langsung memeluk Alena dengan cukup erat.
"Sayang" gumamnya
"Hmm" jawab Alena sangat pelan
"Apa disini sangat sakit? Apa disini juga? Akan aku obati. Ayo beritahu aku" ujarnya menunjuk bagian bagian badanku
Aku menggeleng "tidak ada yang sakit" jawabku
Aku menggeleng "aku bahagia bisa menyelamatkan mu. Aku baik baik saja" jawab Alena dengan lembutnya.
Setelah memeriksa Alena, kini Dokter kang memanggil keluarga Alena agar bisa menjumpai Alena satu per satu.
Mereka pun sangat bahagia dan juga sangat bersemangat memasuki ruangan Alena
**
Disisi lain, kini Arya dan beberapa anak buah nya sudah berada dikantor polisi. Sudah berjam jam ia tidak bisa berhenti mondar mandir karna emosi yang memuncak dikepalanya yang tak tersalurkan.
Kini Yee Rim sudah dihadapannya saat ini, ia langsung mengepalkan tangannya dan meninju Meja besi yang ada dihadapan Yee Rim. Sontak yee Rim sangat terkejut dan dengan keras tinjuan itu membuat tangan Arya berdarah, percikan darahnya pun mengenai wajah yee rim. Seakan tidak takut Yee Rim pun tersenyum menanggapi hal tersebut.
"Masih bisa nya wajah mu tersenyum dasar wanita psikopat!!" Umpat Arya
"Jika Tuan ku tidak memerintahkan ku untuk membawa wanita sialan seperti mu ini kepolisi maka akan ku pastikan hidupmu akan sangat sengsara!!" Sambungnya lagi
"Bagaimana dengan wanita jalang itu. Apa dia sudah mati? Huh siapa suruh menjadi sok pahlawan" ujarnya tak menganggapi umpatan yang dikeluarkan Arya kepadanya. Kalimat itu langsung membuat Arya semakin geram olehnya
__ADS_1
Arya hendak melayangkan tangannya kearah Yee Rim namun langsung ditahan oleh Lee Mii ra. "Brengsek!! Kau akan menerima hukumanmu dan kau akan membusuk dipenjara" maki Arya
Mendengar itu, Yee Rim hanya tersenyum sinis "plakkkk" sebuah tamparan keras diwajah mulus Yee Rim. Kini Yang melakukan itu adalah Lee Mii Ra. Ia sangat geram melihat reaksi tak bersalahnya ini.
"Beraninya kau menunjukkan itu dihadapanku. Dasar wanita jalang!!" Maki Lee mii
"Sini akan ku hajar kau brengsek!!!"sambungnya hendak menampar lagi namun Kini Arya sudah memeluknya dan menggendongnya keluar dari ruangan itu.
"Urus lah wanita berengsek itu dan pastikan ia mendapat hukuman didalam tahanan. Dan juga minta ia dipindahkan ke sel orang yang akan menyiksanya. Paham" perintah Arya kepada Anto selaku pengawal yang ia percaya.
"Baik Tuan" jawab Anto.
Arya dan Lee mii ra menginggalkan ruangan itu.
"Turunkan akuuu Ar" ujar Lee Mii ra
Arya pun menurunkan "jangan halangi aku. Akan ku hancurkan wajah jalang itu agar ia berhenti tersenyum yang sangat menjijikkan itu" makinya sambil melangkah keruangan itu. Namun Arya menarik lengannya "sudahlah biarkan Anto yang akan mengurusnya" ujar Arya
Ia menarik tangan Mi Ra menuju parkiran, namun lee mii ra menyadari keadaan tangan Arya yang terluka
"Kenapa ini??" Tanya nya
Arya tak menjawab, ia membuka kan pintu mobil untuk Lee Mii ra dan Lee Mii ra pun mengikuti dan masuk kedalam mobil.
"Kita akan kerumah sakit, apa operasinya berjalan dengan lancar?" Tanya Arya
Arya hendak ingin melajukan mobilnya namun ditahan oleh Mi Ra
"Operasinya sudah berjalan dengan lancar. Namun yang terpenting kita harus mengobati tangan itu. Dimana kotak P3k disini?" Tanya Lee Mii ra mencari kotak yang ia maksud.
"Didalam dashboard itu " tunjuk Arya
Lee Mii ra segera mengambil dan segera mengobati Tangan Arya yang luka itu.
Mereka hanya diam tanpa bicara sedikitpun. Sesekali Arya meringis karna luka nya itu dibersihkan dengan Alkohol yang menimbulkan rasa yang sangat pedih seperti DITOLAK CINTA DENGAN ORANG YANG SANGAT KITA CINTAI WKWKWK. candaa deng
Balik ke topik..
Setelah adegan pengobatan yang romantis itu selesai, mereka pun melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit untuk mengetahui Kondisi Alena.
__ADS_1
Notee: makasih ya teman teman sudah memberikan like dan votenya buat Author. Author jadi tambah semangat nulisnya. Love you moreeđź’•