
setelah beberapa menit mona pergi, ponsel ku pun berdering. aku segera meraihnya dan tertulis "Raka" dilayar ponselku. aku pun berfikir sejenak dan memutuskan tak mengangkat telfon dari raka. beberapa kali ponselku berbunyi namun aku tetap menghiraukannya
flashback on
"eh iya al ntar kalau raka cari lu gimana gue harus jawab apa? " tanya mona bingung
aku berfikir sejenak "hmm bilang aja gue udah balik kepekanbaru dari subuh tadi. bilang juga sekalian gue mintak maaf ga ngabarin dia" jawabku
"kalau dia tanya alasannya lu balik duluan gimana? "
"bilang aja lu ga tau. pokoknya keadaan mendesak lah. oke?? "
mendengar jawabanku mona pun mengangguk paham dan melambaikan tangannya kearahku sambil beranjak meninggalkanku.
flashback off
"semoga busnya sudah berangkat" gumamku sambil merebahkan tubuhku tak lama aku berbaring rasa kantuk pun menghampiriku dan aku tertidur pulas.
tok... tokk.. tokk
suara ketukan pintu membangunkanku, aku mengambil ponselku dan melirik jam sudah menunjukkan pukul 12. aku bangun dan segera membuka pintu ternyata mang ujang sudah sampai "ayuk non kita berangkat" ujarnya.
aku hanya mengangguk "ntar ya mang, al cuci muka dulu" jawabku segera kekamar mandi
mang ujang pun masuk dan membawa koperku kemobil.
setelah mencuci muka, akupun segera menghampiri mang ujang yang telah menunggu ku diparkiran.
sambil menuju keparkiran, aku pun kembali mengecek ponsel ku. aku sangat terkejut melihat notif wa dan puluhan panggilan dari raka.
__ADS_1
aku pun membaca pesannya "**al lu kok ga bilang balik duluan kegue? "
"tega ya lu ninggalin gue"
"al angkat dong telfon gue"
"lu kemana sih al? "
"lu baik baik aja kan? ga biasanya lu kayak begini ke gue"
"al balas please"
dan masih banyak lagi pesan dari raka.
brukkk
bunyi suara bokongku yang menyentuh lantai. seseorang menabrakku dan mengakibatkan aku terjatuh kelantai "maaf maaf lu gapapa kan? " tanya pria itu. aku menggeleng dan mendongakkan kepala ternyata ali yang menabrakku.
"lu kok masih disini? bukannya lu pergi sama yang lainnya" tanyaku setelah berdiri
"gue mau keluar negri al, bokap gue mau pindah kesana" jawabnya yang memperlihatkan aura kesedihannya
"kok mendadak gini?" tanyaku penasaran
"oma gue lagi sakit disana, terus gue juga udah mutusin buat pindah kesana dan lanjutin sekolah kesana" jawabnya
aku mengangguk paham. ali itu blesteran indonesia dan australia. papanya australia dan mama nya indonesia.
"kamu ngapain disini? " tanya ali.
__ADS_1
"gue mau balik duluan terus juga mau kebandung lusa" jawabku jujur
ia juga mengangguk pelan dan kami segera memasuki liff untuk mempercepat menuju area parkiran.
"sebelum gue pergi, gue mau kasih ini buat kamu" ujar ali sambil memberikan gelang untukku. aku tersenyum dan mengambil gelang itu.
"walaupun kita ga bisa jadi pasangan gue harap kita bisa jadi teman al. kamu jaga baik baik ya gelangnya. gue harap kita bisa ketemu lagi dilain waktu" sambungnya lagi
aku mengangguk "makasih ya li, gue senang banget bisa jadi teman lu. maafin gue ya selama ini gue cuek dan jutek sama lu dan gue janji akan jaga gelang ini dengan baik" ucapku kepadanya, tak sadar air matapun jadi dipipiku
"ga usah nangis ntar gue berat ninggalin kamu ahahahah" ujar ali menghapus air mataku. ia tampak menghibur dirinya dengan tertawa yang cukup dipaksakan. aku tersenyum dan mengangguk.
setelah itu kamipun berpisah dan aku segera menghampiri mang ujang.
"sudah siap non? " tanya mang ujang. aku mengangguk dan segera memasuki mobil.
tak beberapa lama ponselku kembali berbunyi dan lagi itu panggilan dari raka. aku mengangkat telfonnya "*hallo rak? "
"al lu dimana sih? kenapa pergi ga kabari gue. lu mau ninggalin gue ya" ucap raka dari sebrang sana
"gue ada urusan rak, gue sama mama mau kebandung buat ngecek perusahaan disana lusa" jawabku sedikit merasa bersalah kepada raka
"lu kenapa sih ga bilang. gue kan mau ikut sama lu" ujarnya lagi tak terima karna aku meninggalinnya
"lu ogeb banget sih, kan lu ketua panitianya mana bisa lu ninggalin studytour itu! lu happy aja disana dan lu juga punya kesempatan buat deketin cewek yang lu suka itu" ucapku yang merasa sesak didadaku. lagi dan lagi aku meneteskan air mataku. "yaudah ya rak gue lagi dispbu nih ga boleh telfonan" sambungku lagi dan segera mengakhiri panggilan dari raka*.
*****
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
__ADS_1
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
thankss gaes