SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Lee mi ra


__ADS_3

Hari ini aku tak terlalu sibuk karna tak banyak pasien yang harus ku tangani itu dikarenakan semalam aku mendapat giliran shift malam. Dan sekarang keadaan Aiko juga sudah membaik. Jadi aku mendapatkan kelonggaran tugas hari ini.


Merasa bosan diruangan, aku pun mencari udara segar dirooftop. Setelah berada dirooftop aku melihat seorang wanita yang berdiri diatas tembok dengan keadaan yang kacau, terlihat rambut yang acak acakan.


Aku langsung berlari menghampirinya.


"Jangan, tolong hentikan jangan lakukan itu" teriak ku


Ia melirikku sekilas "tak usah ikut campur!! Tau apa kau tentang rasa sakit" bentaknya


Ia menangis sejadi jadinya dan berteriak seperti orang gila " semua masalah bisa dibicarakan! Turunlah jangan lakukan yang membuat kau rugi" teriak ku kembali.


Aku mencoba mendekatinya "jangan mendekat!! Jika kau mendekat aku akan melompat" teriaknya lagi


"Kau tak akan tau bagaimana rasanya jika melihat orang yang ku cintai selingkuh didepan mataku sendiri hikss hikss hikss!!" Ujarnya lagi


"Kalau begitu melompatlah dan kau akan merugi dialam baka! Kau akan menyaksikan kekasih mu memadu kasih dengan perempuan lain! Maka melompatlah!!" Balasku berteriak. Aku sudah melalui masa seperti dia bakan lebih parah dari gadis ini.


Ia menatapku dengan jelas "siapa kau?" Tanya nya. Tanpa berkata kata lagi aku dengan cepat menarik tangannya agar turun dari tembok pembatas itu. Kami pun terjatuh bersama


"Ahhhhh sialan!!" Makinya


Iya berusaha untuk bangkit setelah ia bangkit tiba tiba ia mengulurkan tangannya untuk membantuku. Aku pun terkejut namun langsung ku hapus keterkejutanku dan membalas uluran tangannya.


"Kenapa kau tidak jadi melompat?" Tanyaku setelah berdiri dengan sempurna.


Ia hanya diam dan berjalan mendekati kursi disudut sana "kenapa kau menolongku?" Tanya nya menghiraukan pertanyaan bodohku.


Aku juga ikut duduk disamping nya " aku hanya merasa jika kau mati kau akan sangat merugi!" Jawabku simple


Ia mengangguk "kenapa kau tidak jadi melompat?" Tanyaku lagi


"Kau seorang dokter namun pertanyaanmu tak mencerminkan dirimu sebagai dokter" cibirnya. Mendengar itu darahku langsung naik "apa kau bilang? Kau orang yang tak tau berterimakasih! Sudah ku tolong malah menghinaku!!" Maki ku


Ia hanya diam mendengar makian ku "kau mau mencoba kepintaran ku ha? Ayo kita buktikan!!" Ujarku lagi


Ia tersenyum simpul "aku sadar disini bukan aku yang mempunyai masalah yang besar tapi kau lah yang mempunyai masalah sepertinya" ujarnya namun aku tak mengerti maksud darinya


"Apa maksudmu?" Tanyaku penasaran


"Perkenalkan aku lee mi ra aku seorang psikolog" ujarnya memperkenalkan diri. Aku terkejut mendengar profesinya "seorang psikolog ingin bunuh diri?" Batinku

__ADS_1


"Jika kau psikolog kenapa kau ingin bunuh diri?" Tanyaku penasaran


Ia tersenyum "awalnya aku bukan berencana bunuh diri namun aku ingin menumpahkan kekesalanku ketika melihat kekasihku berselingkuh dengan wanita lain" jelasnya


"Lalu kenapa kau ada disini? Apa pacar mu bekerja disini atau sebagai pasien?"


"Aku pacarnya Dr lee jung suk. Mungkin kau mengenal nya" jawabnya


Mendengar itu aku semakin terkejut bahkan tak percaya jika Dr lee itu berselingkuh.


"apa kau memang mengenalnya?" Tanya nya lagi untuk memastikan. aku pun mengangguk pelan.


"Apa kau mempercayaiku? Sepertinya tidak" jawabnya sendiri


"Kau ini sangat aneh bertanya sendiri dan menjawabnya sendiri" kesalku


"Hahahaha kau tak sadar ya jika aku seorang psikolog tentu sangat mudah membaca mimik wajah seseorang apalagi orang itu adalah kau" ujarnya lagi lagi meremehkan ku. Wanita ini sangat sombong namun cukup terlihat baik.


"Kau terlalu sombong nona" ujar ku


"Aku tidak sombong namun aku mengandalkan skill ku saja"


"Sudah 3 bulan yang lalu namun aku hanya diam saja dan enggan untuk mencari tau karna aku sangat mencintainya" jawabnya


Aku diam mendengarkan ucapannya, tak ingin bertanya lagi walau sebanarnya aku sangat penasaran.


"Namun baru hari ini ketahuan dengan mata kepalaku sendiri jika ia selingkuh" ujarnya lagi


"Jika ingin bercerita, bicaralah yang jelas jangan menggantung seperti ini" jawabku agar ia meneruskan ceritanya tanpa harus aku bertanya


iya tersenyum "aku mengetahui jika Dr lee selingkuh melalui sahabat ku namun aku tak mempercayainya. Tapi 3 bulan belakangan ini sikapnya makin aneh dan beberapa kali aku memergokinya sedang menelfon dengan seseorang ketika kami sedang bersama. Aku masih mempertahankan hubungan kami namun saat ini sudah tidak lagi. Ia lebih memilih selingkuhannya dari pada aku yang sudah menjadi kekasihnya 3 tahun lamanya" jelasnya


Aku pun terdiam tak menyanggah atau pun memberinya saran tanpa ia minta. Karna menurutku semua luka itu berbeda beda. Lebih baik mendengarkannya itu lebih membantunya.


Setelah mendengarkannya bercerita, ia pun akhirnya sedikit lega "makasih udah mau dengarin ceritaku" ujarnya dengan pelan


Aku mengangguk "by the way kamu bukan orang korea ya?" Tanya nya penasaran


Lagi lagi aku mengangguk "asalku indonesia" jawabku se adanya


Ia mengangguk paham "Indonesia? Hmmm ya aku tau negara itu. Aku sangat mengagumi pulau bali nya"

__ADS_1


"Pulau bali sangat indah, namun lebih banyak pulau yang cukup indah di negaraku"


"Yaa aku juga tau itu. Oh iya disini juga ada perusahaan dari Indonesia yang berkembang sangat pesat. Kalau tidak salah namanya Galaxi group"


"Oh ya? Aku baru tau jika perusahaan itu ada" tanggapanku berbohong.


Memang benar tidak ada orang lain tau jika aku adalah anak pemilik perusahaan itu kecuali Aiko serta karyawan yang bekerja di Galaxi group. Aku menutupinya karna tak ingin kuliah ku terganggu jika perusahaan itu berkembang atau pun tidak.


"Sepertinya kita cocok berteman. Berikan aku kontak ponsel mu" ujarnya


"Untuk apa? Aku tak suka membagikan kontak ponsel ku sembarangan" jawabku tegas


"Kau sangat kaku. Jika kau ada masalah cerita lah kepada orang lain jangan dipendam nanti kau bisa gila"


"Psikolog macam apa kau ini, seenaknya saja mengatakan kalau aku bisa gila. Sini ponselmu" ujarku sedikit emosi.


Ia memberikannya "terimakasih. Lain kali kita harus bicara bicara lagi" ujarnya melangkah pergi


Aku hanya tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Menurutku ia baik namun caranya saja yang sedikit angkuh.


"Ternyata kamu disini Al" ujar Aiko menghampiriku


Aku tersenyum melihat kedatangannya "kenapa? Apa Dr kang mencariku?" Tanyaku


Ia mengangguk "Tadi ia mencari mu namun ia pergi lagi" jelasnya


"Pergi kemana? Apa jam prakteknya sudah habis?"Tanyaku penasaran.


Ia menggeleng "jam prakteknya sudah selesai. Jadwalnya hanya mengoperasi 1 pasien saja hari ini dan itu sudah selesai sekitar 1 jam yang lalu"


Aku mengangguk mengerti, ketika mendapatkan shift malam, pekerjaan disiang harinya diringankan dan tidak ikut serta membantu kegiatan operasi jika diadakan. Itulah perjanjian kontraknya diawal Koas.


"Kamu bawa apaan ko?" Tanyaku


"Ini makan siang kita berdua" jawabnya sambil memberikan kotak makanan bewarna biru muda.


"Kenapa berbeda?" Tanyaku lagi. Akhir akhir ini jiwa penasaranku kembali seperti dulu.


"Hmmmm ini yang kamu pegang itu makanan halal dan ini bukan halal" jelasnya. Aku pun langsung mengangguk paham sambil tersenyum.


Note : thanks banget gaes udah baca cerita Author. Jangan bosan untuk meninggalkan like dan coment yang positif ya gaes. Diingatkan kembali jika readers tidak suka dengan karya Author mohon tidak meninggalkan comentar yang negatif ya. Love you moređź’•

__ADS_1


__ADS_2