
"yuk balik" ajak Raka
Aku hanya mengangguk dan melirik kearah mona "mon gue duluan ya. Lu hati hati"
"okeee" jawab mona seraya rohmat kepadaku. Aku hanya tertawa dan meninggalkannya.
*
Diperjalanan kami hanya diam dan berkutik dengan pemikiran masing masing.
"Al lu lagi ngelamunin Ali ya? " suara raka memecahkan lamunan ku
"hmm ga kok, gue lagi mikirin aja ucapan angela soal Ali belum bisa move on dari gue"
"ha? Belum move on? Bukannya kalian udah putus dari 3 tahun lalu ya?" raka memperlambat laju motornya
"hmmm gue ga tau. Bodo amat deh" jawabku cuek
Mendengar jawabanku, tidak ada pembicaraan lagi kami kembali dalam pikiran masing masing
"Al lu kok sampe sekarang ga punya pacar?" tanya Raka memecahkan kembali lamunanku
"apa bedanya dengan lu, sampe sekarang lu ga pernah punya pacar. Lu kan ganteng keren Kenapa lu masih sendiri? Banyak noh diluar sono cewek yang mintak dipacarin ama lu" ucapku malah bertanya balik.
__ADS_1
"hmm ga ada yang cocok dan ga ada yang mirip lu Al"
"ha? Maksud lu apaan? " aku sangat terkejut atas ucapan raka
"oh ga ada, lupain".
*
Setelah diantar Raka, aku langsung kekamar. Maklumlah hanya aku dan mbok jum dirumah. Mama dikantor dan papa keluar negri beberapa bulan ini untuk mengurus bisnisnya disana.
Aku hanya berbaring dikasur yang paling empuk dan aku cintai ini. Tak berselang lama aku kembali duduk dan ingin mengambil Novel yang kusukai untuk mengisi gabut ku hari ini.
Aku mengambil Novel yang berjudul PELANGI. Ini adalah novel favoritku dan tidak akan pernah bosan membacanya. Setelah novel ini berada digenggamanku aku melihat sebuah foto dimana didalam foto itu terlihat betapa bahagia suami istri yang mempunyai anak kembar. Mereka tampak sangat bahagia dengan senyum meriasi wajahnya.
Foto ini sudah lama ku simpan dikamar dan hanya ini foto satu satunya yang aku punya dikarenakan mama membakar semua foto foto kami dan alexa. Tak ada yang tersisa untung saja aku mengambil foto ini disaat mama sedang sibuk membakar foto yang lainnya. Mama juga memberikan baju milik alexa kepada anak teman temannya. Alasannya biar kami bisa melupakan alexa dan berhenti dalam kesedihan ini. Mama juga merubah semua letak letak benda dan memasang foto keluarga yang baru. Bukannya itu berlebihan hanya saja mama tidak ingin larut dengan kesedihan ini. Aku dan papa hanya diam tanpa kata ketika mama melalukan semua ini. Ini demi kebaikan keluarga ku juga.
"lex, gue rindu. Semenjak lu pergi rumah sepi dan rumah ini tidak seperti yang dulu seakan menghapus lu disini. Lu jangan marah ya sama mama. Mama ga mau gue sedih dan insyaallah gue udah iklas lepasin lu. Tapi bagaimanapun lu kembaran gue, seiklas iklasnya gue masih aja didalam hati ini seperti ada yang hilang" ucapku pada foto itu tak terasa air mata membahasi foto itu.
"woi ngapain lu? " Raka mengagetkan ku.
Aku segera menghapus air mataku "apaan sih lu rak. Masuk kamar orang sembarangan aja. Untung gue ga jantungan"
"lu nangis?" tanya nya yang tak menghiraukan ucapanku barusan. Dia mengambil foto yang ada ditanganku seraya duduk disampingku.
__ADS_1
"lu kangen Alexa ya? Sama gue jugak" ujar raka
"hmm iya gue kangen banget ama dia"
Raka terdiam dan terus memandangi foto itu tanpa membalas ucapanku
"rak apa gue ga bisa ya gantiin posisi alexa dihati lu? " batinku
Setelah larut dari lamunan, Raka kembali menatapku "Al jalan yuk. Udah ga usah terlalu dipikirin. Lu kan tau alexa udah bahagia disana. Ayukkk kita pergi. Gue mau makan bakso langganan pikir jalan kita" ajak raka menghilangkan kesedihanku
Aku tersenyum dan mengangguk "gue ganti baju dulu. Sekarang lu keluar" ujarku sambil berdiri dan segera membawa raka keluar dari kamarku
Tepat didepan pintu raka menghentikan langkahnya "kenapa gue harus keluar? " goda Raka
"kampret lu. Awas ah gue mau tutup pintu"
Raka tertawa sangat keras. Aku hanya tersenyum dari dalam kamar.
"oke yuk berangkat"
"siap tuan putri"
.....
__ADS_1