SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Niat Baik


__ADS_3

"Al ga mau bubur ma" ujarku ke mama.


"Sayang, kamu harus makan ini setelah itu minum obat"


"Tapi Al ga mau ma. Mama tau kan Al ga suka bubur" ujarku terus menolak suapan itu.


"Lalu kamu ingin apa sayang?" Kini papa bersuara karna melihat ku dan mama berdebat


"mauu gimbap aja pa" jawabku dengan cepat


"Baiklah papa akan menyuruh Yanto membelinya"


Aku sangat senang mendengar itu "Pa sekalian dengan chicken" sambungku lagi


Papa mengangguk "papa!!" Bantah mama yang tak terima


"Sudahlah Ma, Biarkan saja. Papa keluar sebentar dulu ya sayang. Ada yang ingin bertemu" jawab papa sambil melihatku memasang wajah memelas


"Huhhhfff punya anak satu tapi bandelnya mintak ampun. Disuruh makan yang sehat aja gak mau! udah mau jadi dokter tetap aja bandel" mama mulai mengomel


Setelah melihat papa pergi, dan aku terus memandang mama yang sedang mengomel "kamu tu ya, harus memikirkan diri kamu sendiri. Jangan terus memikirkan orang lain. Lihat ini kamu jadi masuk rumah sakit. Mama tu ga bisa tenang kalau kondisi kamu kayak gini nak"


"Aduhhh ma sakit" ujarku berpura pura


"Mana yang sakit nak. Aduhh bentar mama panggil dokter dulu" cemas mama


Ia hendak berlari namun aku menahan tangannya "Al ga butuh dokter, Al butuh mama" ujarku sambil memeluknya


Mama tersenyum "jadi tidak ada yang sakit?" Tanyanya lagi


Aku menggelengkan kepala "Ma sehat terus yaa" ujarku


Mama mengangguk "iya nak, kamu jangan seperti ini lagi. Mama jantungan" jawabnya


Aku mengangguk.


Tokk tookk tokkk bunyi pintu


"Permisi Nyonya, ada yang ingin bertemu Nona" ujar salah satu pengawal papa


"Silahkan masuk" jawab mama


Nampak dua orang anak dan ibu memasuki ruanganku. Ya dia adalah anak yang ku tolong itu.


"Annyeong haseyo" sapanya.


"Anyoeng" jawabku dan mama


"Saya datang kesini untuk berterimakasih kepada Nona" ujarnya langsung to the poin sambil membungkukkan badannya


"Maaf Nyonya, bukan saya tidak menghargainya namun saya seorang muslim jadi tidak boleh menerima perlakuan itu" ucap mama


Aku hanya mengangguk "ohh maafkan saya, saya tidak tau" jawab ibu itu yang mengerti maksud mama.

__ADS_1


Kami pun berbincang bincang. Setelah itu mereka pun berpamitan untuk pulang.


***


Hari ini aku sudah boleh pulang, Ani dan Mbok jum terlihat cukup sibuk mengemasi barang barang.


"Maa Al udah sembuh kok. Ga perlu kursi roda juga ma" rengek ku kepada mama yang terus kekeh menyuruhku duduk dikursi roda


"Kaki kamu masih sakit sayang. Jangan membantah terus"


"Sudahlah ma, Biar Al juga cepat sembuh. Kalau ga digerakin nanti tidak bisa jalan" ujar papa membelaku


"Papa terus terus saja membela Al"


Disela sela perdebatan kami, datang lah dokter kang "dokter tidak bekerja?" Tanyaku


Ia menggeleng "jadwal praktekku sudah habis Al. Ayo biar aku mengantarmu"


Aku mengangguk mengiyakan tawarannya. Aku dan dokter kang menaiki mobil milik dokter kang.


Diperjalanan kami hanya diam "Al ada yang ingin aku sampaikan" ujarnya tiba tiba


Aku melihatnya "ada apa dok?" Tanyaku penasaran


"Hmmm aku siap Mengikuti Agamu karna Allah" ucapnya dan langsung membuatku sangat terkejut.


"Aaappa dokter sedang bercanda?" Tanyaku memastikan


Aku pun mengangguk memberikan jawaban iya. Tak terasa air mata sudah membasahi pipiku. Aku sangat bahagia mendengar kabar ini. Dan begitu juga dengan dokter kang sendiri. Matanya berkaca kaca menandakan perasaannya saat ini.


****


Aku sudah berada dikamarku, ya kamar yang sangat aku rindukan. Sudah beberapa hari ini aku tidak tidur dikasur yang empuk ini.


"Apa kamu ingin minum?" Tanya Dokter kang kepadaku


Aku menggeleng "kapan saya. bisa kembali bekerja dok?" Tanyaku to the point


"Kamu ini! Belum sembuh sudah memikirkan pekerjaan saja"


"Aku merindukan suasana rumah sakit dok"


"Apa kamu tidak merindukan ku?" Ujar dokter kang


"Kita setiap hari bertemu dok. Apa kamu tidak bosan?" Jawabku menahan malu


Ia menggeleng "tidak.. aku tidak bosan" jawabnya dengan semangat. Aku pun tertawa mendengarnya.


"Permisi Non.." ujar Ani berdiri didepan pintu kamarku. Ia membawakanku makanan dan beberapa obat disana


"Masuk saja An" jawabku


Ia mengangguk "Non, makan dulu ya" ujarnya

__ADS_1


Aku pun mengangguk "biar saja aku yang menyuapimu" tawar dokter kang tanpa izinku lebih dulu mengambil piring makanan


"Saya bisa sendiri dok" ucapku yang merasa canggung


"Sudah jangan membantah" jawabnya dan langsung menyuapiku.


"Apa ini enak?" Tanyanya disela menyuapiku. Aku mengangguk. Ia langsung menyuap nasiku kedalam mulutnya


"Benar ini sangat enak" gumamnya


"Apa dokter belum makan?" Tanyaku


Ia menggeleng "belum" jawabnya


"An bisa tolong bikinin makanan buat dokter kang?" Ujarku kepada Ani. Dengan sigap Ani langsung mengangguk dan berpamitan meninggalkan kami.


"Aku sudah bisa membaca Alqur'an" ujarnya disela sela menyuapiku makan.


Lagi lagi aku dibuat terkejut olehnya "benarkah? Wahh itu sangat bagus dok" puji ku dengan semangat.


ia tersenyum dengan lebarnya.


Setelah meminum obat aku pun merasa ngantuk.


"Sekarang istirahatlah, aku harus pergi karna ada seminar" ujar dokter kang


Aku mengangguk "hati hati dokter" jawabku


Ia mengangguk dan tiba tiba mencium keningku. Aku sangat terkejut karna ini pertama kalinya ia mencium ku. Melihat itu kedua pipiku berubah terasa panas. Ia melihatku hanya tersenyum dan segera berpamitan.


Flashback On


Author POV


"Apa kamu serius dengan keputusan ini dokter" ujar Wijaya yang sangat terkejut dengan penuturan dari laki laki dihadapannya ini tak terkecuali dengan Dinda yang sama terkejutnya.


Laki laki itu mengangguk dengan yakinnya "saya yakin atas keputusan saya Tuan. Saya serius untuk melamar putri Anda untuk menjadi pasangan saya" jawab laki laki itu. Ya dia adalah dokter kang.


"Saya mengikuti keyakinan keluarga anda bukan semata mata hanya mencintai Putri Anda, namun karna Allah SWT" sambungnya mantap


Wijaya pun tersenyum dengan penuturan dari Dokter kang "baiklah saya akan memberimu restu. Namun saya ingin mengetes bacaan AlQur'an mu. Apa kah itu boleh?"


"Tentu saja tuan. Insyaallah saya sudah bisa membaca AlQur'an " jawabnya mantap.


Setelah mendengar kan dokter kang mengaji, Ustad Almer, wijaya dan Dinda tersenyum sangat lebar "jadi kapan anda ingin bersyahadat?" Tanya Wijaya


"Sebaiknya setelah Alena sembuh Tuan. Saya ingin ia menyaksikan nya. Dan Ustad Almer lah yang akan memimpin" ucap Dokter kang memandang Ustad Almer. Ustad Almer tersenyum dan mengangguk.


Mendengar itu semuanya tersenyum dengan bahagianya.


Flashback Off


Note : thanks gaess sudah memberikan vote dan like nya. Dan tak bosan bosan Author ingatkan jika tak menyukai part ini maka jangan lah meninggalkan komentar yang negatif. Dan satu lagi selamat hari lebaran semuaaa bagi yang merayakanπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜‡πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2