
setelah membersihkan diri, aku pun segera memakai baju yang telah dibelikan oleh riska.
aku berdiri didepan kaca yang memantulkan bayangan diriku. rambut yang ku ikat tinggi dan mengenakan kaos putih dipadukan dengan jeans hitam juga dilengkapi dengan heels yang tak terlalu tinggi. terlihat cukup cantik dengan postur badanku yang tinggi 160cm dan juga ramping dan aku sangat penyukai warna putih dan hitam. aku pun keluar dari kamar mandi yang ada diruangan CEO.
mama, tante sinta dan arya tampak sedang berbincang bincang mengenai kondisi perusahaan. aku pun segera menghampiri mama dan duduk disampingnya.
"kamu mulai kerja kapan nak?" tanya mama
"besok ma tapi hari ini aku mulai mempelajari tugas tugasku, mungkin aku membutuhkan waktu sampai besok untuk mempelajarinya"
"kalau begitu saya akan perintahkan riska yang mengajari anda nona dan selama anda belum paham anda bisa meminta bantuan riska" ucap arya
aku hanya mengangguk dan menyetujuinya. mama yang disampingku melihat jam dipergelangan tangannya "sudah waktunya makan siang. ayo kita makan siang bersama sekalian menyambut sekretaris baru mu arya" ajak mama langsung tersenyum kearahku.
"ayuk mbak, sinta udah laper ni" jawab tante sinta dan diikuti anggukan ku. kami pun segera keluar dari ruangan dan melewati beberapa karyawan yang menunduk hormat kepada kami.
**
setelah makan siangnya selesai, aku segera mengambil ponsel ku dan langsung menghidupkan nya. tak beberapa lama ponselku berbunyi dan sangat ribut, aku mengecek nya ternyata banyak panggilan tak terjawab dari raka dan juga puluhan pesan. belum sempat pesannya ku buka muncul panggilan dari raka. aku segera mengangkatnya "hallo rak" sapaku
"lu dari mana aja sih al. ga ngabarin gue dan kenapa hp lu ga aktif? " tanya raka disebrang sana
"kemarin gue ketiduran dimobil terus ponselnya jatuh jadi susah nemuinnya pas dah ditemuin malah batrainya habis" jawabku berbohong
"besok gue balik. gue mau kerumah lu langsung"
"gue lagi dibandung rak. hari ini gue mulai belajar diperusahaan papa dan kayaknya gue cukup sibuk disini deh"
"lu kok ga bilang ke gue kalau mau kebandung" tanyanya sedikit kaget
__ADS_1
"gue udah bilang rak lu nya aja yang ga tanggapin. terus lu lagi dimana sekarang? " tanyaku
"ini gue lagi dibukit tinggi dan hari ini terakhir studytournya"
"ooo gitu. hmm gimana perkembangan lu sama cewek yang lu suka rak? "
"boro boro mau dekatin, dia malah pergi"
"maksudnya?? " tanyaku tak mengerti makaud dari omongan raka
"ha? ga.. gak kok. jadi lu kapan pulang" jawabnya mengalihkan pembicaraan
"2 minggu lagi kayaknya deh. gue lagi sibuk banget jadi sekretaris sementara disini"
"ha? serius lu? kok bisa? " tanya raka sangat terkejut atas apa yang aku ucapkan
"ya bisa lah. panjang deh ceritanya. yaudah ya gue sibuk nih"
"nantik aja lanjutkan pas gue udah pulang ngantor" ucapku langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
aku pun langsung menghampiri mama yang masih berbincang dengan arya.
**
"jadi ini yang pertama nona lakukan itu mengatur jadwal pertemuan dan perjanjian dengan teman relasi atau kegiatan lainnya juga persiapan dan penyelenggaraan rapat. nona harus rutin menyimpan arsip arsip penting, menerima tamu, menerima telfon dan lainnya" ujar riska memberitahuku tugas seorang sekretaris. ia terlihat gugup dan takut kepadaku. aku merasa kasihan melihatnya dan ingin berencana mengembalikan posisinya seperti semula.
"semoga pelajaran yang ku berikan ini bisa membuatnya sadar dan tidak menjadi sombong lagi" batinku
"baiklah aku paham. kamu boleh kembali bekerja jika nanti aku membutuhkan mu aku akan mencarimu" ucapku dan diikuti anggukan nya. ia bergegas pergi meninggalkan ku.
__ADS_1
setelah ia pergi, arya datang menghampiri mejaku yang masih berada diruangannya. ruangan kami dibatasi oleh sekat penghalang yang terbuat dari kaca.
"ada yang kurang anda pahami nona? " ujar arya
"untuk saat ini tidak ada pak" jawabku sopan
ia tersenyum "nona bisa memanggil saya dengan sebutan nama" ujarnya lagi
aku menyerngitkan dahiku "bukan kah itu tidak sopan? "
"saya lebih suka dipanggil nama nona. agar kita terlihat akrab dan juga saya merasa sedikit tidak pantas karna anda memanggil saya dengan sebutan Bapak. sebenarnya disini bos nya anda nona" ucapnya panjang lebar dan menekankan kata bos dikalimatnya.
" baiklah saya akan memanggil nama anda. namun saya akan meralat ucapan anda yang menyebutkan saya bos disini. saya bukan bos dan saya cuma anak dari atasan anda. lagian saya belum tamat sekolah jadi anda bersikaplah sebagai atasan saya" jawabku
iya mengangguk " semoga anda betah disini nona dan setelah anda menyelesaikan pendidikan anda saya harap anda bisa bergabung diperusahaan ini"
"tentu " jawabku singkat
"arya usia mu berapa? " tanyaku lagi yang sangat penasaran dengannya. ia terlihat muda dan juga tampan.
"25 tahun nona" jawabnya sambil tersenyum. aku hanya mengangguk pelan.
hari ini hari pertama aku bekerja walaupun hanya 2 minggu namun aku berharap pekerjaan ini bisa membuatku sibuk dan sedikit melupakan raka.
dan kalian jangan ragukan kemampuanku, aku juga termasuk siswa berprestasi disekolah walaupun tetap saja raka nomor satu.
***
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
__ADS_1
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
thankss gaes