
"sayang kamu sudah siap?" tanya mama tengah duduk ditepi ranjangku. aku membalikkan badan kearah sumber suara
"sedikit lagi ma " jawab ku
"ya sudah kamu cepat gih siap siapnya, papa udah nunggu dibawah tuh" ujar mama sambil berjalan keluar kamar ku, aku mengangguk dan tersenyum. aku sangat bersyukur akhir akhir ini mama sedikit lebih peduli dan perhatian kepadaku
setelah selesai, aku pun langsung keluar dari kamar dan segera menyusul mereka diruangan keluarga.
"yaampun cucu eyang cantik banget" ucap eyang kepadaku sontak semua berhenti dari perbincangannya dan langsung melirikku termasuk arya. arya diundang dalam dinner yang istimewa ini.
mendengar ucapan eyang aku hanya tersenyum dan segera menghampiri eyang.
kami segera berangkat ke restourant yang telah dipesan oleh tante sinta untuk acara malam ini.
setelah sampai ditempat tujuan kami pun segera menuju meja yang sudah disiapkan oleh karyawan restourantnya.
"kok kursinya banyak banget pa? " tanyaku kepapa
papa tersenyum "iya om malik sama tante gita juga akan makan malam bersama kita sayang"
"aapa?? serius pa? terus raka ikut juga dong pa" tanyaku sangat terkejut. papa hanya mengangguk
tak beberapa lama datanglah raka dengan kedua orang tua nya "malam eyang" ujar raka sambil menyalami eyang.
"malam ganteng. yaampun makin ganteng aja anak mu malik" ujar eyang kepada om malik.
"jelas dong ma, siapa dulu bapaknya ahahhaah" jawab om malik yang membuat semua orang tertawa. aku pun bersalaman dengan om malik dan bunda gita juga diikuti oleh raka yang menyalami kedua orang tuaku.
om malik memang seperti itu, ia sangat suka bercanda. om malik juga memanggil eyang dengan panggilan mama karna om malik dari kecil sudah kehilangan kedua orang tuanya dan eyanglah yang merawatnya hingga seperti sekarang ini.
selesai makan malam bersama, mereka pun terus membahas tentang galaxi group yang semakin hari semakin berkembang. kecuali dengan ku dan raka kami masih belum mengerti tentang itu, akhirnya kami memutuskan untuk pergi dari sini "al kita keluar yuk" aja raka. aku pun mengangguk dan berpamitan kepada mereka semua terkecuali dengan arya. ngapain juga pamitan sama arya ahahha
"nona mau kemana? " tanya arya, mendengar itu aku pun menghentikan langkahku
"aku sama raka mau keluar cari angin" jawabku seadanya. ia hanya mengangguk namun terlihat jelas diwajahnya sedikit kesedihan disana tapi aku mengabaikannya dan segera menghampiri raka yang tak begitu jauh dariku.
"lu sangat cantik malam ini al" ujar raka membuka pembicaraan.
aku sekilas meliriknya dan hanya tersenyum tanpa berniat membalas ucapan raka.
raka yang melihat itu menyerngitkan dahinya. ia merasa kebingungan akan perubahan sikapku kepadanya " lu kok sekarang berubah ya al" ujarnya lagi. ia berbicara tanpa melirik kearahku dan terus memandangi anak anak yang berlarian dihadapannya. ya kami tengah berada dialun alun kota bandung tepatnya dilapangan rumput sintesis.
mendengar penuturan raka aku pun beralih duduk menghadapnya "maksud lu apa rak? " tanyaku
"hmm entahlah semenjak kejadian dimalam itu gue ngerasa lu jauhin gue al" ujarnya sambil beralih menghadapku juga. mata ku dan mata raka pun saling bertatapan cukup lama.
__ADS_1
aku mengalihkan pandanganku "perasaan lu aja kali rak" jawabku yang tak meliriknya
ia hanya terdiam enggan berbicara. melihat raka mengabaikan ucapan ku, aku pun diam.
**flashback on
Raka POV**
"mon kok alena ga sama lu? " tanyaku pada mona. aku sedikit khawatir dengan alena
" dia mau balik rak, mau kebandung katanya"
"kok dia ga bilang ke gue sih kalau mau pergi"
"iya dia titip pesan ke gue" jawab mona singkat dan meninggalkan ku
aku sangat bingung dengan alena, semalam ia kelihatan baik baik aja kok sekarang malah pergi gitu aja ga ngabarin segala.
aku pun bergegas menelfonnya namun tak ada jawaban dan begitu pun seterusnya.
"sudahlah pasti dia lagi ketiduran"batinku.
aku pun memasuki bus dan segera menuju tempat wisata kali ini.
setelah cukup lama kami pun sampai ditempat tujuan ini. aku pun segera menghubungi alena akhirnya ia mengangkat telfonku.
"al lu dimana sih? kenapa pergi ga kabari gue. lu mau ninggalin gue ya" ucapku yang sedikit kesal dengannya
"gue ada urusan rak, gue sama mama mau kebandung buat ngecek perusahaan disana lusa"
"lu kenapa sih ga bilang. gue kan mau ikut sama lu"
"lu ogeb banget sih, kan lu ketua panitianya mana bisa lu ninggalin studytour itu! lu happy aja disana dan lu juga punya kesempatan buat deketin cewek yang lu suka itu yaudah ya rak gue lagi dispbu nih ga boleh telfonan"
dia pun memutuskan panggilan secara sepihak. aku menyerngitkan dahiku yang merasa sangat kebingungan "gimana mau dekat sama cewek yang gue suka, yang gue suka kan lu al "batinku
ingin sekali menjawab ucapannya dan mengatakan kalau cewek yang aku suka itu dia alena anastasya. namun itu hanya mimpi dan mungkin tak terwujud. aku pun memasukkan hp kekantong ku dan segera bergabung dengan teman teman yang lainnya.
***
hari ini adalah hari terakhir studytour dan aku berada dibukit tinggi. karna hari ini terakhir maka kami pun bebas mau kemana saja asalkan kembali kehotel tidak terlalu malam berhubung besok akan kembali lagi kepekanbaru. aku pun menelfon kembali alena dan akhirnya alena pun mengangangkatnya setelah beberapa kali aku menghubunginya
"hallo rak" sapanya
"lu dari mana aja sih al. ga ngabarin gue dan kenapa hp lu ga aktif? " tanyaku yang lagi lagi sangat kesal padanya.
__ADS_1
"kemarin gue ketiduran dimobil terus ponselnya jatuh jadi susah nemuinnya pas dah ditemuin malah batrainya habis"
"besok gue balik. gue mau kerumah lu langsung"
"gue lagi dibandung rak. hari ini gue mulai belajar diperusahaan papa dan kayaknya gue cukup sibuk disini deh"
"lu kok ga bilang ke gue kalau mau kebandung" tanyaku sedikit terkejut
"gue udah bilang rak lu nya aja yang ga tanggapin. terus lu lagi dimana sekarang? "
"ini gue lagi dibukit tinggi dan hari ini terakhir studytournya"
"ooo gitu. hmm gimana perkembangan lu sama cewek yang lu suka rak? "
"boro boro mau dekatin, dia malah pergi"
"maksudnya?? "
"ha? ga.. gak kok. jadi lu kapan pulang" jawabku mengalihkan pembicaraan
"2 minggu lagi kayaknya deh. gue lagi sibuk banget jadi sekretaris sementara disini"
"ha? serius lu? kok bisa? "
"ya bisa lah. panjang deh ceritanya. yaudah ya gue sibuk nih"
"al gue belum selesai ngomong"
"nantik aja lanjutkan pas gue udah pulang dari kantor" ujarnya lagi dan langsung memutuskan sambungan telfon kami.
aku menatap layar ponselku dan terlihat foto alena diwallpaper ponselku. aku terus memandanginya "ketauan lu kan suka sama alena" ujar mona mengagetkan ku
aku melirik kearahnya "ga usah sok tau " jawabku cuek dan segera memasukkan ponsel ku dedalam kantong jaketku
"gausah boong lu cebong. gue tau kalau lu naksir sama alena" ujarnya lagi. aku tak menyanggah ucapannya karna memang benar kenyataannya
"gue tau alena juga suka sama lu" ujarnya lagi sontak aku sangat terkejut "aapaaa apa yang lu bilang tadi? " tanya. jujur mendengar ucapan mona barusan aku sangat bahagia namun aku harus memastikan ucapannya agar telingaku tak salah dengar.
mona pun tersenyum melihat responku.
***
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
__ADS_1
thankss gaes