
Seminggu pun telah berlalu, tak banyak yang berubah dari hari sebelum nya. Aku masih sangat sibuk mengerjakan skiripsi akhir dan sesegera mungkin mencari rumah sakit untuk Koas ku.
Ya aku mengambil jurusan kedokteran kembali untuk melanjutkan S2 ku. Awalnya aku lulusan sarjanah jurusan Management bisnis namun setelah kepergian Raka aku bertekad untuk menyambung kuliah kedokteran. Walaupun sangat berbeda jauh dengan jurusan awalku.
Waktu tersisa hanya tinggal 1 bulan lagi untuk menyiapkan skripsi ku.
Sebenarnya papa sangat ingin aku mengambil jurusan management bisnis dan memperdalam ilmu didunia bisnis untuk S2ku. Agar aku bisa membantu dalam urusan bisnis dan galaxi grub namun aku berubah pikiran dan lebih tertarik mengambil jurusan kedokteran untuk masa depanku nantinya. Menurutku walaupun aku seorang dokter namun aku masih bisa membantu papa. Setelah mengutarakan keinginan ku papa pun mendukung keputusanku dan juga mensupport keinginanku.
Setelah berkutik lama dengan laptop ku, aku memutuskan untuk turun kebawah untuk makan. Aku pun berfikir tumben sekali Ani tak memanggil ku untuk makan ataupun sekedar menyapaku.
Aku menurunkan anak tangga sambil mencari keberadaan Ani namun tak ku temui ia didapur. Aku pun memutuskan untuk kekamarnya dan benar saja dia sedang berada dikamar sambil mengumpulkan uang dari celengan yang ia pecahkan.
"An.. ngapain?" Tanyaku penasaran
Aku melangkah masuk dan langsung duduk dipinggir kasurnya
"Ehh Non, in..i non Ani lagi bongkar celengan Ani yang sudah lama Ani simpan" jelasnya sedikit gugup
"Kamu perlu uang An? Untuk mbok jum?" Tanyaku sangat penasaran
"Ahhh tii..dak Non tidakkk. Ani sebenarnya ingin menonton konser yang diadakan oleh BTS non heheheeh"
Aku menyerngitkan dahi "BTS? Maksud kamu mereka?" Tunjuk ku kesalah satu bingkai foto Yang didalamnya ada tujuh orang laki laki tampan.
Ia mengangguk dengan kencang sambil menunjukkan gigi rapi nya "iyaaa Nonn Ani ingin sekali datang ke konser mereka untuk pertama kalinyaa" jelasnya lagi
Aku pun mengangguk mengerti "hmmm emang tiketnya berapaan?"
"Kurang lebih 4 jutaan Non"
"Cukup mahal ya An"
__ADS_1
"Ini udah yang paling murah non, yang VVIP nya harganya kurang lebih 16 juta dan berada sangat dekat dengan panggung dan jika beruntung bisa mendapatkan benda yang berasal dari dia langsung. Ani sudah lama menabung supaya bisa mendapatkan tiket itu tapi sepertinya tidak bisa untuk sekarang" jelasnya lagi berubah menjadi murung
"Kenapa tidak bisa?"
"Tiketnya sangat sulit didapat non walaupun ada itu pun terbatas dan pastinya sudah dipesan lebih dahulu dan juga itu sangat mahal non, Ani tidak mampu"
"Emang uang tabungan kamu berapaa ??"
Ani melirik uang yang berserakan dikasur nya, "paling banyak 8 jutaan non tapi Ani sangat senang non karna Ani bisa ketemu sama merekaa heheh"
"Ehhh iyaaa boleh kan non Ani pergi please non" mohon nya
Aku pun mengangguk pelan, menurutku ga ada salahnya ikut kekonser itu hitung hitung menyenangkan Ani. Sudah lama ia menemaniku disini namun belum sekali pun aku membuatnya bahagia dan kali ini aku bisa membalas kebaikannya.
"Yey yeeyy makasih non makasih" ujarnya sangking bahagia
"Kapan konsernya di adakan?" Tanya ku
Aku pun mengangguk dan segera meninggalkan kamarnya.
Setelah makan, aku pun menelfon salah seorang karyawan yang mewakili papa untuk mengurus cabang bisnisnya disini. Jujur selama kurang lebih 4 tahun disini baru sekali ini aku meminta bantuan salah satu orang orang nya papaku.
"Hallo nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya
"Hmmm saya ingin datang ke konser yang diadakan oleh BTS dua minggu yang akan datang. Tolong siapkan tiketnya untuk dua orang ya Om" perintahku kepada manager diperusahaan cabang galaxi grub.
Setelah itu aku langsung mematikan sambungan telfon kami. Ya walaupun pendidikanku kedokteran namun aku juga tak jarang mengunjungi cabang perusahaan dari galaxi grub yang baru dibuka dari 3 tahun yang lalu.
itu karna aku cukup mengerti tentang management perusahaan ini, dan aku juga termasuk orang yang mempunyai IQ yang cukup tinggi.
Sesekali jika kuliahku sudah selesai, aku juga menghadiri rapat penting untuk mewakili papa.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, tiket yang aku minta tadi sudah ditanganku. Ini semua berkat Om Andi selaku manager galaxi grub cabang disini.
Setelah suruhan Om Andi pergi, aku pun langsung bergegas menghampiri Ani yang sedang berada didapur.
"Nih An untuk kamu" ujarku memberikan amplop yang berisi 2 tiket VVIP
Ani pun terkejut dan dengan polosnya mengambil amplop itu dan berkata "Non, Gajian Ani masih lama non. Kenapa non berikan ini?"
"Ahahhahahah buka aja dulu An"
Ia pun membuka amplop itu dan reaksi yang ditimbulkan sangatlah lebay menurut ku wkwkwkwk
"N...ooon Ini ka..n tik..et Konnssser BTS V...VIP Yaallah Ani Tiiii...dak mim..pi kan non?" Teriak nya histeris dan terbata bata.
Aku pun menggeleng sebagai jawaban tidak. Ia langsung memeluk ku dengan bahagia nya
"Ann kamu berat udahhh ya lepasinnn" ucapku sambil mencoba melepaskan pelukan Ani.
Ani yang tersadar langsung melepaskan pelukannya dan meminta maaf.
"Yaudah aku ke kamar dulu ya buat nyelesaikan skripsi lagi" pamit ku
Ia mengangguk dan sangat terlihat jelas diwajahnya yang sangat bahagia.
Setelah dikamar aku kembali meneteskan Air mata mengingat Alexa. Ya Alexa sangat sering memeluk ku dan mencium ku. Aku sangat merindukannya "hikss..hikksss lex gua rinduuuu banget sama lu hikss hikss hikkksss" rintihku.
Bagaimana pun dan apapun usahaku untuk mengikhlaskan nya namun perasaan rindu yang tak berujung itu sangat menyiksa.
Kerinduan kepada orang yang sangat ku sayangi.
Memang benar jika berpisah dengan kematian itu sangat menyakitkan karna ia pergi dan tak akan pernah kembali.
__ADS_1
Note : thanks gaes udah baca up an cerita ini. Semoga kalian suka dan jangan lupa meninggalkan like dan komen positifnya ya. Love you all💕