SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Sakit 2


__ADS_3

"Sudah jam 8 malam aja" ujarku yang melihat jam dipergelangan tanganku


Aku melirik Riska yang sudah tertidur nyenyak disofa yang ada dikamar Arya dan beralih melirik Arya yang tengah tertidur dengan pulasnya disampingku.


Aku menyecek suhu badannya "panasnya sudah sedikit menurun" gumamku.


Sedari tadi Aku dan Riska terus menerus mengompres dahi Arya agar panasnya segera turun namun tidak ada hasil dan syukurlah sekarang sudah menurun panasnya.


Aku pun meraih ponselku yang terletak diatas meja milik Arya dan aku melihat banyak notif masuk segera ku buka isinya dan ternyata pesan dari Raka juga Mona.


"Al, gue udah sampai diPekanbaru nih. Lu jadi balik kan besok gue udah kangen banget sama lu" bunyi pesan dari Raka dan masih banyak lagi juga beberapa panggilan tak terjawab darinya. Aku lupa jika ponsel ku silent dari tadi malam. Begitu juga dengan pesan dari Mona yang menanyakan kapan aku akan pulang.


Tak beberapa lama ponsel ku kembali berbunyi lantas langsung ku lihat notifnya dan ternyata dari Raka. Dengan semangat aku pun mengangkat telfon nya itu.


"Haii Rak" sapa ku


"Lu jadi kan balik nya besok kangen banget gue" ujarnya tak menjawab sapa ku


Aku berfikir sejenak " Kayak nya gue berangkat dari sini Malam deh Rak"

__ADS_1


"Loh kok gitu?"


"Iyaaa Kerjaan gue masih banyak jadi besok gue harus menyelesaikannya" jawabku berbohong, aku tak ingin jika Raka mengetahui kalau aku merawat Arya disini. Raka pun mengangguk mengerti dan kami pun bercanda gurau seperti biasanya.


Jujur memiliki hubungan seperti ini membuatku nyaman walaupun tanpa status, bagiku yang terpenting Aku dan Raka mengetahui perasaan satu sama lain itu intinya dan tau batas serta saling menghargai satu sama lainnya.


Setelah memutuskan panggilan dengan Raka, aku pun kembali kekamar Arya. Riska disana masih nyaman dengan posisi tidurnya, aku pun mendekati Riska "kamu pasti capek ya Ris, yaudah tidurlah dengan nyenyak" gumamku pelan sambil menyelimutkan Riska agar Ia tak kedinginan.


Setelah selesai dengan Riska, aku pun kembali kepinggir ranjang milik Arya untuk menyecek panasnya "sudah turun syukurlah" ujarku yang masih meletakkan punggung tanganku didahinya.


Aku pun menyingkirkan tangan ku didahi Arya, namun aku terkejut karna Arya menahan tanganku "kau sudah bangun?" Ujarku sambil melepaskan genggaman tangan Arya


Ia mengangguk " Nona pulang lah, aku tidak apa apa" ucapnya


Arya pun mengikuti pandanganku "tidak perlu aku sudah sembuh" ujarnya


"Badan mu masih panas dan kamu masih terlihat pucat. Sudahlah jangan banyak bicara, ayo istirahatlah aku akan disini menjaga mu"


"Anggap saja ini ucapan terimakasih ku karna kamu sudah mau membantuku dan mengajariku tentang dunia pekerjaan juga dunia bisnis" sambungku lagi

__ADS_1


Ia tersenyum kecut terlihat jelas ada kesedihan dibalik senyuman itu "bisa kah anda lebih lama lagi disini?" Ujarnya


Aku pun terdiam tak tau harus menjawab apa "pantas kah saya yang hanya bawahan anda menyukai mu Nona?" Ujar nya lagi sambil menunduk


Aku semakin terdiam mendengar penuturan kata dari mulut Arya. Aku tak menyangka jika dia mengungkapkan perasaannya kepadaku dimalam ini "maaf Arya, bukan aku menolak mu namun hati ku sudah milik seseorang. Maafkan aku" jawabku yang terus menatapnya


Ia lagi lagi tersenyum kecut "saya sudah tau anda akan mengatakan itu Nona. Namun izinkan saya mencintai mu seperti ini dan mungkin saja tidak bisa terbalas namun saya sangat menikmati rasa ini. Saya tau cinta itu tidak harus memiliki" jawabnya tak semangat


"Maafkan aku Arya, aku bukan bermaksud menyakitimu" ujarku merasa bersalah


"Tidak perlu meminta maaf seperti itu Nona. Saya lah yang tidak tau diri Namun walaupun begitu izin kan saya mencintai anda dan tetaplah seperti biasanya jangan berubah karna pengakuan saya malam ini. Tetaplah seperti ini jika jodoh pasti saya akan mendapatkan anda"


Aku pun tersenyum "Terimakasih karna kamu sudah menyukai dan mencintai saya, insyaallah jika Allah berkehendak maka terjadilah. Ingat Allah telah mengatur scenario yang paling terbaik dan indah untuk kita umat nya" ujarku tersenyum.


Ia pun mengangguk mengiyakan ucapanku dan membalas senyumku. Malam itu aku dan Arya habiskan dengan bercerita dan sesekali tertawa sebagai Perpisahan kami.


***


mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.

__ADS_1


please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.


thankss gaes**


__ADS_2