SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Bayangan itu datang lagi


__ADS_3

Hari berjalan dengan cepatnya dan aku masih sangat sibuk disini menjalani masa koas ku untuk mengambil sertifikat kedokteran ku.


2 minggu yang lalu mama, papa dan mbok jum datang mengunjungiku dan sekalian melihat keadaanku disini. karna aku tidak bisa pulang tahun ini.


Flashback


"Kamu kok kurusan banget Al?" Tanya mama sambil mencubit pipiku


"Ga kok ma cuma lagi banyak kerjaan banget dirumah sakit" jawabku sambil tiduran dipaha nya mama.


Aku melirik kearah papa yang sedang rapat diruang tamu dengan beberapa kolega bisnisnya disini dan pastinya ada luxi.


Sedangkan mama masih sibuk dengan pipiku sesekali menciumku "maaa Al bukan anak kecil lagiiiii" bantahku


"Hahahhaha habisnya mama kangen banget sama kamuuu. Kenapa sih kamu cepet banget besarnyaa"


"Ahahhaha mama boong aja, mama tu kangen sama lala bukan sama aku. Udah seminggu mama ga ketemu sama tuh bocah" sanggah ku sambil tertawa.


Posisiku sudah digantikan dengan lala dan kaila tapi gapapa sih biar mama sama papa ga kesepian juga.


Flashback off


Hari ini pasien cukup banyak, Aku dan partner ku Yang bernama Aiko pun sangat sibuk membantu dokter Kang.


Aiko itu mahasiswa Juga di kampusku, aku dan dia diterima koas disini dan menjadi satu tim. Semenjak koas aku dan Aiko makin akrab meskipun dikampus tidak terlalu akrab bahkan hanya sebatas say hello saja.


Aiko berasal dari jepang dan dia sangat baik kepadaku. Ia sangat pengertian dan paham bagaimana diriku, jujur saja ia sangat mudah bergaul dan sangat mudah memahami seseorang.


Tiba tiba di ruangan emergency kedatangan pasien kecelakaan dan menjadi korban adalah pasangan pengantin yang baru saja menikah beberapa jam lalu.


Dada ku mulai sesak ketika melihat korban wanita yang masih mengenakan gaun pengantin yang berlumuran darah.


"Al kamu gapapa? Kenapa kamu sangat pucat?" Tanya Aiko sangat cemas.


Aku berusaha menahan rasa sesak ini dan merespon Aiko dengan gelengan.


Aiko membantu ku berjalan mendekati korban "harus kuat Al, lawan trauma mu itu. Ingat kamu seorang dokter" batinku

__ADS_1


Aku dan Aiko dengan sigap membantu dokter Kang dan mempersiapkan alat alat yang dibutuhkan.


Yap hampir genap 1 tahun aku dan Aiko koas disini dan kami sudah tau apa saja yang dibutuhkan dalam keadaan darurat ini.


"Dr. Alena dan Dr. Aiko bersiap siaplah kita akan mengadakan operasi besar 20 menit lagi" perintah dokter kang.


Kami pun mengangguk. Ini adalah operasi basar ke 5 kalinya selama aku menjadi koas disini begitu juga dengan Aiko.


"Al kamu gapapa? Kamu pucat banget. Kalau kamu sakit istirahat saja biar Aiko yang akan menggantikan kamu" cemas Aiko


"Aku gapapa ko. Aku hanya sedikit trauma dengan baju pengantin" jawabku jujur. Aiko sudah mengetahui cerita hidupku bahkan ia memberikan semangat untuk ku. Percayalah ia sangat baik. Menurutku jiwa mona teman ku sewaktu SMA ada didiri Aiko.


"Kamu tenang Al, ingat kamu itu seorang dokter jadi kamu bisa melawan trauma mu ini. Ada aku disini" tenang Aiko


Aku pun tersenyum "makasih ya Ko. Kamu selalu Ada" ujarku. Ia pun memelukku.


Operasi kali ini operasi yang sangat berbahaya, kondisi pasien saat ini sangat kritis namun harus melakukan operasi dibagian otak.


Operasi pun dimulai namun semakin lama tekanan darahnya semakin turun dan ia mengalami komplikasi dibagian kepala dan hati. Saat terjadi kecelakaan itu benturan dikepalanya sangat lah keras dan juga hatinya mengalami kerusakan akibat benturan benda yang sangat keras disana.


Didalam meja operasi hanya kemungkinan 50 persen bisa berhasil dan 50 persen gagal. Namun operasi kali ini sangatlah beresiko dan sangat kecil kemungkinan bisa berhasil karna kondisi pasien yang sangat kritis namun harus segera ditindak lanjutkan.


Mendengar itu pun paham, semuanya memberikan jarak dan memberikan penghormatan terakhir kepada pasien agar tenang disana.


Setelah menyelesaikan Operasi itu, kami pun keluar ruangan dengan perasaan kecewa dan sedih terlebih aku.


Aku dan Aiko sudah berada diruangan kami. Sedangkan Dokter kang menemui keluarga pasien untuk mengabarkan berita duka dan permintaan maaf.


Aku masih terdiam dipinggir loker yang berada tak jauh dari kursi ku. Kini bayangan itu kembali lagi dan seketika kepala ku pusing dan aku tak tau apa apa lagi.


Author POV


Mendengar perintah dari Dr Kang untuk berhenti, para dokter pun sudah mengerti maksud dari dokter Kang sebagai pemimpin operasi.


Mereka pun menyelesaikan operasi nya walaupun pasien tidak bisa diselamatkan lagi.


Setelah menyelesaikan operasi itu, dokter kang menemui pihak keluarga untuk mengabarkan berita duka dan meminta maaf karna tidak bisa menyelamatkan pasien.

__ADS_1


Tangisan memenuhi ruangan itu apalagi Seorang wanita dikursi roda dengan gaun pengantin yang masih melekat ditubuhnya. Ia sangat histeris mendengar jika suaminya sudah meninggal dunia.


Sementara diruangan dokter Kang, Alena dan Aiko masih larut dalam lamunannya. Sudah 5 kali mereka melakukan operasi besar namun baru kali ini pasien tidak bisa tertolong. Walaupun bagi dokter bedah itu hal yang biasa terjadi namun bagi koas seperti Alena dan Aiko adalah pengalaman pertamanya.


Brukkk... bunyi suara dari arah Alena. Aiko menyadarkan lamunannya dan ia sangat terkejut melihat Alena jatuh pingsan.


Ia segera mengangkat Alena sekuat tenaganya dan membaringkannya dikasur untuk istirahat Dokter diruangan ini.


Lalu ia dengan segera mengambil ponselnya dan menekan nomor Dr Kang.


Tak beberapa lama Dr Kang sudah berada diruangan ini dan langsung memeriksa keadaan Alena.


"Bagaimana dokter Alena tidak apa apa kan?" Tanya Aiko panik.


"Kondisi nya saat ini cukup buruk namun kamu tidak perlu khawatir, dia akan beristirahat sedikit lebih lama karna ia mengalami syok dan juga kelelahan. Kamu bisa menjaganya" jelas Dr kang


"Baik lah dok, lalu siapa yang akan membantu dokter jika saya disini?" Tanya Aiko tak enak hati


Dr kang melirik jam ditangannya "praktek saya sudah habis. Jadi kamu bisa menjaganya disini" ujarnya lagi.


Aiko mengangguk, ia melihat dokter kang terlihat berbeda hari ini. Ia melihat kegugupan dari Dr kang ketika memeriksa Alena. Namun Aiko membuang jauh jauh dugaannya tadi karna keselamatan Alena sangat penting saat ini.


Aiko duduk dikursi sambil memegangi tangan Alena. Namun hampir 2 jam Alena tak kunjung bangun. Aiko mulai panik dan kembali memanggil Dr kang.


"Dr kang, Alena tidak kunjung sadar" ujarnya


Dr kang yang sedang bekerja dimeja nya pun terkejut dan langsung menghampiri Alena.


Ia cukup panik dan menekan nekan jari jari Alena dengan perasaan cemas. Aiko yang melihat itu pun juga sangat cemas.


"Alena bangun" ujar Dr kang. Namun Alena tak mengeluarkan reaksinya.


Kini Dr kang memeriksa tekanan darahnya namun ia lega karna tekanan darah Alena normal. Ia kembali menekan jari jari Alena lagi berharap Ada reaksi. Tak beberapa lama Alena pun sadar namun begitu Alena sadar, Dr kang langsung refleks memeluknya...


Aiko melihat reaksi dari Dr Kang sangat terkejut namun ia lebih memilih diam agar tak merusak suasana.


Note : hello gaess. Ini up an author hari ini diharap kan suka ya part ini. Eitss maafin author ya jika ada salah salah kata atau maksud dari part ini kurang jelas ataupun salah dari segi cerita medis nya. Maklumin yak Author hanya menghayal jadi ga tau salah dan benarnya. Namun jangan lupa meninggalkan like dan komentnya. Makasih yakk love yuuuđź’•

__ADS_1


__ADS_2