
"Asikkk Raka besok pulang" Gumam ku dengan sangat bahagia karna besok yang dinanti pun akan segera kembali.
Sudah tiga tahun lebih aku dan Raka terpisah karna melanjutkan pendidikan kami masing masing. Aku yang sudah menetap diBandung pun juga melanjutkan pendidikan ku disini.
Dreeettt...dreeettt
Suara ponsel ku berbunyi dengan semangat aku pun berlari kearah meja kamarku untuk menjawab panggilan itu "hallo sayang" sapa seseorang dari sana
"Rak kamu kapan pulang?" Tanya ku to the point Tak membalas sapaan Raka
"Insyaallah besok sayang. Antusias banget sih"
"Aku kangen kamuuu! Lagian kamu sih ga ngebolehin aku buat datang diacara wisuda kamu minggu lalu" ujarku kembali mengingat Raka yang tak memperbolehkanku untuk datang ke wisuda nya karna alasan tak ingin membuatku kelelahan.
"Maaf ya sayang. Aku ga mau kamu capek capek kesini. Insyaallah besok aku pulang sekalian akan melamar kamu"
Mendengar ucapan dari Raka aku pun sangat bahagia karna penantian ku tak sia sia "serius Rak. Kamu ga bercanda kan?" Ucapku tak percaya atas apa yang Raka ucapkan
"Iyaa sayang aku sudah membicarakan semuanya sama orang tua ku. Yaudah sekarang kamu mandi dan sarapan ya. Aku juga ingin mengurus berkas berkas untuk kepulanganku besok. Byee sayang assalamualaikum"
"Iyaaa bby kamu hati hati ya waalaikumsalam" jawabku kemudian sambungan telfon kami pun terputus.
Aku sangat bahagia menunggu kepulangan orang yang sangat aku cintai.
Raka memang benar benar menepati janjinya kepadaku dan juga kepada keluargaku untuk segera menyelesaikan pendidikannya dan segera menikahiku
**
"Hallo sayang" ujar Raka disebrang sana
"Kamu udah mau berangkat by?" Tanyaku sangat antusias karna hari ini adalah kepulangan Raka.
"Iya ni yang, aku, bunda dan ayah juga udah di airport "
"Yaudah kamu hati hati ya sayang safe flight bby"
"Iya sayang makasih ya. Doain aku ya sayang." ujarnya lagi
"Iya aku akan selalu doain kamu byee bby" ujarku dan sambungan pun terputus.
Sementara itu aku pun sangat bersemangat untuk menyambut kepulangan pria yang sangat aku cintai sejak aku kecil hingga sekarang.
__ADS_1
"Pagi pagi gini kok udah cerah bangettt atuh " sapa eyang yang melihat tingkah ku pagi ini
Aku pun berlari kecil menuruni anak tangga dan langsung memeluk eyang " iya dong eyang. Kan Raka hari ini pulang" jawabku langsung duduk disamping eyang
"Mentang mentang pacar mau pulang mukanya bersinar banget" kini Tante Sinta meledek ku.
Ya tante Sinta sudah pulang dari kalimantan dan akan menetap disini selamanya mengingat om Rangga sudah ditugaskan kembali kerumah sakit Dibandung ini dan juga Tante Sinta sedang hamil Anak pertamanya dan sekarang kandungannya sudah memasuki usia ke 6.
"Iya dong tan. Namanya juga udah lama ga ketemu hehheeh" jawabku
"Sudah ayo makan sayang. Kamu mau yang mana" ujar Mama
"Al mau nasi goreng aja ma" jawabku
Mama pun memberikan piring yang sudah berisi nasi goreng kepadaku.
"Papa kok diam aja sih?" Tanya ku yang bingung melihat sikap papa pagi ini
"Tidak apa apa sayang" jawab papa yang masih fokus kepada makanan dihadapannya
Mendengar jawaban dari papa, suasana menjadi sunyi tak ada canda tawa dipagi ini seakan canda tawa itu hilang lenyap.
Setelah sarapan, papa dan om Rangga pun berpamitan untuk berangkat kerja. Begitu juga dengan eyang yang akan kerumah sakit untuk chek up karna sudah seminggu ini eyang selalu mengeluh tentang tulangnya yang nyeri tiba tiba.
"Eyang yakin ga mau Al temenin?" Tawarku lagi
"Tidak apa apa kok sayang. Eyang sama mbok jum aja " tolak eyang lagi.
"Iya non. Eyang biar Mbok aja yang temenin" kini Mbok jum bersuara
"Kok Eyang aneh banget sekarang. Udah ga mau Al temenin lagi" ujarku kepada eyang dengan memasang muka sedih
"Eyang bukannya tidak mau sayang tapi Eyang mau terbiasa tanpa kamu. Kan sebentar lagi kamu akan menikah" jawab eyang dan berhasil membuatku tersenyum sendiri
"Eyang apa apa an sih. Walaupun Al akan nikah tapi Al tetap kok jadi cucu nya eyang yang paling cantik. Ya sudah Eyang hati hati ya. Mbok jum jaga Eyang ya" ujar ku kepada Mbok jum dan diikuti Anggukan nya.
***
"Al sayang. Mama boleh masuk?" Suara mama dari luar kamarku
"Iya ma masuk aja. Ga Al kunci kok" jawabku
__ADS_1
Mendengar jawabanku seketika pintu kamar pun terbuka. Kini wanita yang sangat aku sayangi tengah berada didepan pintu.
"Mama kenapa sih kok keliatannya sedih banget hari ini?" tanyaku menghampiri mama
Aku pun membawa mama duduk ditepi ranjangku.
"Mama kenapa coba cerita sama Al?" Tanyaku lagi karna mama tak kunjung menjawab pertanyaanku yang pertama
Mama memandangiku yang sudah Rapi ingin ke airport untuk menjemput Raka. Ia terus memandangiku dengan sangat lekat tanpa ia sadari buliran bening membasahi wajahnya "mama kenapa? Kok malah nangis? Ma beritau Al biar Al ga panik"
"Mama tidak apa apa sayang" jawab mama kemudian menunduk
Aku yang masih belum puas dengan jawaban mama
"Ma ayo cerita sama Al"
"Mama sedih karna sebentar lagi mama akan kehilangan putri mama satu satunya" ujar mama
"Kehilangan gimana? Al masih disini ma, Al masih sama mama" jawabku
"Sebentar lagi Kamu akan menikah dan ninggalin mama. Mama ga mau Al ditinggal sama kamu. Mama ga bisa pisah sama kamu mama ga mau"
Aku sekarang mengerti kenapa mama dan papa hari ini terlihat sedih karna aku akan segera menikah dengan Raka.
Aku pun tersenyum "Ma dengarin Al ya. Walaupun Al nanti nya nikah Al ga akan biarin mama kesepian ma. Walaupun Al udah nikah tapi Al masih jadi putri mama . Mama ga boleh sedih seperti ini"
"Mama ga mau kamu ninggalin mama seperti Alexa sayang"
"Ma Al akan menikah, bukan pergi jauh dari mama. Al akan selalu ada didekat Mama. Mama jangan nangis lagi. Al akan sedih jika mama kayak begini terus" tenang ku. Aku sangat mengerti perasaan mama saat ini. Mama sangat takut kehilanganku seperti waktu kehilangan lexa kembaranku. Rasa trauma itu ternyata masih ada didiri Mama.
Aku pun memeluk mama untuk menenangi nya.
"Setelah kamu menikah, kamu janji ga akan jauh jauh dari mama" ujar mama setelah merasa tenang dipelukanku
Aku pun mengangguk dan tersenyum karna hari ini aku menyadari kasih sayang yang sangat besar dimiliki mama untuk ku. Aku sangat bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepadaku.
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
thankss gaes**
__ADS_1