SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
akhirnya ketahuan


__ADS_3

" gue beli ini aja deh mon. gimana bagus gak? " tanyaku pada mona dan memperlihatkan sepatu pilihanku


"wah bangus banget. yaudah gue juga beli ini aja" jawabnya antusias sambil mengambil sepatu ditanganku


"bukannya lu mau beli sepatu yang diponsel lu itu? " tanyaku lagi


"ga jadi. lebih bagus ini deh"


mendengar jawaban mona, aku pun mengangguk.


kami beralih ke tempat make up. aku sibuk memilih nya tetapi mona hanya duduk. mona tak menyukai make up sedikitpun.


setelah selesai membayarnya kami pun segera memasuki cafe disalah satu mall itu aku dan mona bergegas memesan makanan karna perut kami sangat lapar.


"al, raka kok sekarang ini jadi posesif banget sama lu" ujar mona membuka obrolan kami


aku menyerngitkan dahi "masak sih mon. menurutlu Raka suka ama gue?" tanyaku tak yakin, mona hanya mengangguk


"Raka tu ga suka sama gue dia cuma jagain gue karna ia udah janji sama orang tua dan alm. kembaran gue" jawabku


"ah gue ga percaya. lu ingat ga kejadian raka yang mukulin abg kelas kira kira 6 bulan lalu? " ujar mona aku pun mengingatnya dan mengangguk

__ADS_1


"nah dia tu kelihatan banget marah dan emosinya" sambung mona


"ga mungkinlah mon. kami tu emang dari kecil sahabatan ga mungkin dia suka ama gue" jawabku sambil menunduk


mona tersenyum "udah lu ga usah sedih. gue tau lu suka sama raka. dan raka juga suka sama lu" ujarnya lagi


aku melihat mona tak percaya. ia hanya tersenyum "maksud lu? " tanyaku


"udahlah lu ga usah bohong sama gue lagi. gue tau kok perasaan lu. ingat al, ga ada yang namanya hubungan persahabat antara cowok dan cewek jika tak ada sebuah perasaan didalamnya" jawab mona. aku pun terdiam sesaat.


" ini mbak pesanannya" ujar mas mas mengantarkan pesanan kami


kami pun makan didalam keheninganku. aku merasa canggung dengan mona. aku pikir ia sangat cuek tak mengerti bagaimana perasaanku pada raka. rupanya aku salah besar


"udah lu ga usah mikirin omongan gue tadi. gue ngerti kok kalau lu ga mau raka tau dan jika raka tau pasti persahabatan lu hancur" ujar mona memulai obrolan lagi


aku menghembuskan nafas panjang " mon, raka itu cuma suka sama kembaran gue bukan gue" ujarku meyakinkan mona


"lu tau dari mana? ga usah terlalu menyimpulkan sesuatu terlalu cepat al"


"terus kalau ga suka dia ga akan bilang kangen sama alexa terus menerus, ga akan ikut gue kemakamnya lexa dan ga mungkin ia terus menatap foto alexa" jawabku tegas

__ADS_1


mona tersenyum " emang salah kalau raka seperti itu sama alexa? kalau ia seperti itu bukan berarti lu bisa menganggap ia suka sama kembaran lu. please lah lu kok jadi **** gini sih" ujar mona kesal


"nih gue kasih tau ya, lu ingat ga waktu kita tanding basket sama SMA garuda? " tanya mona dan aku mengangguk


"nah pas kita dikantin gue kan ijin ketoilet terus abis ditoilet gue mau nyamperin lu lagi tapi gue lihat Ali sedang berdiri didepan lu. lu tau ga kalau raka ngelihat lu sama ali terus gue lihat raka ngepalin tangannya sepertnya kesal" sambungnya lagi


"iya gue ingat raka langsung duduk dihadapan gue dan ali sangat kesal kelihatannya" balasku yang mengingat kejadian itu.


"lu masih belum sadar juga kalau raka itu suka sama lu. kalau dia ga suka ga mungkin dia mintak buk sarah gantiin kostum lu yang terlihat seksi itu. raka ga mungkin perhatian banget sama lu kalau dia nganggap lu sebatas sahabatnya aja" ujar mona lagi


aku mengerti apa maksud mona dan aku mengangguk tanda setuju " terus gue harus gimana? " tanya ku


"lu ga usah lakuin apa pun. kalau lu suka ama raka lu ga harus ngungkapinnya. seperti biasa aja dan lu ga boleh marah kalau dia larang larang lu kan itu untuk kebaikan lu jugak. lagian kalau kalian jodoh pasti lu sama dia bersatu kok" jawab mona sangat menenangkanku.


aku tersenyum " makasih ya mon. lu emang sahabat baik gue" ujarku pada mona


***jangan lupa like dan comentnya ya gaes. itu membuat author semakin semangat untuk melanjutkan part berikutnya.


thanks gaes


love you more**

__ADS_1


__ADS_2