SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Peringatan dari Dokte kim


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore, aku dan Aiko pun segera bersiap siap untuk pulang. Begitu juga dengan Dokter Kang. Dokter kang akan mengadakan seminar seperti biasanya.


"Ayooo kita kerumahmu" ujar Mi ra kepadaku dan Aiko. Aku mengangguk mengiyakan ucapannya.


Kami pun segera meninggalkan rumah sakit dan segera menuju rumahku.


***


"Wahhhh Kamu juga suka dengan BTS ya?" Ujar takjub Mi ra kepada Ani. Ani mengangguk dengan semangat. Aku melihat mereka hanya tersenyum "baru kali ini Ani berbicara dengan orang yang baru ia kenal" batinku.


Aku memperkenalkan Ani sebagai adik sepupu ku bukan sebagai Asistenku. "Ini eonni koleksi BTS ku" tunjuk Ani kepada Mi ra


Mi ra dengan semangat membuka lemari itu dan melihat lihatnya.


"Koleksimu banyak sekali" takjub Mi ra


"Iya ini hadiah dari Non A ehh maksudku Eonni Al" jelasnya


"Wahhh ini id card nya Suga Oppa keren bangettt" takjub nya lagi


"Eonni biasnya Suga Oppa yaaa"


Mi ra mengangguk dengan semangat "eonni tau tidak jika fansign waktu itu Eonni Al dapat beanie milik suga Oppa" ujar Ani menjelaskannya


"Jinjja? Wahhh Beruntung sekalii Dia" bisik Mi ra kepada Ani namun masih terdengar jelas ditelingaku


"Ini untuk mu" ujarku memberikan album yang sudah ditanda tangani oleh para member.


"Aaaaaaaaaaa jinjja? Gumawoyo (terimakasih)" teriaknya langsung memeluk ku.


Aku berusaha melepaskan pelukannya "Dokter Lee mi ra bersikaplah dewasa" ujarku. Yaa Mi ra adalah seorang dokter psikologi. ia sudah membuka klinik prakteknya sendiri. Dan juga ia cukup terkenal dikota ini.


"Hmm hmmm baiklah terimakasih teman ku"


Mendengar itu kami pun tertawa, dan menyambung makan yang sempat tertunda.


Setelah beberapa lama mereka pun pulang.


***


Malam telah tiba seperti biasa mataku enggan tertutup, aku pun ke dapur untuk membuat coklat hangat dan lagi lagi Aku melihat Arya masih bekerja diruangan santai "belum tidur?" Ujarku


Ia menoleh ke arah ku "belum Nona, bagaimana dengan anda?"


"Seperti biasanya insomniaku kambuh lagi."


Ia mengangguk melihatku "bagaimana dengan perusahaan" tanyaku


"Hmm semakin berkembang, dan minggu depan akan dikeluarkan product baru. Saya berharap Nona bisa menghadirinya?" Tanyanya


Aku berfikir sejenak "entahlah tapi akan ku usahakan" jawabku sambil meminum coklatku

__ADS_1


"Itu apa?" Tanyaku penasaran ketika melihat berkas berada diatas meja.


Arya melihat apa yang ku maksud "ooo ini Nona kita akan membuat Iklan untuk product ini jadi ada beberapa berkas yang harus anda ketahui" jawabnya sambil memberikan berkas itu.


Walaupun aku sangat sibuk menjalani koas tu namun aku juga menyempatkan waktu untuk mengecek perusahaan dari hal kecil maupun besar. Syukurlah disini papa mengirim Arya untuk menghandel perusahaan selama aku menjalani Koas. Jika hanya mengandalkan menager yang sudah diwakilkan kecil kemungkinan akan berkembang dengan pesat.


"Baiklah Aku akan membacanya dan besok akan ku kembalikan lagi berkas ini. Kamu beristirahatlah jika sakit itu sangat mempengaruhi perusahaan" ujarku sambil melangkah kekamarku


Arya mengangguk sebagai jawaban iya atas ucapan ku. Aku menganggap Arya sebagai kakakku sendiri. Tak ada perasaan apa pun terhadapnya untuk sebagai sepasang kekasih.


Semenjak malam ia mengungkapkan isi hatinya, sampai detik ini ia tak pernah membahas itu lagi. Mungkin ia sudah bertekad agar tak meretakkan hubungan baik antara aku dan dia. Dan ia berusaha untuk tidak membahas soal perasaan ataupun pria yang akan membuatku tersinggung.


**


Aku membaca satu persatu isi yang ada diberkas itu. Diberkas ini adalah kontrak perjanjian antara Artis yang akan menjadi brandambasador dengan perusahaan.


Setelah aku membacanya ini adalah kontrak perjanjian antara perusahaan dengan BTS. "Haaa? Galaxi group ingin mengontrak BTS sebagai brandambasador product ini" gumamku tak percaya.


Aku membaca dengan teliti dan aku sangat terkejut melihat nilai won yang akan dikeluarkan untuk mengontrak mereka. Biaya yang sangat besar namun aku tak perlu khawatir karna papa dan Arya sudah memikirkannya dengan matang. Dan juga BTS adalah gruopband yang sangat populer saat ini.


Tak lama kemudian papa pun menghubungiku. Seperti biasanya kami saling bercerita untuk melepaskan rindu dan juga membahas pekerjaan.


Setelah puas berbicara, aku pun segera bersiap untuk tidur karna malam semakin larut.


****


"Pagi Dok" sapaku kepada Dokter kang


"Pagi Al. Apa kamu sudah sarapan?" Tanyanya


Hari ini Aiko sedang libur, kami mendapatkan libur sekali seminggu dan harus bergantian.


Aku mulai mengecek semua pasien yang dirawat inap. Setelah mengecek nya aku pun memeriksa kembali berkas yang akan ditanda tangai oleh Dokter kang.


"Hmm bisa kita berbicara" suara wanita yang berada tepat dibelakangku. Aku pun membalikkan badanku dan sangat terkejut ketika melihat wanita ini. Selama kurang lebih satu setengah tahun aku Koas disini, baru kali ini ia berbicara denganku. Wajahnya sangat datar dan sangat angkuh siapa lagi jika bukan Dokter kim ye rim.


"Maaf Dokter, ada yang bisa saya bantu?" Jawabku sopan


Ia tak mengubris ucapanku dan segera melangkah dari ruangan ini. Aku mengikutinya dan sampailah kami Didepan toilet wanita.


"Baiklah aku tidak akan berbasa basi! Apa hubunganmu dengan Dokter kang?" Tanya nya to the point


Aku menyerngitkan dahiku karna tak mengerti maksudnya "hubungan Apa Dokter?" Tanyaku agar Ia memperjelas


"Cihhhh tak usah berlaga bodoh! Apa hubunganmu dengan Dokter kang? Jelaskan!!" Makinya


"Tak usah berteriak! Saya tidak tuli Dokter" jawabku


Ia semakin geram melihat ku seperti tidak takut padanya "dasar gadis bodoh dan miskin! Berani sekali kau kepadaku!! Ini adalah peringatan pertama dan terakhir untuk mu jauhi Dokter kang!! Karna ia tak pantas untuk mu!!" Makinya dengan cukup keras.


Aku hanya tersenyum sinis melihat tindakan murahannya "beginikah etika dari dokter terhebat dirumah sakit ini? Bisanya memaki orang tanpa tau kebenarannya" jawabku dengan santai

__ADS_1


Ia semakin emosi melihat ku yang tak takut dengannya "dasar jalang!!!" Teriaknya ingin menamparku


Aku dengan cepat menangkis tangannya dan menggenggamnya dengan erat. Ia meringis kesakitan. Tentu saja ini cukup sakit baginya karna aku meremasnya dengan kuat "apa aku boleh berbicara denganmu secara elegan Dokter" ujarku langsung melepaskan tangannya. Tangannya terlihat merah akibat genggamanku tadi


"Dengar Ya Dokter, aku sebenarnya tidak ingin berurusan dengan Anda namun Anda dengan lantam nya menghina saya. Maaf ya dokter saya bukan perempuan bodoh seperti anda bayangkan"


"Tak usah banyak berbicara jauhi saja Dokter kang! Jika tidak aku akan membunuhmu!!" Teriaknya lagi.


Aku bisa merasakan jika ia sangat tergila gila dengan Dokter kang hingga ia bersikap segila ini.


Percakapan kami terhenti karna seseorang ingin ke toilet. Gadis itu membawa minuman seperti koffe yang panas karna udara diluar sangat dingin namun minuman itu dengan cepat direbut oleh Dokter kim dan langsung menyiramnya kebajuku. Panas terasa dibajuku dengan cepat tembus kekulitku.


"Aaaaww perih" teriakku. Gadis itu dengan cepat berlari meminta bantuan.


"Ahahahhahah ini bukan apa apa jika kau tidak menuruti permintaanku. Sudah lama ingin rasanya aku memberimu pelajaran yang lebih dari ini! Sekarang pergilah" ujarnya langsung melemparkan 50 won kepadaku.


Melihat itu aku sangat emosi dan melupakan perihnya terkena air panas "apa kau gila?" Ujarku dan langsung meredam amarahku. Aku manarik nafasku dalam dalam dan menghembuskannya kasar "aku bukan gadis bodoh dan miskin seperti yang kau ucapkan!" Ujarku mendekatinya. Ia berjalan mundur melihat sorot mataku yang tajam. "Akan ku balas kau!!! Awas saja!!!" Ujarku langsung meninggalkannya. Jujur ini sangat perih dan mungkin kulitku yang sensitive ini akan melepuh. Koffe yang gadis itu bawa masih sangat panas.


Aku langsung berlari keruanganku untuk memeriksa luka itu. Benar saja kulitku sangat merah dibuatnya "Astagfirullah" ujarku beristigfar.


Diruangan ini tidak ada Dokter kang. Karna Dokter kang sedang mengadakan rapat. Aku membuka baju ku tiba tiba ada orang yang masuk keruanganku. Aku sangat khawatir jika itu Dokter kang namun syukurlah hanya perawat yoon "Dokter kenapa?" Tanyanya langsung menghampiriku.


"Aku kena tumpahan koffe panas jadi ini sangat sakit" jawabku menahan perih. Perawat yoon melihat didadaku sangat merah "apa kulit dokter sensitiv?"


Aku mengangguk "ini harus diberi obat agar tidak meradang" ujarnya. Aku hanya mengangguk menyetujui ucapannya.


"Tunggulah sebentar, aku akan memanggil Dokter hyun kesini" ujarnya


"Perawat yoon bisa kah kamu mengambilkan ku baju ganti diloker ku?"


Ia mengangguk dan segera mengambil baju yang ku maksud. Aku memakai baju kaos bewarna hitam dengan lengan yang pendek.


Tak lama kemudian datanglah Dokter hyun bersama dengan perawat yoon. Dokter hyun merupakan dokter spesialis kulit. Ia juga sangat baik kepadaku dan Aiko.


Aku tak menceritakan bagaimana kejadian ini menimpaku. Setelah ditangani Dokter hyun pun pamit keruangannya "terimakasih Dokter" ujarku


Ia mengangguk dan ngelus pipiku. Dokter hyun sudah lama bekerja dirumah sakit ini. Dan ia mempunyai seorang anak perempuan yang berusia 16 tahun.


"Kenapa dengan mu?" Tanya Dokter kang menghampiriku dengan nafas yang terengah engah. Aku terkejut "ti..dak apa apa dok. Ini luka kecil" jawabku.


"Maaf tapi apa aku boleh melihat luka nya?" Izinnya. Perawat yoon tersenyum kepadaku. Aku menurunkan sedikit kaos ku untuk memperlihatkan luka dileher dan dadaku.


"Apa sangat perih?" Tanyanya lagi


aku menggeleng pelan "tidak apa apa dok, saya baik baik saja" ucapku menenangkannya.


"Perawat yoon apa pasien ku masih banyak?" Tanyanya melirik perawat yoon


"Hari ini tidak ada jadwal operasi dokter" jawabnya


Ia mengangguk " baiklah terimakasih perawat yoon. Hari ini saya akan mengantar Dokter Al pulang. Dan tolong dikosong kan jadwal saya dan juga jika terjadi apa apa tolong segera hubungi saya" ujarnya dan diikuti anggukan oleh Perawat yoon.

__ADS_1


Aku tak bisa menolak Dokter kang jika ada perawat yoon disini. Dan hasilnya aku hanya terdiam menyutujui ucapan dari Dokter kang.


Note : thanks gaes udah like dan vote. Tak bosan bosan Author ingatkan jika tidak suka dengan part ini mohon jangan meninggalkan kan komentar yang negatif ya. Love you💕💕


__ADS_2