
"Alenaaaa" teriak Aiko dari jauh. Ya aku baru saja sampai dirumah sakit ini.
"Aikoo" balasku pelan
"Aku sangat merindukanmuuuu" ujarnya memeluk lenganku dengan manjanya
Aiko memang sangat suka bermanja manja seperti ini namun jika dia dibutuhkan dia akan berubah menjadi orang dewasa.
"Bagaimana kabarmu? Apa tidak sakit kan?" Tanyaku sambil meneruskan langkah ke ruangan
"Hmmm sepertinya aku baik baik saja. Kamu tau tidak Al karna kamu tidak datang Dokter kang terlihat murung"
"Benarkah? Sepertinya bukan karna aku tidak datang namun pekerjaannya sangat sibuk ya wajar saja ia terlihat murung" Ujarku tak ingin menanggapi opini dari Aiko.
"Selamat pagi Dr kang" sapaku dan Aiko berbarengan. Dr kang mempunyai kebiasaan datang terlalu pagi.
"Pagi. Aiko bagaimana kondisi pasien yang akan dioperasi hari ini?" Tanya Dr kang to the point
"Keadaannya sudah stabil Dok. Jadi kita bisa melakukan operasi siang ini" jawab Aiko sambil memegang berkas yang dimaksud.
"Baiklah, Terus periksa keadaannya"
Aiko pun mengangguk paham. Dr kang menoleh kearahku "Al ikutlah denganku" ujarnya
Aku yang mendengar itu langsung mengangguk.
Dr kang meninggalkan Ruangan, "apa kamu sudah sarapan ko?" Tanyaku sebelum meninggalkan ruangan
Ia menggeleng "itu ditas ku ada bekal untuk mu. Makanlah. Aku pergi dulu"
"Emangnya kamu sudah sarapan Al?"
"Sudah. Itu untuk mu. Sampai jumpa nanti" pamitku segera meninggalkan ruangan.
Aku dan Dr kang pun berjalan berdampingan, aku tak tau akan kemana dia membawaku. "Selamat pagi Dr kang" sapa wanita dengan tubuh yang sangat seksi dan penampilannya elegan.
"Pagi Dokter kim" jawab Dr kang. Ia tampak biasa saja dengan apa yang ia lihat.
"Apa Dokter sudah sarapan? "
"Maaf Dokter kim saya sangat buru buru" balas Dr kang dan langsung menggenggam tanganku. kami pun meninggalkan nya.
Setelah diparkiran Dokter kang pun melepas tanganku "maaf" ujarnya langsung melepaskan tanganku.
Aku mengangguk "kita akan kemana?" Tanyaku setelah kami berhenti dipemakaman
"Maafkan aku karna tak memberitahumu lebih dahulu jika aku ingin mengajakmu kesini maaf. Sebaiknya kita kembali saja" jawabnya.
Ia pagi ini terlihat berbeda dari biasanya, kini aku sedang menatap Dokter kang "ada apa Dok? Jika ingin membagi cerita mu saya akan siap mendengarkannya"
Ia menghela nafasnya dalam "mari kita turun" ujarnya. Aku mengangguk mengikuti ucapannya
Aku mengikuti Dokter kang dari belakang, ia membawa bucket bunga.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun eomma" ujarnya didepan Nisan yang sudah lama namun sangat bersih.
"Aku membawakan bunga kesukaan mu. Dan tenanglah disana" sambungnya lagi
Matanya tampak merah menahan tangisnya "Jika ingin menangis maka menangislah Dok. Saya tidak melihatnya" ujarku langsung menutup mataku
Seketika itu terdengar suara isakan tangis dari sampingku. Aku menyadari jika itu adalah tangis kesedihan dari Dokter kang. Cukup lama Akhirnya suara isakan itu menghilang. Sontak aku membuka mataku dan melihat Dokter kang sedang tersenyum kearahku dengan matanya yang masih merah.
"Apa kau lapar Dokter?" Tanyaku, ia mengangguk. Kami pun berpamitan meninggalkan pemakaman ini.
"Ayo Makanlah" ujarnya, aku mengangguk mengiyakan ucapannya. Kami sedang sarapan di kafe yang tak jauh dari pemakaman.
Sebenarnya aku belum sempat sarapan, namun aku lebih memilih untuk memberikan sarapanku kepada Aiko.
"Ibu ku meninggal sejak aku SMA " ujar Dokter kang membuka pembicaraan
"Ia meninggal karena pembuluh darah yang pecah di otaknya akibat menyelamatkan ku ketika hampir ditabrak truk" sambungnya lagi
"Ketika itu aku tidak punya biaya untuk membayar operasi"
"Bagaimana dengan ayahmu?" Tanyaku merasa kasihan Dan juga penasaran dengan Dokter Kang
"Ia sudah meninggal sewaktu aku masih didalam kandungan. Ia seorang anggota militer namun gugur saat bertugas" jelasnya
Aku hanya diam menatapnya tak ingin memberi saran atau apapun cukup mendengarkannya.
"Sudahlah kita lupakan. Bagaimana denganmu Al?" Tanya nya
"Hmmmm apa kau tidak keberatan mendengar ceritaku?" Ujarku Ragu ragu. Ia menggeleng dengan cepat "ceritakanlah" ujarnya
"Ia meninggal dimalam itu dan seketika hidupku seperti berhenti disaat itu juga. Ini lihat bekas jahitan ketika aku meremas kaca dengan tanganku dan hancur dimalam itu" ujarku memperlihatkan telapak tanganku yang masih terlihat jelas bekas jahitan disana
"Pasti kau sangat hancur disaat itu" balasnya
Aku mengangguk " setelah dia pergi kehidupan keluargaku pun berantakan. Kedua orang tuaku menghabiskan waktu bekerja dari pagi sampai malam bahkan mama ku tidak mau melihatku dan bersikap cuek kepadaku. Namun disaat itu datanglah Raka sebagai penguatku. Ia selalu ada disampingku dan aku sangat mencintainya"
"Dimana dia sekarang?" Tanya Dokter kang
"Dia sudah meninggal disaat kami akan menikah hikss hikss" jawabku yang tak tahan lagi menahan tangisku
Ia mencondongkan badannya kearahku dan menghapus air mataku "jangan menangis. Aku ada disini" ujarnya tiba tiba
Mendengar itu sontak aku menghentikan tangisku dan menatap wajahnya. Aku sangat canggung mendengar itu namun tak bisa ku ungkiri jika dilubuk hatiku yang paling dalam aku membutuhkan seseorang disampingku.
"Hmm baiklah kita akan kembali kerumah sakit" ujarnya. Aku pun mengangguk mengiyakan nya karna kecanggungan kami sangat terasa.
Diperjalanan aku hanya diam begitu juga dengan Dokter Kang. Namun ia sesekali menoleh kearahku.
"Maaf atas ketidak nyamanan tadi. Lupakan saja" ujarnya mencoba mencairkan suasana
Aku mendengar itu langsung menoleh kesumber suara " Tidak apa apa Dokter" jawabku sambil tersenyum.
***
__ADS_1
"Ahjussi bagaimana keadaan anda? Apa masih terasa nyeri?" Ujarku kepada pasien
"Sudah terasa mendingan Dokter. Namun ketika saya bergerak terasa nyeri disini" jawabnya menunjuk area perutnya. Dua hari yang lalu ia menjalankan operasi usus buntu.
"Baiklah anda harus makan dan meminum obat ini untuk menghilangkan rasa nyerinya"
"Terimakasih dokter"
Aku pun pamit dari ruangan itu, namun Tiba tiba aku melihat seseorang yang ku kenal sedang di bawa ke ruangan darurat.
" Lee mi ra" gumamku.
Aku langsung mengikuti perawat itu. "Kenapa denganmu? Apa kau sedang mabuk dan menyetir sendiri?"Tanyaku sambil membalut luka dikepalanya. Untunglah lukanya tidak terlalu parah
"aku tidak mabuk, aku menabrak pohon dipinggir jalan ketika menghindari anjing yang melintas tiba tiba dijalanan" jawabnya
Tentu saja kami sudah terlihat akrab karena dia selalu menghubungiku. Jujur ia tidak punya teman bahkan ia sangat kesepian. Beberapa hari yang lalu aku dan dia makan siang bersama tentunya bersama Aiko.
Sifat kami hampir sama walaupun tidak terlalu manis namun bisa disebut kami saling membutuhkan.
"Bagaimana dengan anjingnya? Apa terluka?" Tanyaku lagi
"Isss dasar kau ini. Aku tidak tau Anjing itu sangat cepat berlari"
"Hmmm baiklah untung saja luka mu tidak parah" ujarku setelah selesai memperban luka nya.
"Aku dengar dengar kau bertemu dengan Suga Oppa ya diacara Fansign kemarin"
"Apa kau mengenalnya?" Tanyaku
"Tentu saja aku mengenalnya. Aku sangat mengidolakannya"
"Kau sangat beruntung bertemu dengannya"
"Jika begitu kenapa kau tidak hadir disana"
"Pasien ku sangat banyak, dan aku juga kehabisan tiket nya. Ngomong ngomong kau Army ya?"
"Tidak, Adik sepupu ku sangat menyukai mereka. Bahkan kami menghadiri Konsernya tahun lalu"
"Wahhh ternyata kau kakak yang sangat pengertian"
"Lusa main lah kerumahku, aku akan memberikan buku yang sudah ditanda tangani oleh mereka"
"Jinjja (benarkah)?"Ia sangat terkejut
Aku mengangguk "baiklah istirahatlah disini dan jangan kemana mana"
"Komawoyo (terimakasih)"
aku pun tersenyum dan meninggalkan ruangan itu.
Hari ini benar benar melelahkan
__ADS_1
Note : thanks gaess udah mampir disini. Jangan bosan bosan meninggalkan like dan votenya ya. Jika tidak suka jangan meninggalkan komentar negatif. Love youuu moređź’•