SEBATAS RASA (I'M A Doctor)

SEBATAS RASA (I'M A Doctor)
Membuka hati


__ADS_3

"Ayo aku akan mengantarmu pulang" ujar dokter kang menghampiri aku dan Aiko


"Hmm sebaiknya aku duluan ya Al, itu udah ditungga sama mii ra disana" potong Aiko kepadaku.


"Aiko kenapa tidak memberitahuku jika mii ra menunggu didepan?"


"Hmm aku lupa Al. Maaf yaa. Byeee" Aiko langsung meninggalkan aku dan dokter kang berdua.


Flashback Off


Author POV


"Aiko saya ingin mengajak Alena untuk berkencan , apa kau bisa membantu ku?" Tanya Dokter kang


"Hmmm Bantu apa dokter?"


"Saya baru pertama kali mengajak wanita berkencan namun saya tidak tau harus bagaimana" jelas dokter kang


Aiko langsung mengerti apa permasalahan dari dokter kang "menurut saya Dokter bawa lah Alena pergi seperti menonton, membelikan bunga atau mengajaknya makan dan juga memberikan perlakuan manis" ujarnya


Dokter kang sangat fokus mendengarkan Aiko memberikan sarannya "terus Apa yang Alena sukai?"


"Hmm Alena suka dengan berbau permainan seperti wahana dan taman. Ia juga suka menonton film horor"


"Hmm baiklah terimakasih ko atas arahannya. Oh iya esok jadwal saya kosong. Dan Alena Off. Apa kau ingin libur juga?"Tawar Dokter kang


"Hmm sepertinya saya tidak kemana mana dokter jadi saya ingin tetap masuk" tolak Aiko


"Baiklah terimakasih Aiko" ujar dokter kang dan langsung meninggalkan Aiko


Aiko tersenyum melihat tingkah dokter kang "semoga semuanya berjalan lancar dan Alena bisa membuka hatinya untuk dokter kang" gumam Aiko.


Flashback off


Alena POV


"Ayo aku akan mengantarmu pulang" ajak Dokter Kang, Aku pun mengangguk.


Aku dan dokter kang segera menuju parkiran.


"Apa kamu lapar Al?" Tanya dokter kang


"Hmm sedikit dokter" jawabku malu malu


"Mari kita makan" ajaknya


***


"Ini makanlah" tawarnya aku mengangguk dan segera melahab makanan itu


"Apa besok kamu ada acara Al?"

__ADS_1


"Hmm sepertinya tidak dok. Kenapa?"


"Mari kita berkencan" ajaknya to the poin


"Huukk hukkk bisa diulangi dokter" ucapku masih belum percaya


"Mm mari kita berkencan" ulangnya lagi


"Apa dokter serius??" Tanyaku tak yakin


Ia mengangguk "serius. Apa kamu bersedia?" Tanya nya, terlihat jelas diwajahnya yang tampan meminta jawaban yang memuaskan


Melihat itu, aku mengangguk Malu malu. Jujur saja ini baru pertama kalinya aku diajak berkencan dengan pria selama 7 tahun terakhir ini.


Aku mengingat pesan Aiko beberapa bulan yang lalu "cobalah membuka hati untuk dokter kang Al" . Mungkin ini lah saat nya aku akan membuka hati ku yang sudah ku kunci selama 7 tahun ini.


Ia bersorak gembira bak mendapat harta karun yang sangat banyak "terimakasih" ujarnyaa. Aku mengangguk dan tersenyum.


Aku melihat ia melahab makanan dengan semangat pun ikut tersenyum "begini ya rasanya membuka hati lagi dan semoga dokter kang adalah orang yang tepat" batinku.


***


Hari ini aku dan dokter kang berkencan untuk pertama kalinya, aku sangat gugup namun bagaimanapun aku harus bisa mengatasi kegugupanku.


"An aku harus pakai baju yang mana? Ini atau ini?" Tanyaku kepada Ani


Aku memberikan pilihan 2 baju yang satu dress bewarna hitam dan yang satu lagi dress bewarna putih.


Aku pun melihat dress ini, memang sangat cantik dan elegan. Tanpa menunggu lama Aku pun memakainya, kemudian aku memoles wajahku menggunakan make up agar tidak terlalu pucat dan lebih terlihat fresh.


Aku memadukan drees ku dengan heels bewarna senada. Mengambil tas kecil bewarna hitam.


setelah semuanya siap aku pun segera menghampiri dokter kang yang sudah menunggu diruangan tamu.


Author POV


Alena pun turun menghampiri Dokter kang "ehem maaf membuatmu lama menunggu dokter" ujar Alena kepada dokter kang


Dokter kang hanya diam sambil menatap Alena tanpa memperdulikan ucapan Alena. Ia terus menatap Alena dengan pandangan yang takjub "ehemm bisa kita pergi sekarang dok?" Sambung Alena lagi karna tak mendapatkan respon dari dokter kang


"Ehhmm maaf Al ayo kita berangkat" jawabnya sambil menggelengkan kepalanya


Alena pun tersenyum melihat reaksinya.


Kini mereka sudah sampai ditempat tujuan yaitu bioskop. Mereka pun membeli 2 tiket yang bertema horror.


Dokter kang mengikuti Anjuran dari Aiko karna Alena sangat menyukai film horror.


"Kamu mau popcorn?" Tanya dokter kang


Alena mengangguk mengiyakan tawaran dari pria yang berada tepat dihadapannya itu.

__ADS_1


Dokter kang pun mengantri untuk mendapatkan yang diinginkan oleh pujaan hatinya. Walaupun ia belum mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.


Dari kejauhan Alena terus menatap pria yang sudah menemani harinya itu. Ia tak menyangka jika dokter yang menjadi pembimbingnya itu adalah sosok kulkas yang sangat dingin pada awal pertemuannya dan sekarang berubah menjadi pria yang sangat manis dan juga selalu Ada.


"Kenapa semakin hari bersamanya semakin membuat detak jantungku selalu tak karuan" gumannya pelan. Alena tak melepaskan pandangannya dari dokter kang.


Dokter kang sangat tampan terlihat hari ini dengan pakaian casual yang didukung dengan postur tubuh professional dengan tinggi dan bahu yang lebar.


"Maaf membuatmu lama menunggu" ujarnya setelah selesai membeli makanan. Alena tersenyum "ayo dokter filmnya akan dimulai" tuturnya. Dan mereka pun memasuki studio yang telah disediakan.


Satu setangah jam telah habis untuk menonton film bernuansa horror. Mereka pun meninggalkan studio itu "apa kamu menyukainya?" Tanya dokter kang


Alena mengangguk dengan cepat "aku sangat menyukainya" jawabnya dengan penuh senyuman


"Apa kamu tidak takut sedikitpun?"


"Takut tapi Rasa penasaran itu mengalahkan takutku"


"Hmm baiklah, apa kamu lapar?" Tanya Dokter kang


Lagi lagi Alena mengangguk "iya dokter" jawab Alena tanpa malu malu lagi.


Mereka mencari restaurant disekitar sana. SepertiNya keberuntungan berpihak kepada dokter kang tak jauh dari pusat perfilman itu.


"Apa kamu menikmati makanannya?" Tanya dokter kang ditengah makan mereka


Alena mengangguk " ini sangat enak dokter" jawabnya sambil mengacungkan jempol sebagai reaksi nya.


"Hmm terimakasih Al sudah hadir dikehidupanku yang sangat suram ini"


"Heemm heeemm sama sama dok" jawab Alena sangat malu. Yap Bak gayung disambut Kini Alena sudah membuka hatinya untuk seseorang pria yang hampir dua tahun ini mengisi hari harinya.


Brrukk... tinggg.. bunyi piring dan gelas berjatuhan dilantai. Semua mata memandang kesumber suara,


" soe hyunnn ...." pekik wanita kepada Anak itu, ya kini Anak itu berada dibawah badan Alena. Alena tengah melindungi Gadis kecil itu dengan tangan dan punggungnya. Beberapa saat yang lalu gadis kecil itu sedang berlarian ditengah restaurant itu, Alena yang sedang menunggu Dokter kang membayar makanan di kasir melihat Gadis itu akan menabrak waiters restaurant yang membawa piring dan gelas dengan jumlah banyak. Tanpa berfikir panjang Alena pun berlari kearah gadis kecil itu untuk menyelamatkannya.


Semua orang berlari kearah Alena, Begitu juga dengan Dokter kang. Dokter kang sangat panik karna kejadian itu sangat dekat dengan meja tempat Alena dan dia makan. Dokter kang menduga jika itu adalah Alena dan ternyata dugaannya benar.


Ia melihat Alena yang sudah tergeletak dilantai dengan keadaan Masih setengah sadar dan Kaki yang sudah mengeluarkan darah akibat terkena percakan kaca dan juga trolley yang dibawa pelayan menimpa punggung Alena.


Melihat itu dokter kang langsung menggendong Alena ke mobil nya untuk diberi penanganan. Sementara gadis kecil itu pun dibawa juga kerumah sakit karna ada luka dibagaian kepalanya akibat penturan kaca mengenai nya.


"Al tarik nafas lalu hembuskan perlahan" perintah dokter kang. Dan diikuti oleh Alena.


Dengan keadaan yang cukup panik Dokter kang melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Tak beberapa lama sampailah dirumah sakit kangbuk. Semua perawat telah siaga menunggu kedatangan Alena karna dokter kang sudah menghubungi rumah sakit.


Note : terimakasih sudah memberikan like dan vote nya untuk Author. Jika tidak menyukai part ini tolong tidak meninggalkan komentar yang negatif.


Love youuđź’•

__ADS_1


__ADS_2