Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa

Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa
#33


__ADS_3

Ray sudah mulai terbiasa banyak bicara dan menanyakan kegiatan Adelia setiap harinya. Ray pun selalu menyempatkan untuk menelepon istrinya jika mereka sedang ada waktu luang di rumah sakit.


Mereka berangkat dari Jakarta setelah sholat isya dan makan malam. Adelia baru selesai bekerja sekitar jam lima sore jadi mereka memutuskan untuk berangkat di malam harinya.


“Kamu sudah pernah ke Bandung Del?..” Tanya Ray sambil fokus dengan kemudinya


“Hmm.. belum mas, ini pertama kalinya..” jawab Adelia


“Waahh.. okay nanti selama kita disana, aku akan ajak kamu keliling Bandung..” ucap Ray sambil menatap istrinya


Adelia pun hanya tersenyum dan mengangguk.


Sekecil apapun itu, Ray ingin berusaha memperbaiki hubungannya dengan Adelia. Betul apa yang dikatakan oleh Nala, mereka tidak bisa selamanya hidup dimasa lalu. Hari ini dan nanti, Adelia adalah masa depan bagi Ray.


Selama perjalanan, Adelia tertidur. Ray sengaja tidak membangunkan istrinya itu karena merasa kasihan melihat Adelia kelelahan sepulang bekerja.


Tiga jam kemudian, mobil Ray memasuki pekarangan rumah.


“Del..” panggil Ray pelan


Adelia terbangun dan terkejut karena tertidur lelap hingga tidak sadar sudah sampai.


“Ya ampun, maaf mas aku ketiduran..” Jawabnya sambil merapikan rambutnya


Ray hanya tersenyum dan mengajak Adelia turun.


Adelia bergegas turun dari mobil dan membawa oleh-oleh yang sudah disiapkan, sedangkan Ray mengambil koper di bagasi.


“Del bukan yang itu.. itu rumah Nala..” Ray terkejut melihat Adelia memasuki halaman rumah Nala


“hah? Nala?..” Heran Adelia


Ray langsung menghampiri istrinya.


“Rumahku sebelah sana, ini rumah Nala..” ucap Ray sambil menunjuk rumahnya


“Hmmm..” gumam Adelia yang baru mengetahui bahwa rumah Ray dan Nala berdampingan


Mereka memasuki rumah. Bu utari menyambut hangat anak dan menantu nya tersebut diruang tamu.


“Kok ibu belum tidur?” tanya Adelia


“Ibu nunggu kalian, ga sabar rasanya..” Jawab ibu antusias


Adelia memeluk ibu mertuanya itu dengan hangat.


“Yasudah karena sudah larut, kalian langsung masuk kamar dan istirahat yaa..” ibu pun menuntun Adelia masuk kedalam kamar Ray.


Adelia mengedarkan pandangannya. Kamar Ray yang selalu rapi dan dipenuhi dengan action figure di lemari dinding khas kamar lelaki


“Maklum ya Del, kamar cowok ya gini..” ucap Ray


Adelia hanya mengangguk


“Kamu tidur ya nak istrirahat..” ibu mengelus kepala Adelia


“Mas Ray tidur dimana?” ucap Adelia yang sontak saja mengejutkan Ray dan Ibu

__ADS_1


“Loh kok tidur dimana? Ya disinilah nak sama kamu..” jawab ibu


Adelia tersadar dengan pertanyaannya yang bodoh itu langsung menatap Ray


“Maklum bu, pengantin baru masih suka lupa kalo udah nikah..” Ray membelai pundak ibunya


Ibu pun hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa


“Yasudah kalian istirahat ya. Ibu juga mau tidur..”


Bu Utari kemudian meninggalkan Ray dan Adelia.


“Maaf ya mas aku keceplosan..” tunduk Adelia


“Ga apa-apa Del..” Ray pun tersenyum lalu meletakkan koper mereka didekat lemari


Ray kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya, sedangkan Adelia merapikan pakaian mereka kedalam lemari.


Setelah selesai mandi, Adelia keluar toilet dengan jantung yang berdegup kencang. Malam ini adalah kali kedua baginya dan Ray tidur dalam satu kamar.


Terlihat Ray sedang memainkan laptop dimeja kerjanya. Adelia dengan perlahan duduk di sisi ranjang.


“Mas belum mau tidur?..” tanya nya pelan


Ray menatap Adelia dan tersenyum


“Kamu tidur duluan ya, aku kirim laporan operasi hari ini dulu sebentar..” ucap Ray


Adelia mengangguk dan membaringkan tubuhnya dikasur.


 


“Kenapa Del?” tanya Ray cemas


Adelia hanya terdiam menatap Ray dengan napas yang tersenggal


“Ennghh.. ga apa-apa mas, Cuma kaget aja tiba-tiba mas Ray tidur disampingku..” jawab Adel terbata


Ray hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal


“Hmm.. maaf ya Del, di kamarku ga ada sofa jadi aku tidur disini..” ucap Ray


Adelia yang canggung pun hanya mengangguk dan kembali membaringkan tubuhnya perlahan. Sungguh rasanya jantung Adelia akan copot dari tubuhnya. Meskipun sulit untuk memejamkan mata tapi, Adelia berusaha untuk tidur.


 


***


Keesokan harinya,


Adelia terbangun karena merasa perutnya tertimpa sesuatu. Ia mengucek matanya dan masih mencoba melihat sekeliling. Tak habis kejutan semalam, Adelia kembali terkejut karena mendapati tangan Ray melingkar di perutnya. Nafas Ray yang harum mint pun seketika hangat dipipi karena hidung Ray menempel tepat di pipi Adelia.


Adelia kini sadar sepenuhnya dan berusaha melepaskan diri dari Ray perlahan.


“Ya Tuhan.. tolong aku..” ucapnya dalam hati


Ray yang tersadar dengan pergerakan Adelia pun perlahan membuka matanya sesaat. Bukannya melepaskan Adelia, Ray malah semakin mengeratkan pelukan dan menyandarkan kepalanya dipundak istrinya itu lalu kembali tidur.

__ADS_1


“Mas Ray..” ucap Adelia pelan. Jantungnya sungguh berdegup kencang


Ray masih saja tidak mau bangun


“Mas..” Adelia menggoyangkan tangan Ray.


Ray yang masih sangat mengantuk lalu membuka matanya


“Hmm?..” ucapnya pelan


“Aku mau bangun, udah pagi..” ucap Adelia


Ray mengerutkan keningnya mencoba mencerna apa yang terjadi, hingga beberapa saat kemudian ia tersadar sedang memeluk erat Adelia.


Ray langsung terbangun dan sadar sepenuhnya. Mereka pun lalu terdiam salah tingkah.


“Aku mandi duluan mas..” ucap Adelia langsung bergegas masuk ke kamar mandi


Ray menepuk jidatnya dan mengutuk dirinya sendiri.


 


Satu jam kemudian, Adelia membantu ibu mertuanya menyiapkan sarapan di dapur, sedangkan Ray duduk sambil menonton tv.


“Ibuuuu…. Aku bawa sesuatu untuk ib…buu…” teriak Nala membuka pintu dan kemudian terkejut melihat Adelia dan Ray ada disana.


Semua orang seketika menoleh kearah pintu


“Nala..” ucap Adelia


“eh Adel..” senyum canggung Nala


Nala pun menghampiri Adelia dan memeluknya


“Kapan dateng?” tanya Nala antusias


“Semalem..” senyum Adelia


“Bawa apa sayang?..” ibu langsung melihat piring yang dibawa Nala


“Hehehe.. tadi Nala bikin kue buat ibu..” jawabnya


“Ga tau ada pengantin baru, tau gitu bikinnya agak banyakan” lanjutnya sambil nyengir


“Kebiasaan lu maen trobos aja kerumah orang” Ray menjitak kepala Nala


“Eh anda, ngaca!! Lagian ini rumah ibu bukan rumah orang..” ketus Nala


“Udah.. udah.. kalian kalo ketemu kebiasaan deh kaya Tom and Jerry. Untung yang satu ga ada, kalo ada ibu bisa darting” ibu pun memisahkan kedua anaknya itu


 “yang satu siapa bu?” tanya Adelia


“Rendy..” Jawab Nala dan Ray serentak kemudian tertawa


Adelia tersenyum melihat Nala dan Ray. Dia baru menyadari kehidupan Ray memang sudah seperti ini sebelum kehadiran dirinya. Nala sampai kapanpun akan terus ada dalam hidup mereka.


Ia akan berusaha untuk menerima apa pun yang ada didalam hidup suaminya.

__ADS_1


 


***


__ADS_2