
Siang harinya, Ray mengajak Adelia berkeliling kota Bandung. Adelia tampak gembira bisa menikmati beberapa kuliner khas dan mengunjungi tempat wisata disana.
“Mas, aku suka disini. Nanti kita sering-sering pulang ya kesini?” ucap Adelia sambil memakan cimol
Ray hanya tersenyum melihat tingkah Adelia yang sedari tadi antusias bak anak kecil yang sedang karya wisata.
“Apa kamu mau tinggal di sini?” ucap Ray
Adelia pun menganggukan kepala dengan semangat
“Hmmm.. tapi kontrak kerja kita baru aja dimulai. Coba dulu cari kerjanya disini aja mas?” ucap Adelia
“Tapi karir kita akan lebih bagus kalo di Jakarta Del..” Ray pun membersihkan sisa makanan pada pipi istrinya itu
Adelia terdiam karena terkejut. Ia masih heran kenapa semenjak menikah sikap Ray begitu hangat padanya. Tapi, Adelia tidak ingin terlalu berharap karena selama ini dia selalu saja kecewa.
“Kita pulang yuu udah sore..” Ray menggenggam tangan Adelia menuju mobil, Adelia hanya menatap tangannya begitu saja, tentu dengan hati yang berdebar.
Pukul 20.40 WIB,
“Nak, suamimu kemana?..” tanya ibu yang sedari tadi tidak melihat Ray dan hanya melihat Adelia seorang diri menonton tv.
“Tadi katanya keluar sebentar bu..” Jawab Adelia
“Hmmm.. coba kamu lihat ke rumah Nala, pasti dia lagi asik main disana trus lupa udah punya istri..” ucap ibu
Adelia tertawa kecil mendengar ibu mengomeli anaknya
“Adeeelll… ibuu…” suara seseorang sambil membuka pintu
Ibu dan Adelia terkejut dan langsung menoleh
“Nalaa.. selalu aja bikin ibu jantungan..” ucap ibu yang sudah tidak asing lagi dengan Nala yang datang selalu berteriak dipintu.
“Hehehe.. mau ngajak Adel main..” cengir Nala
“Ayok del..” Nala menarik tangan Adelia untuk mengikutinya
“Dadah ibuu.. alopyuu..” lanjutnya sambil membawa kabur Adelia
Bu utari hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak-anaknya yang random.
Adelia yang masih bingung hanya mengikuti arah Nala
“Mau kemana Nal?” Adelia cukup penasaran
“Eittth.. tunggu aja…” ucap Nala sambil tertawa
Nala membawa Adelia memasuki pekarangan rumahnya. Disana sudah ada Ray dan Tama yang sedang menyalakan bara api.
Ray melambaikan tangannya kepada Adelia dan menyuruhnya duduk disampinya.
“Kalian mau bikin apa?” senyum lebar Adelia
“Kita bakaaar jaguuung..” seru Nala
“Sama sosis juga..” lanjut Tama tak kalah antusias
Ray dan Adelia hanya tertawa melihat sepasang kekasih itu begitu semangat.
Ray dan Tama kemudian mulai membakar jagung dan sosis. Nala yang melihat Adelia hanya menggunakan kaos segera mengambil selimut kecil dan menyelimuti istri sahabatnya itu.
__ADS_1
“Peraturan pertama, ga boleh keluar pake pakaian tipis, nanti masuk angin” ucap Nala
“Tadi siapa yang maen tarik keluar aja?” protes Adelia sambil tertawa
Ray menjitak kening Nala
“Sayang..” Nala merengek pada Tama
Tama langsung menyemprotkan lada bubuk kewajah Ray dan seketika Ray terbersin-bersin membuat semua orang tertawa melihatnya.
Mereka menghabiskan malam minggu itu dengan gembira.
Setelah kenyang dan puas bermain bersama, mereka membubarkan diri untuk beristirahat.
Adelia yang sudah siap tidur memainkan ponselnya sambil bersandar di ranjang. Ray yang baru masuk kamar membawakan air hangat untuk istrinya.
“Masih kedinginan?” tanya Ray sambil duduk memberikan gelas
“Hmm.. lumayan..” senyum Adelia
Ray menggosok-gosokan telapak tangannya kemudian meletakkan dikedua pipi Adelia.
Adelia yang sedang minum pun langsung tersedak.
“Uhuk.. uhuk..uhuk..”
Ray langsung memberikan tissue pada istrinya itu dan mengambil gelas yang dipegang Adelia
“Mas iih.. bisa ga sih ga random gitu?” protes Adelia
“Ya biar gimana pun aku degdegan lah..” ceplos Adelia
Adelia yang tersadar langsung menutup mulutnya
Ray hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu, kemudian perlahan ia memeluk Adelia dengan erat.
“Kalo sepanjang malem tidur dipeluk, degdegan ga?” goda Ray yang dibalas dengan pukulan Adelia di dada bidang suaminya itu.
“Nyebelin..” ucap Adelia
Ray membaringkan tubuhnya sambil terus memeluk Adelia. Ia mengambil selimut kemudian menyelimuti istrinya yang saat ini bersandar di dadanya.
“Anget..” senyum Adelia
Ray pun tersenyum lalu memejamkan matanya.
***
Esok harinya…
Jakarta,
Rendy tak hentinya menatap layar ponselnya sambil terus menggigit kuku jari jempolnya. Sudah dua jam Naura belum membalas pesannya, bahkan menghiraukan telpon darinya.
“Lagi ngapain sih, sibuk banget sampe ga sempet liat hape”. Gerutu Rendy
Karena lelah menunggu, ia pun kemudian memutuskan untuk jogging.
Sudah hampir dua bulan ini komunikasinya dengan Naura tidak begitu baik. Entah kenapa Naura cukup sulit untuk Rendy hubungi dan seolah menghindar.
__ADS_1
Baru saja satu putaran ponsel Rendy berbunyi. Rendy tersenyum lebar karena menganggap telpon itu dari Naura. Senyumnya pun langsung menghilang ketika melihat nama penelpon.
“Suee.. bocah..” gerutunya
“Apaan??..” ketusnya
“Dih galak, kenapa lagi lu sama Naura?” ucapnya
“Dari mana lu tau gua ada apa-apa sama Naura?” heran Rendy
“Ya apa lagi coba sebabnya kalo lu bete gitu?” tebaknya
“Huaaaaa…. Gua sedih Naall…. Dia ga ada bales chat gua, trus telpon gua juga ga diangkat.. huhuhu”. Rengek Rendy sambil mengusap-usap matanya
“Ampun deh, kapan mau jadiannya coba kalo begitu terus?” ledek Nala
“Makasih loh anda sangat membantu mood saya..” ketus Rendy dan hanya mendapatkan tawa Nala yang terbahak-bahak.
“Sampering aja sih sana, ribet banget orang deket aja..” ucap Nala setelah menyelesaikan tawanya
“Pengennya sih gitu.. tapi, ga enak kalo ga bilang dulu ke dia. Sedangkan kalo pas bilang eh dianya bilang ga bisa”. Jelas Rendy
“Yaudah kasih kejutan aja sambil bawa bunga gitu.. hahahah”. Goda Nala lagi
Sepersekian detik mata Rendy langsung berbinar dan senyumnya mengembang
“Kok tumben lu pinter Nal?..” ucapnya senang
Nala langsung memasang wajah malasnya
“Udah ah gua ga mau buang-buang waktu ngobrol sama lu, gua mau nyamperin sayangnya aku.. dadah cinta, alopyu..” Rendy pun menutup begitu saja panggilan video Nala dan langsung bergegas pulang untuk bersiap menemui pujaan hatinya sesuai saran Nala
Nala hanya menggaruk-garuk kepalanya.
“Belom juga ke maksud dan inti pembicaraan kenapa gua telpon, udah maen tutup aja bocah” gerutu Nala
“Kenapa Nal?” Ray heran melihat Nala menggerutu sendiri di dapur
“Bestie lu tuh maen tutup aja gua belom selesai ngomong juga..” kesal Nala
Ray tertawa sambil mengambil gunting rumput disamping Nala
Ray dan kak Dimas sedang membersihkan halaman rumah mereka. Nala menyusul keluar membawakan minuman dingin dan cemilan.
“Adel kemana Ray?..” tanya Nala
“Lagi ambil plester, tadi jarinya ke gores duri rumput..” jawab Ray
“Hmmm..” Nala pun meletakkan minuman yang ia bawa.
Disisi lain,
Adelia masuk kekamar dan mencari-cari kotak P3K pada rak dan sudut-sudut ruangan namun belum menemukannya. Ia pun bergegas mengecek meja kerja Ray dan mencari dibeberapa laci disana.
“Nah…” ucapnya saat menemukan apa yang ia cari.
Adelia langsung mengobati luka pada jarinya dan memakai plester. Setelah itu ia bergegas meletakkan kotak kecil itu ditempatnya kembali. Namun, ia melihat kotak kecil lainnya yang terdapat agak dalam dari kotak obat itu.
Adelia mengambil kotak kecil itu dan membukanya. Terdapat cincin wanita dan sepucuk surat.
Adelia terkejut saat membaca tulisan yang ada pada kertas itu dan membungkam mulutnya sandiri.
***
__ADS_1