
“Halloo..” sapa dokter
“Hai dok..” senyum Nala menatap kedatangan dokter
“Wah semangat sekali.. Udah siap?” tanya dokter
“Siap..” ucap Nala mengangguk
“Bismillah ya sayang..” Tama tak henti menggenggam tangan Nala
Perawat mendorong bangkar Nala menuju ruang operasi. Saat melewati keluarga, perawat dan dokter memberikan waktu Nala untuk berdoa bersama dengan orangtua dan keluarganya yang menunggu
“Semangat ya sayang..” Bu Katy menciumi tangan Nala
Semua orang berdoa dan memberikan semangat untuk Nala dan Tama
Tiga puluh menit kemudian,
Nala kini sedang menjalani operasi, Tama menemani istrinya dan terus mengajak Nala berbincang agar tak hilang kesadaran. Nala berpesan agar ia harus terus sadar untuk melihat semua proses persalinannya.
Tim dokter dengan penuh keceriaan melakukan proses persalinan. Mereka memutar lagu-lagu kesukaan Nala agar terasa lebih relax.
Tak lama berselang,
Suara tangisan bayi nyaring terdengar memenuhi ruangan
“Waahh cantiknya..” dokter mengangkat bayi mungil itu dan menunjukannya ke arah Nala dan Tama
Tama dan Nala sudah tak bisa membendung harunya, mereka meneteskan air mata kebahagiaan melihat sosok malaikat kecilnya.
Dokter meletakkan bayi mungil itu di dada Nala.
“Ya Tuhanku..” tangis Nala menciumi putri kecilnya itu
Dua puluh menit kemudian,
Tama keluar ruangan dan tersenyum lebar menghampiri keluarganya
“Son..” bu Katy memeluk Tama
“Aku sudah memiliki putri cantik mam..” tangis haru Tama dalam pelukan ibunya
“Ya Tuhanku.. syukurlah..” ucap pak Dany
Semua orang sangat bahagia. Selama ini Nala dan Tama sengaja tidak mengecek jenis kelamin anak mereka karena ingin mendapatkan kejutan pada saat anak mereka lahir.
“Waahh Vio punya saingan..” ucap Ari memeluk adik kecilnya itu
“Cantikan anakku kemana-mana..” tawa Tama
“Huuh.. sudah pasti..” tawa Vio memeluk Tama
“Waahh parah lu Tam, gua nyariin kerumah malah ngilang kesini..” Rendy terengah menghampiri semua orang
“Lah..” Tama menatap bungkusan yang Rendy bawa
“Bakso buat bini lu.. eh keburu brojol..” Rendy mengangkat bungkusan bakso yang ia pegang
Semua orang tertawa melihat kekonyolan Rendy setiap saat itu
***
Esok harinya,
Ray dan keluarga kecilnya sedang dalam perjalanan ke Bandung.
Adelia duduk di kursi penumpang karena harus menjaga putra kecilnya yang sedang tertidur pada car seat bayi.
“Juna masih tidur sayang?..” tanya Ray yang sedang mengemudi
“Iya mas, lucu banget tidurnya..” Adelia tak hentinya tersenyum menatap sang putra
“Hemmhh jadi pengen gendong..” senyum Ray melihat sekilas kebelakang
“Kamu tidur juga sayang.. Semalam kan begadang..” ucap Ray
“Iya mas..” Senyum Adelia
Arjuna Ray Satya kini sudah berusia tiga bulan. Ray dan Adelia sangat bahagia dengan kelahiran putra mereka. Ray bahkan selalu pulang cepat kerumah saat bekerja karena selalu merasa rindu dengan istri dan putranya.
Satu jam kemudian,
Ray menghentikan mobilnya di halaman rumah, sang ibu sudah berdiri tersenyum melihat kedatangan anak dan cucunya.
“Junaa..” bu Utari langsung menggendong cucunya dengan antusias
“Oooh sekarang ada cucu jadi lupa sama anak..” ucap Ray saat ibunya tak menghiraukan keberadaannya
“Kalo kamu masih bayi pasti Udah ibu gendong..” ucap bu Utari yang tak henti tersenyum menatap Juna
Adelia dan Ray saling berpelukan tersenyum menatap nenek dan cucu itu.
“Nala gimana kabarnya bu?..” tanya Adelia saat sudah di dalam rumah
“Alhamdulillah sehat, putrinya juga sangat cantik..” ucap ibu
“Putri? Wah anaknya cewek?” tanya Ray
“Iyaa.. kita jodohin sama Juna nanti..” ucap Ibu
Ray dan Adelia saling pandang
“Jangan mulai deh bu..” ucap Ray
“Loh kenapa? Kalian juga di jodohin trus sekarang berekor satu kan?” tawa ibu
Ray menepuk dahinya.
__ADS_1
Sore harinya,
Ray dan keluarga tiba di rumah sakit untuk menjenguk Nala dan sang putri.
Adelia menggendong Juna sedangkan Ray membawa beberapa bingkisan hadiah untuk putri Nala dan Tama.
“Assalamualaikum..” ucap Ray memasuki kamar rawat Nala
“Wa’alaikumsallam..” ucap semua orang
Nala dan Tama tersenyum lebar menyambut kedatangan mereka.
Mereka saling berpelukan dengan bahagia
“Mana si cantik.. sini tante gendong..” Adelia menghampiri bayi Nala
“Ehh.. No no no.. antri..” Rendy yang sedang menggendong bayi Nala langsung menghindar dari Adelia
“Iiiihh gantian..” Rengek Adelia menyusul Rendy
Mereka berdua saling berebut ingin menggendong.
Nala menggendong Juna dengan bahagia
“Maaf ya ga dateng pas lahiran..” Ucap Nala
“Ga masalah Nal, lu kan juga lagi hamil gede..” ucap Ray
Nala dengan gemas mengajak Juna bicara
“Sini…” Rendy mengambil Juna dari gendongan Nala
“Eehh.. baru gendong bentar..” Protes Nala
“Bodo.. abisnya anak lu direbut Adel..” ucap Rendy menatap tajam Adelia
“Mending sama om gans ya Jun..” Rendy membawa Juna duduk di sofa menjauh dari orang-orang
“Makanya bikin sendiri Ren…” ucap Ray yang mendapat acungan jari tengah dari Rendy
“Namanya siapa Nal?” tanya Adelia yang menggendong bayi mungil itu
“Hemmhh.. masih bingung..” ucap Nala
“Laah belom nyiapin?” tanya Ray
“Udah, tapi rubah-rubah terus..” Tama mengusap kepala istrinya
“Trisha?” ucap Nala menatap Tama
Semua orang menatap Nala
“Gua suka.. Trisha..” teriak Rendy
Semua orang tersenyum
“Hai baby Trisha cantiikk..” ucap Adelia mengajak Trisha bicara
“Trisha Love Xander..” ucap Tama yang diangguki Nala
“Iya aku yang hamil eh anaknya sembilan puluh sembilan persen bapaknya banget..” cemberut Nala
Semua orang tertawa
***
Tiga hari kemudian,
Nala dan Tama beserta bayi kecil mereka pulang ke rumah danau. Rasa bahagia menyelimuti rumah itu. Kini, suara bayi akan lebih menghangatkan.
Tama tak hentinya menatap netra biru Trisha yang sama dengannya.
“Hai cantik..” Nala menghampiri suami dan sang putri
“Hai Mama..” Tama menirukan suara anak-anak
“Sini sama mama dulu, daddy harus mandi..” Nala mengambil Trisha dari gendongan Tama
“Iiiihh sebentar lagi sayang..” Rengek Tama
“No, sudah siang mas..” ucap Nala
Dengan berat hati, Tama akhirnya melepaskan Trisha dan bergegas mandi
“Tunggu daddy ya sayang..” teriaknya masuk ke dalam kamar mandi
Nala tersenyum menoleh ke arah suaminya. Trisha menjadi pusat perhatian Tama sekarang, tak sedikit pun Tama meninggalkan putri munggilnya itu.
Sore harinya,
Disebuah Café,
Rendy duduk sendiri termenung menatap jendela yang dipenuhi bunga diluar sana. Terbayang dibenaknya kelucuan Juna dan Trisha.
Rendy menghembuskan nafasnya kasar karena teringat ejekan Ray yang menyuruhnya segera menikah.
“Bang Rendy..” sapa seseorang
Rendy menoleh dan tersenyum menatapnya
“Hai..” senyum Rendy mengembang
Dirumah Ray,
__ADS_1
“Sudah selesai sayang?” Ray menatap Adelia dan Juna yang sedang bersiap
“Sudah mas..” senyum Adelia
“Okaay.. yuk kita berangkat nanti pada nungguin..” Ray menggendong Juna dan menggandeng tangan istrinya
Lima belas menit kemudian,
Ray menghentikan mobilnya dan tersenyum melihat Nala Tama dan Trisha menyambut kedatangan mereka.
Ray dan keluarga kecilnya menghampiri tuan rumah dan saling berpelukan
“Rendy belom datang?” tanya Ray
“Hemmhh.. jemput seseorang dulu..” jawab Tama
Ray dan Adelia saling pandang tak mengerti
“Siapa?” tanya Adelia
Sesaat kemudian mobil Rendy memasuki pekarangan rumah,
Semua orang menatap kedatangan Rendy. Ray dan Adelia cukup penasaran siapa orang yang Rendy ajak.
“Hallo para cintaku..” Rendy melambaikan tangannya pada semua orang dengan senyum lebarnya
Tangan seseorang menggenggam tangannya dan perlahan mereka berjalan menghampiri
Ray dan Adelia langsung menatap Nala dan Tama
“Vio..?” ucap Adelia pada Nala
Tama dan Nala mengangguk dan tertawa kecil
“Ya Tuhan Ren, sejak kapan kalian?” Ray tak henti menatap dua sejoli yang terlihat sedang kasmaran itu
Viona tersenyum dan menunjukan cincin di jari manisnya
Semua orang terkejut dan menatap mereka
“Serius?..” ucap Tama menatap adik kecilnya itu dan Rendy
Viona mengangguk dan tersenyum
“Maafin ya kakak ipar karena ga bilang dulu..” ucap Rendy pada Tama
Tama langsung menghampiri memeluk Viona dan Rendy
Mereka saling berpelukan dengan bahagia
“Awas lu nyakitin Vio, Ren.. tau kan seremnya kakak ipar lu yang cewek gimana?” ucap Ray
Rendy melepaskan pelukan Tama dan langsung menatap Nala
“Hehehe.. Iya kakak ipar, aku janji tidak akan menyakiti Viona Xander..” ucap Rendy pada Nala dan Tama
Semua orang tertawa dan mengucapkan selamat pada Rendy dan Viona.
Sore itu.. Di depan danau, dengan sinar mentari yang memerah menuju cakrawala.
Nala sangat bersyukur memiliki keluarga kecil dan sahabat yang sangat menyayanginya.
“I love you..” ucap Tama menatap istrinya yang terlihat diam menatap semua orang
“Love you more..” senyum Nala
_THE END_
***
🌹🌹🌹
Hallo Readers..
Author ingin mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada semua Readers yang dengan setia membaca dan menunggu update novel Sebuah Cerita Tentang Kita dan Rasa.
Cerita ini berakhir tepat 95 hari sejak Author bergabung di Novel Toon.
Sebagai penulis pemula, tentu banyak sekali kebingungan dan kesulitan yang author hadapi saat menulis novel ini. Berkat dukungan dan masukan dari semua Readers akhirnya author bisa melalui semua itu dengan rasa bahagia.
Sekali lagi, Author mengucapkan terima kasih kepada semuanya..
Mohon ditunggu karya author selanjutnya yaa..
Jangan lupa Follow Author @Arunikaruby untuk tahu karya selanjutnya.
Salam sayang Author,
Arunikaruby❤️
🌹🌹🌹
***
__ADS_1