
Jakarta,
Rendy terdiam menatap ponselnya, terdapat nama Naura tertera pada layar. Naura menelepon Rendy saat ini. Namun, Rendy enggan untuk menjawab telepon dari Naura. Rasanya masih begitu mengecewakan dengan apa yang terjadi.
Disisi lain,
Naura merasa sedih karena selama ini tidak jujur kepada Rendy bahwa dirinya memiliki seorang kekasih.
Tidak, saat Naura bertemu dengan Rendy, status Naura dan kekasihnya itu sedang dalam hubungan tanpa status. Naura telah memutuskan hubungannya namun, sang kekasih tidak ingin berpisah.
Aldi adalah laki-laki yang sudah menjalin hubungan dengan Naura selama enam tahun. Aldi dan Naura adalah dua orang yang saling menyayangi. Hubungan mereka menjauh semenjak Aldi pergi melanjutkan studinya di Kanada.
Naura semakin jarang berkomunikasi dengan kekasihnya dengan alasan kesibukan dan perbedaan waktu yang cukup jauh. Namun, selama ini Naura selalu berpikir positif terhadap kekasihnya itu meskipun nyatanya Aldi memiliki kekasih lain dan beberapa kali menjalin hubungan dengan teman-temannya di Kanada.
Hingga terakhir kali, Naura pun memergoki kekasinya itu berselingkuh dan tidur dengan wanita lain ketika Naura pergi ke Kanada untuk memberikan kejutan pada Aldi saat kekasihnya itu berulangtahun. Sejak saat itulah, Naura memutuskan hubungannya dengan Aldi.
“Sayang, kamu lagi apa disini?” Naura terdasar dari lamunannya.
“Hmm?.. kenapa Di?” ucap Naura
“Kamu kenapa bengong disini? katanya tadi mau ambil minum?” ulang Aldi
“Minum? Oya, minum..” Naura pun mengambil gelas yang sudah terisi air dan kembali menonton film bersama kekasihnya itu.
Saat ini, Aldi sudah kembali ke Indonesia dan menyelesaikan pendidikannya setelah tiga tahun. Selama dua bulan ini, Aldi terus menerus menemui Naura dan memintanya untuk kembali menjadi kekasihnya. Aldi bahkan melamar Naura dan berjanji akan menikahi Naura dalam waktu dekat.
Naura yang merasa hubungannya dengan Aldi sudah terjalin lama pun akhirnya luluh dan memberikan kesempatan untuk kembali bersama.
***
Sudah satu minggu ini, Ray selalu mengantarkan Adelia berangkat bekerja. Hubungan mereka pun semakin hangat setelah masalah yang mereka hadapi.
“Kamu hati-hati ya.. jangan telat makan..” ucap Ray
“Mas juga.. assalamualaikum” senyum Adelia menyalami tangan suaminya kemudian masuk kedalam rumah sakit.
“Wa’alaikumsallam..” senyum Ray
Ray pun berlalu menuju rumah sakit tempat ia bekerja.
Perlahan namun pasti, perasaan Ray terhadap Adelia semakin terasa hangat. Ray terbiasa dengan kehadiran Adelia dihidupnya saat ini. Ia akan merasa tidak nyaman dan khawatir jika istrinya itu tidak ada disampingnya.
“Selamat siang dokter Adel…” sapa seseorang dibelakang Adelia
__ADS_1
“Siang…” Adelia pun menoleh kebelakang
“Eh siang dokter Candra..” ucap Adelia terkejut melihat seniornya berada dibelakangnya
“Hari ini bagaimana? Apa ada kendala?” tanya Candra
“Alhamdulillah semua lancar dok, terima kasih atas perhatiannya..” senyum Adelia
“Syukurlah kalau begitu, mau makan siang bareng dok? Kebetulan saya mau makan..” tanya Candra
“Wah terima kasih dok, tapi saya masih ada follow up beberapa pasien lagi, selamat menikmati makan siangnya dok, permisi..” Adelia pun berlalu
Candra pun menatap Adelia
Di rumah sakit, baik tempat kerja Adelia maupun Ray hanya beberapa orang yang mengetahui status pernikahan mereka. Pada saat menikah, mereka tidak mengundang teman kerja karena mereka merupakan dokter baru dan belum banyak berteman dan mengenal semua orang disana.
Ray dan Adelia masing-masing hanya mengundang petinggi saja dan melaporkan status baru mereka pada bagian personalia. Sehingga, beberapa orang banyak yang masih mengira Adelia maupun Ray masih berstatus lajang. Candra adalah salah seorang yang tertarik dengan Adelia semenjak Adelia bekerja disana.
Pukul 21.00 WIB,
“Assalamualaikum..” Adelia membuka pintu
“Wa’alaikumsallam..” ucap Ray tersenyum
“Hapemu kok ga bisa di telpon Del? Aku tadi mau jemput tapi ga bisa hubungin kamu..” tanya Ray
“Hape?..” Adelia tersadar dan mengecek ponselnya
“Yaampun, maaf mas hapeku habis batre..” lanjut Adelia
“Sudah mas, tadi makan bersama di rumah sakit, di traktir senior..” senyum Adel
“Yaudah aku mandi dulu ya mas..” Adelia pun masuk kedalam kamarnya
Setelah selesai mandi, Adelia membuatkan Ray minuman hangat dan membawakannya kedalam kamar.
Ray terduduk di kursi kerjanya dan tersenyum ketika sang istri datang
“Mas masih ada kerjaan?” tanya Adelia sambil meletakkan minuman
“Baru aja selesai..” Ucap Ray
“Hmmm.. yaudah kalo gitu kamu istirahat ya mas.. selamat malam..” Adelia pun berbalik
Langkah Adelia terhenti oleh genggaman Ray. Adelia berbalik kembali menatap suaminya itu.
“Kenapa mas?..” ucap Adelia heran
Ray pun perlahan mendekati istrinya dan memeluknya
“Aku kangen kamu..” Ucap Ray pelan di telinga Adelia
Wajah Adelia seketika memerah. Ia tertunduk menutupi raut wajahnya yang tersipu malu
__ADS_1
Ray tersenyum menatap istrinya. Perlahan, Ray mendekatkan wajahnya pada wajah adelia. Ia mengecup pelan bibir tipis istrinya itu. Adelia yang terkejut hanya bisa diam tanpa membalas. Ray menatap netra coklat indah istrinya itu, ia kembali mengecup bibir Adelia dengan lembut, semakin lama kecupan itu pun berubah menjadi ciuman yang menuntut.
Ray dengan sangat hati-hati melepaskan ciuman mereka, hasratnya kini sudah mulai memuncak namun, ia masih ragu dengan kesiapan Adelia.
Ray menuntun istrinya itu duduk di tepi ranjang. Ia menatap Adelia dengan lekat lalu menunduk. Adelia yang melihat Ray tampak ragu pun kemudian memberanikan diri mencium suaminya dan melingkar kan tangannya di leher Ray.
Ray yang mendapatkan respon positif dari Adelia pun langsung melepaskan hasrat yang selama ini dia pendam, ya.. yang mereka berdua pendam. Malam ini, menjadi malam pertama penyatuan Ray dan Adelia.
🌹🌹🌹 Silahkan traveling sendiri ya readers pikirannya 😁😁😁
Pagi harinya,
Adelia terbangun dan menatap wajah tampan suaminya. Ia menyentuh lembut wajah Ray dan tersenyum.
“Jangan diliatin terus, nanti makin jatuh cinta..” Ucap Ray tanpa membuka matanya
Adelia hanya tertawa pelan
Ray mengeratkan pelukannya dan menyandarkan wajahnya pada lekuk leher sang istri.
“Mas bangun, udah subuh..” senyum Adelia
“Hmm.. sebentar lagi, mumpung kamu libur..” ucap Ray tanpa melepaskan pelukan
“Tapi kamu kan kerja, nanti kesiangan loh..” Adelia menepuk-nepuk tangan suaminya
Dengan berat hati, Ray pun perlahan bangun dan membuka matanya. Ia tersenyum mengecup pucuk kepala istrinya.
“Yuuk mandi, trus shalat subuh..” ucap Ray
“Hmm.. kamu duluan gih mandi” Adelia salah tingkah dengan wajah yang sudah merona
Ray tertawa kecil melihat tingkah istrinya, lalu masuk kedalam kamar mandi.
Adelia memegang dadanya yang bertegup kencang. Ia tersenyum dengan perasaan yang begitu bahagia.
***
Bandung,
Tama kini sudah duduk di salah satu Coffee shop, ia akan bertemu dengan Rega disana.
Setelah lima belas menit menunggu, akhirnya Rega pun datang.
“Hey Tam, sori telat..” ucap Rega sambil merangkul Tama
Wajah Tama sejak awal sudah tidak begitu ramah, ia memaksakan untuk tersenyum menahan diri untuk tidak hilang kendali setelah mengetahui fakta bahwa Rega mensabotase pekerjaan Nala.
“Gimana? Ada apa nih tumben banget ngajak ketemuan? Berasa diajak kencan gua..” tawa Rega
Tama pun hanya menatap Rega sinis.
__ADS_1
“Harusnya gua yang nanya gitu kan Ga? Ada apa sebenernya?” senyum sinis Tama
****