
Ray memegang erat tangan istrinya itu, iya sengaja melakukannya dihadapan Candra
“Uuhhh.. So sweet banget sih suami Adel, Udah ganteng banget trus sweet banget lagi ke istrinya, iri…” celetuk Desi menatap kepergian Adelia dan Ray
Candra berlalu dengan amarah didadanya. Ia merasa kalah dari Ray.
Beberapa saat kemudian,
Adelia tertawa pelan didalam mobil,
“Kenapa sayang kok ketawa?..” Ray menatap heran istrinya
“Lucu aja.. inget kejadian di rs tadi..” ucap Adelia
“Lucu kenapa?..” tanya Ray
“Kamu.. segitu sinisnya sama dokter Candra..” Adelia membelai pipi suaminya
Ray cemberut menatap jalanan didepan
“Eh kok cemberut lagi? Kamu beneran marah?” Adelia menatap suaminya
“Sebel aja sama dia, bisa-bisanya godain istri orang dulu..” sinis Ray mengingat wajah Candra
“Loh dia mana tau aku Udah nikah dulu mas..” ucap Adelia
Ray yang mendengar itu langsung meminggirkan mobilnya
Ia menatap istrinya tak percaya
“Kenapa mas?” heran Adelia
“Kamu jahat bela dia..” ucap Ray
Adelia kembali tertawa melihat tingkah kekanakan suaminya jika sedang cemburu. Ia memegang kedua pipi Ray kemudian mengecup bibir suaminya dengan lembut.
“Sekarang kita baik-baik aja, kita hanya harus fokus dengan keluarga kecil kita, kamu segera akan menjadi seorang ayah..” ucap lembut Adelia
Ray tersenyum dan mengangguk. Ia mengecup lembut kening Adelia kemudian kembali melajukan mobilnya.
***
Bali,
Sudah empat hari Nala dan Tama berada di Bali dan melakukan beberapa kegiatan menyenangkan disana. Mereka pergi ke tempat-tempat indah dan puas menikmati berbagai olahan seafood kesukaan Nala.
Hari ini, Nala dan Tama berada di pantai kuta. Selesai berjalan-jalan di pantai, mereka pergi berbelanja berbagai oleh-oleh untuk keluarga.
“Sayang, besok mau kemana lagi?” tanya Nala sambil memilih aksesoris lucu untuk adik iparnya
“Kamu maunya kemana sayang?” Tama menoleh kearah Nala
“Hemmh.. kalo di villa aja gimana mas? Kita keluar untuk makan malamnya aja?.. aku pengen istirahat aja rasanya dari kemarin jalan terus, lusa siang kita kan Udah harus pulang jadi aku sekalian mau packing juga..” Jelas Nala
“Okay sayang..” Tama mencium pipi istrinya dengan gemas
Nala tertawa kecil merasakan kemanjaan suaminya itu
Betul apa yang Dwi katakan, Nala dan Tama bak burung cinta yang setiap detik kasmaran dan tak bisa dilepaskan.
Malam harinya,
Nala memasak makan malam untuk mereka. Meskipun tak sehebat suaminya dalam memasak, namun Nala ingin memberikan yang terbaik dan belajar meningkatkan kemampuan memasaknya karena ia ingin selalu memasak untuk keluarga kecilnya.
“Waaw semur daging?..” Tama memeluk Nala dari belakang
“Tentu.. kesukaan suamiku..” tawa Nala
“Hemmhh betapa beruntungnya suamimu sayang..” Tama mencium pipi Nala berkali-kali
Nala tertawa kegelian lalu mencoba meloloskan diri
__ADS_1
“Okay, saatnya makan..” ucap Nala menuntun suaminya untuk duduk manis
“Terima kasih untuk makanannya sayang..” ucap Tama tulus
Mereka menikmati makan malam dengan nikmat sambil mengobrol ringan.
“Rasanya berat banget ya mas mau pulang?..” Nala melihat sekeliling villa
Tama tersenyum menatap istrinya
“kamu sangat suka disini sayang?” tanya Tama
Nala mengangguk dengan senyum lebarnya
“Kapanpun kamu mau kesini, satu atau dua hari.. kita bisa langsung datang kesini kapanpun sayang..” ucap Tama
“Hemh? Apa bisa sayang? Kan harus dipesan dulu villanya?” tanya Nala
Tama tersenyum menatap Nala
“Ini villa milik kita sayang, papa dan mama menghadiahi villa ini untuk pernikahan kita..” ucap Tama
Nala meletakan sendok dan garpunya. Ia menatap lekat Tama seolah tak percaya dengan apa yang suaminya ucapkan
“Sungguh?..” ucap Nala tak percaya
Tama mengangguk dan tersenyum
“Mama dan papa awalnya ingin membelikan kita rumah di Bandung. Namun, karena aku sudah lebih dulu membangun rumah untuk kamu jadi mereka membelikan villa ini untuk kita. Mama dan papa tau jika kamu sangat suka Bali, dan kamu bisa kapan pun datang” Jelas Tama
Nala menutup mulutnya terkejut masih tak percaya.
Tama bangun dari duduknya dan menghampiri Nala.
“Kamu suka dengan hadiahnya?” tanya Tama
“Tentu saja mas, mana mungkin aku ga suka..” Nala tak kuasa menahan harunya
Nala memeluk suaminya erat dengan rasa yang sangat bahagia.
“I love you..” ucap Tama
***
Tiga minggu kemudian,
Bandung..
Nala menggandeng tangan Dwi sambil menyusuri jalanan Braga, mereka sangat bersemangat sambil memakan es krim cone di tangan mereka.
Sesekali Dwi melihat aksesoris lucu yang ada disana.
Nala dan Dwi menghabiskan waktu libur mereka dengan berjalan-jalan dan berbelanja. Nala tidak ingin hari liburnya sendirian karena saat ini Tama sedang berada di Jakarta mengantar Vio dan ibunya kebandara untuk berlibur ke Korea Selatan.
Bu Katy dan Vio sangat sedih karena Nala tidak bisa ikut mereka berlibur dikarenakan pekerjaan Nala. Namun mereka sudah merencanakan liburan keluarga ke Eropa setelah beberapa project pekerjaan selesai dan Nala Tama mendapatkan cuti panjangnya.
“Mas bule kapan pulang emang Nal?” tanya Dwi
Mereka kini sedang makan siang di café favorit mereka disana
“Nanti sore palingan Udah sampe..” ucap Nala
“Lu kenapa ga ikut nganterin mereka kebandara?” ucap Dwi
“Hemmhh pengen sih, tapi mas Tama larang soalnya gua dari kemaren pulang gawe kecapean terus..” jelas Nala
“Oowwh..” Dwi mengangguk anggukan kepalanya
“Makanya jangan rajin-rajin banget bikin anak..” celetuk Dwi menggoda Nala
Nala menjitak kening dwi dengan sedotan ditangannya
“Itu mulut barokah..” ucap Nala tertawa
__ADS_1
Dreett.. Dreett..
Nala menghentikan tawanya kemudian tersenyum melihat Adelia menghubunginya
“Bentar Wi..” ucap Nala
“Hallo bumil cantikku..” sapa Nala tersenyum
“Uuhh kangeenn..” ucap Adelia di seberang sana
Nala tertawa pelan
“Nal, minggu depan pas weekend ada acara ga?” tanya Adelia
“Hemmhh engga deh Del, kenapa?” ucap Nala
“Gini, aku dua minggu kemarin sudah mengadakan pengajian kecil-kecilan empat bulanan kehamilan di panti anak yatim. Tapi, aku belum adain acara untuk keluarga karena kerjaan mas Ray yang masih padet. Sekarang hamilnya Udah masuk lima bulan sih tapi tetep pengen adain acara kecil-kecilan aja buat keluarga..” Jelas Adelia
“Waahh syukurlah Del..” ucap Nala
“Hemmhh.. kamu mau ga datang kesini Nal? Ajak ayah dan kakak juga?..” tanya Adelia
“Tentu aja Del, kami akan senang datang kesana..” antusias Nala
Adelia tersenyum lebar
“Makasih banyak ya Nal, nanti aku kabarin lagi update nya..” ucap Adelia dengan semangat
Nala dan Adelia kemudian mengakhiri panggilan telpon mereka.
Nala dan Dwi kembali melanjutkan liburan mereka.
Pukul 17.00 WIB,
Nala sudah pulang kerumah dan membersihkan dirinya. Ia lalu memasak makan malam untuk Tama.
Kreekk…
Suara pintu gerbang rumah menghentikan kegiatan Nala. Ia berlari kecil kearah depan rumah untuk menyambut suaminya.
Tama melambaikan tangan saat melihat istri cantiknya berdiri diluar pintu.
“Sayang..” Tama memeluk Nala segera
Mereka masuk kedalam rumah
“Kamu sudah masak sayang?” tanya Tama
“Baru satu menu.. sebentar lagi selesai, mas mandi dulu gih..” ucap Nala
Tama tersenyum mencium istrinya kemudian masuk kedalam kamar untuk mandi.
Beberapa saat kemudian, Nala dan Tama memulai makan malam mereka.
“Mas, tadi Adel telpon aku, katanya dia undang kita ke jakarta untuk syukuran kehamilannya..” ucap Nala di sela makan malam mereka
“Wah syukurlah, kapan sayang?” tanya Tama
“Minggu depan..” ucap Nala
“Okay sayang..” Tama tersenyum
Setelah menyelesaikan makan malam, Nala merapikan meja makan sedangkan Tama sedang melakukan sesuatu di halaman depan.
Nala mendengar beberapa orang datang dan mengobrol dengan Tama di luar rumah.
Nala berjalan menuju luar dan ingin melihat siapa yang datang. belum sampai ia kedepan pintu, Tama mengejutkannya karena masuk secara tiba-tiba
__ADS_1
***