Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa

Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa
#43


__ADS_3

Malam harinya,


Nala dan Tama mengecek rumah mereka yang telah selesai renovasi halaman. Nala meletakan beberapa hiasan dan bunga di sekitar gazebo.


“Sayang untuk MUA apa sudah fix pilih yang mana?” tanya Tama


“Sudah mas, aku pilih yang terakhir aja.. lebih cocok di aku..” jawab Nala tersenyum


“Hemmhh.. berarti sudah semua ya? Apa ada yang terlewat?” Tama menatap Nala


“Sudah semua mas.. yang kurang tinggal sah nya aja..” tawa Nala sambil menyemprotkan air semprotan tanaman hias.


Pernikahan Nala dan Tama tinggal dua minggu lagi akan digelar. Semua pelaksanaan sudah disiapkan dengan matang. Nala dan Tama tampak sangat semangat mengisi beberapa furnitur rumah danau mereka.


 


Dreeett.. Dreeett..


“Hallo Ren..” Tama mengangkat telpon dari Rendy sambil menoleh kearah Nala


“Mas bro kuu.. Aku mau minta tolong dong cinta..” suara Rendy manja diseberang sana


“Isshh.. jijik banget sih lu Ren.. apaan?” ucap Tama sambil bergedik ngeri


Nala tertawa melihat tunangannya kemudian melanjutkan kegiatannya dan meninggalkan Tama mengobrol dengan Rendy di telepon.


 


***


Bogor,


Naura dan Lissa sedang berada disebuah pusat perbelanjaan. Mereka sedang asik berbelanja beberapa barang untuk dekorasi café mereka menyambut hari kasih sayang.


Naura melihat bingkai hiasan dinding yang sangat cantik lalu menghampirinya. ketika akan mengambil hiasan tersebut, tangan seseorang juga menyentuhnya.


“Hei, sori kayanya aku duluan deh yang megang..” ucapnya


Naura menoleh dan menatap gadis tersebut. Gadis yang ia prediksi usianya hanya dua atau tiga tahun dibawahnya. Gadis yang begitu cantik.


“Oh ya.. silahkan..” senyum Naura memberikan hiasan tersebut


“Kenapa sayang?..” ucap seorang lelaki dibalik Naura


Naura yang mengenali suara tersebut langsung membalikan badannya. Ia sangat terkejut dan bahagia mendapati Aldi berada disana.


“Al…” senyum Naura mengembang


“Sayang?.. ini aku nemu hiasan dinding ini bagus kan untuk kamar kita?..” gadis cantik itu menghampiri Aldi dan memeluknya dihadapan Naura


Aldi sangat terkejut melihat Naura berada disana bersama kekasihnya yang lain. Ia berdiri mematung menatap Naura menghiraukan ucapan selingkuhannya itu.


“Sayang kok diem aja? Bagus ga?” ucap gadis itu sambil mengusap wajah Aldi


Gadis tersebut kemudian menyadari jika Aldi mengacuhkannya dan menatap oranglain dihadapannya.


Wajah Naura sudah memerah menatap adegan mesra dihadapannya, ia mengepalkan tangannya menahan amarah.


“Kalian saling kenal?” tanya gadis itu lagi menatap Aldi dan Naura bergantian


“Oohh.. kamu pacarnya Aldi ya?” Naura tersenyum mengulurkan tangannya pada gadis itu


“Ya ampun kakak temennya Aldi ya? Kenalin aku Gita calon istrinya Aldi..” Gita menjabat tangan Naura dengan bersemangat


Lissa yang berdiri tidak jauh kemudian menghampiri Naura, ia heran menatap tiga orang disana.


“Apaan nih?” tanya Lissa pada Naura

__ADS_1


“Kenalin Lis, dia Gita.. Calon ISTRINYA Aldi..” Naura menekan intonasi suaranya sambil menatap sinis Aldi yang sudah tertangkap basah


“Calon istri?” beo Lissa dengan heran menatap Gita dan Aldi


“Hai kak, aku Gita..” Gita mengulurkan tangannya tersenyum kepada Lissa


“Eh hai Gita.. Udah lama pacaran sama Aldi? Kok gua baru tau ya?” Lissa menatap Aldi sambil mengepalkan tangannya


“Hemmhh.. Udah satu tahun kak, rencananya bulan depan kita mau nikah..” tawa kecil Gita sambil mengelus perutnya


Naura dan Lissa langsung menatap perut Gita yang terlihat membuncit. Air mata Naura tak terasa mengalir.


Naura menunduk dan menghapus air matanya


“Selamat ya Gita Aldi.. semoga pernikahan kalian selalu bahagia.. selamat juga untuk calon bayinya..” Ucap Naura


Naura perlahan mendekati Aldi, ia melepas cincin tunangannya dan memberikannya pada Aldi.


“Sampah akan tetap jadi sampah..” Naura menatap Aldi sinis lalu meninggalkannya


Gita yang melihat itu langsung menuntut jawaban dari Aldi yang sedari tadi hanya diam seperti patung.


“Ga usah heran, calon suami dan ayah dari bayi yang kamu kandung itu ga lebih dari sampah.. Selamat ya atas pernikahan kalian.. "Senyum Lissa pada Gita


"Terima kasih sudah melepaskan sahabat gua yang waktunya Udah kebuang sia-sia selama enam tahun berhubungan sama sampah kaya lu..” sinis Lissa menepuk bahu Aldi lalu tersenyum sinis menatap Gita.


Gita yang mendengar ucapan Lissa itu langsung terkejut dan menangis menuntut jawaban pada Aldi.


 


 


Lissa mencari keberadaan Naura yang sudah lebih dulu pergi.


Naura menangis terduduk ditaman luar pusat pembelanjaan tersebut. Hatinya begitu hancur dengan kenyataan yang ia hadapi saat ini, begitu bodohnya ia percaya untuk kembali pada Aldi yang selalu menghianatinya.


Naura kemudian memeluk Lissa dan menumpahkan sesak didadanya.


“Kalo ada kata yang lebih dari kata bodoh, itu adalah gua Lis..” tangis Naura


 


 


 


Keesokan harinya,


Aldi berusaha menghubungi Naura sejak semalam namun tidak kunjung mendapati respon.


“Lis, mana Naura?” Aldi mendatangi café Naura dan Lissa


“Ngapain lu masih nyari Naura? Masih punya muka?” ketus Lissa


“Gua mau jelasin Lis, plis kasih tau Naura gua mau ketemu dia..” mohon Aldi


Tak lama kemudian, Naura menghampiri mereka dengan wajah yang tenang.


“Ada apa lagi?” tanya Naura tenang


“Na, aku mau jelasin ke kamu..” Aldi memegang tangan Naura


Lissa menghadang Aldi


“Ga apa-apa kok Lis..” ucap Naura pada Lissa yang berusaha mencegah Aldi


“Silahkan..” Ucap Naura pada Aldi

__ADS_1


“Na, aku sama dia sebetulnya gada hubungan apa-apa, dia selalu kejar-kejar aku tapi aku acuh..” ucap Aldi


“Acuh? Bisa bikin hamil ya? Baru tau..” ucap Lissa menatap tajam Aldi


Aldi memejamkan matanya mendengar sindiran Lissa lalu ia menatap kembali Naura


“Na, itu kesalahan.. aku mohon maafin aku..” mohon Aldi


“Iya ga apa-apa, aku sudah maafkan kamu..” ucap Naura


Senyum Aldi mengembang menatap Naura


“Selamat atas pernikahan dan kehamilan calon istrimu Al.. sungguh..” tatap Naura lalu melepaskan tangan Aldi


Senyum Aldi seketika menghilang. Naura pergi meninggalkan Aldi yang terus memandanginya.


 


Naura keluar dari café, wajahnya begitu sendu namun sudah tidak ada air mata yang ia keluarkan. Rasanya sangat lelah dengan semua yang terjadi.


Naura berjalan dengan langkah pelan, ia terhenti di sebuah taman kota tak jauh dari cafenya. Naura duduk melihat pepohonan yang nampak rindang dan langit yang menggelap.


Naura merenungi takdir yang ia hadapi saat ini. Perlahan, gerimis mulai menghujaninya namun ia tak sedikitpun beranjak dari duduknya.


Hujan semakin deras membasahi tubuh mungilnya.


“Hujan, kenapa malah duduk disini?..” seseorang menutupi tubuh Naura dengan payungnya


Naura menoleh ke asal suara


“Mas Rendy?..” Naura terkejut karena Rendy berada disana


Rendy tersenyum lalu mendekat pada Naura dan memayungi tubuh mereka berdua.


“Ayo masuk ke mobil, hujannya makin deras..” ucap Rendy sambil menuntun Naura


Beberapa saat kemudian, mereka sudah terduduk di dalam mobil. Rendy mengambil handuk kecil dan memberikannya pada naura, ia kemudian menyelimuti Naura dengan sweaternya yang kering.


“Terima kasih mas..” ucap Naura


Mereka kemudian terdiam untuk beberapa saat dengan pikiran masing-masing. Rendy menatap hujan diluar dengan perasaan gundah.


“Maafkan aku Naura..” ucap Rendy pelan


“Maafkan aku..” ulang Rendy menatap Naura


“Maaf? Untuk apa mas?” tanya Naura heran


“Tidak apa-apa.. hanya saja, aku merasa bersalah dan harus meminta maaf padamu..” ucap Rendy


“Mas Rendy tidak melakukan kesalahan apapun, tidak ada yang harus dimaafkan..” ucap Naura


Rendy tersenyum menatap Naura, rasanya sangat sedih melihat gadis itu saat ini.


***


🌹🌹🌹


Hallo teman-teman semuanya..


Author ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin.


semoga tema-teman semuanya selalu sehat dan berbahagia dimana pun kalian berada.


Salam sayang Author❤️


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2