
Keesokan harinya,
Rendy sudah kembali bertugas, sedangkan Nala dan Tama sedang membelikan makanan dan minuman untuk semua orang.
“Sayang..” Tama mengelus lembut tangan Nala yang terlihat termenung
“Hemmh..?” Nala tersadar menoleh pada Tama
Tama menatap tunangannya itu dengan cemas
“Aku udah booking hotel didekat sini.. nantii setelah makan, aku antarkan kamu dan ibu kesana untuk istirahat ya?..” ucap Tama
“Kamu juga belum tidur dari semalam mas..” tatap Nala
“Aku tidur sebentar sebelum subuh tadi, kamu kan bergantian jaga dengan Ray semalam.. kamu yang belum tidur, nanti setelah kamu istirahat baru bergantian dengan aku, yaa?..” bujuk Tama
Nala mengangguk pelan. Setelah pesanan mereka siap, mereka langsung kembali menuju kamar Adelia.
Dua hari kemudian,
Nala dan Tama sudah kembali ke Bandung. Bu Utari masih menjaga Adelia di rumah sakit bergantian dengan Ray yang juga harus sambil bekerja.
“Sayang, apa ingin makan sesuatu?” tanya ibu
“Tidak bu, terima kasih..” Adelia terduduk dibangkarnya
Wajah Adelia sudah tidak pucat dan kondisinya sudah semakin membaik.
“Assalamualaikum..” salam Ray
“Wa’alaikumsallam.. mas..” senyum Adelia mengembang menatap suaminya
“Bagaimana sayang, apa yang kamu rasain hari ini?” tanya Ray
“Aku pengen pulang mas, bosen disini..” ucap Adelia
“Hey.. kamu sering bilang apa ke pasien kamu kalo mereka ngerengek pengen pulang?” Ray tersenyum mengelus pipi istrinya
Adelia cemberut menatap ibu yang tersenyum
“Buu.. Adel bosen..” rengeknya
“Hemmh.. mau jalan-jalan? Ibu temenin ya ke taman?” tanya ibu
“Adel pengen pulang bu, bukan ke taman..” tunduk Adelia
“Permisi..” sapa Alma tersenyum
“Aahh dokter Alma, sini dok duduk..” Adelia senang menyambut Alma yang kini sudah berteman dengannya
“Hayoo ada apa ini? Kenapa cemberut?” Alma menggoda Adelia
“Pengen pulang terus dok..” ucap Ray
__ADS_1
“Hemmhh.. Boleh..” jawab Alma
Adelia langsung menatap Alma tak percaya
“Serius dok?” tanya Adelia
Alma menganggukan kepalanya dan tertawa kecil
“Tapi, ada yang ingin aku beritahukan Del..” wajah Alma berubah dan mendekati Adelia
“Del, kamu tahu kan kondisi kehamilanmu masih sangat rentan?” ucap Alma menatap Adelia
Adelia mengangguk pelan
“Hemmh, maaf kalo aku harus menyampaikan kabar ini.. tapi, aku rasa kamu harus berhenti kerja sementara.. tunggu sampai kondisi kehamilanmu kuat..” ucap Alma pelan sambil memegangi tangan Adelia
Wajah Adelia yang berseri kemudian berubah menjadi sendu
“Hanya sementara sayang, demi kamu dan anak kita..” Ray membelai lembut pucuk kepala Adelia
Adelia menatap ibu dengan sendu dan hanya dijawab dengan anggukan pelan.
“Sampai berapa lama?” tanya Adelia pelan
“Kemungkinan sampai trimester dua kehamilanmu.” Jawab Alma
“Tapi, selama itu kamu harus rutin memeriksakan kehamilanmu dan setelah trimester kedua kita akan lihat perkembangannya, apakah memungkinkan untukmu bekerja kembali atau memang harus menunda sampai melahirkan..” jelas Alma
Adelia menatap Ray lalu ia mengangguk
“Baiklah dok..” jawabnya pelan
“Hemmhh.. Okay kalo gitu kita periksa dulu untuk hari ini.. Mau pulang kan?” senyum Alma yang dibalas anggukan senyum mengembang adelia
***
Setelah mengetahui bagaimana Aldi memperlakukan Naura dibelakangnya. Rendy dengan berat hati memutuskan untuk menyelidiki Aldi dan mengumpulkan beberapa informasi mengenai Aldi dari teman-temannya.
Meskipun hati Rendy begitu sakit tapi, ia tidak mau jika Naura dipermainkan oleh lelaki sampah seperti Aldi.
Naura termenung di dalam cafenya. Sudah beberapa hari Aldi sangat sibuk dan selalu beralasan jika ingin bertemu.
Dreett.. Dreett..
Naura mengerutkan keningnya menatap siapa yang menghubunginya
“Hallo..” sapa Naura
“Hai Naura, apa kabar?” sapa seseorang disebrang sana
“Baik, tumben Sel, ada apa nih?” tanya Naura
“Hei, sori deh selama ini gua ngilang.. Gua lagi fokus sama studi gua..” ucapnya tertawa kecil
“Hemm.. okay..” jawab Naura singkat
“Naura, gua mau kabarin.. tempat gawe gua lagi buka posisi untuk asisten chef, penawarannya lumayan loh.. kalo lu lolos seleksi, lu bisa gawe disini dan dapet beasiswa untuk ambil profesional..” ucap Sella, teman kuliah Naura
__ADS_1
Naura terdiam mencerna perkataan Sella. Sejak kuliah, ia memiliki impian untuk bisa bekerja di Italia dan bisa melanjutkan studinya disana. Sella yang memiliki impian yang sama dengan Naura sudah terlebih dulu mendapatkan pekerjaan disana.
“Hallo Na?.. kok diem?” Sella heran Naura tidak begitu antusias dengan kabar yang ia berikan, Sella sangat tahu jika ini adalah impian Naura sejak dulu
“Hemmh.. Kenapa lu kasih tau gua?” tanya Naura
“Yaa karena gua pikir lu cocok untuk kerjaan ini.. ayolah Na, gua udah kasih info tentang lu ke bos gua dan kayanya dia tertarik. Kalo misal lu memang berminat nanti gua share info lebih detailnya via email ya?” jelas Sella
“Gua pikir-pikir dulu ya Sel, tapi thanks banget atas tawaran dan infonya..” ucap Naura
Naura menutup telponnya, ia terdiam memikirkan tawaran Sella. Sungguh didalam hatinya ia begitu menginginkannya namun, ia akan segera menikah dengan Aldi.
Naura menghirup nafas dalam.
“Kenapa Na? tadi siapa yang telpon? ..” tanya Lissa
“Hemmh?.. oh itu, Sella..” jawab Naura lalu meletakan vas bunga di meja
“Sella?.. tumben?” Lissa heran
“Katanya ada tawaran kerjaan bagus ditempatnya..” ucap Naura
“Serius? Bagus dong Na, itu kan mimpi lu buat kerja kesana?” ucap Lissa antusias
“Ya ga bisalah Lis, kan lu tau gua mau nikah sama Aldi..” Naura terduduk
“Hemmhh.. emang lu beneran ya mau nikah sama dia? Gua kok berasa ga ikhlas sih..” Lissa ikut mendudukkan dirinya sambil memangku tangannya
“Ih kok lu ngomong kaya gitu? Doain gua lah Lis..” cemberut Naura
“Iya deh.. gua doain moga-moga ga kecolongan lagi..” Lissa bangun meninggalkan Naura
Naura menatap Lissa sambil memikirkan apa yang Lissa katakan. Sesungguhnya ia masih sangat sakit hati dengan pengkhianatan Aldi. Namun, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia hanya berdoa Aldi akan benar-benar berubah dan akan setia padanya.
Bandung,
“Nal, ini serius pak Rega mundur dari project kita?” Dwi berlari tergesa menghampiri Nala
Nala mengerutkan keningnya menatap Dwi
“Maksudnya gimana Wi?” tanya Nala tak mengerti
“Nih baca chatnya bu Susi..” Dwi menyodorkan ponselnya pada Nala
Nala membaca isi pesan yang menyatakan bahwa Rega sudah mundur dari project kerja sama dengan mereka dan digantikan oleh orang lain.
“Coba tanya mas Tama Wi..” ucap Nala
Dwi kemudian menghampiri Tama diruangannya dan menanyakan tentang kebenaran kabar tersebut.
Tak lama kemudian, Dwi keluar ruangan Tama sambil mengangkat alisnya menatap Nala.
“Gimana?..” tanya Nala penasaran
“Hemmmhh.. katanya mas bule sih.. Pak Rega lagi di tugasin di kantor cabang di Semarang, entah kenapa dadakan..” jelas Dwi
Nala yang merasa heran kemudian beralih menoleh kearah ruangan Tama, disana Tama juga sedang menatapnya dengan senyuman.
__ADS_1
“Berarti udah ga ada yang harus dirubah lagi, kita langsung jalan aja yang awal Wi..” ucap Nala yang dibalas anggukan Dwi
***