Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa

Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa
#48


__ADS_3

Sajadah yang Tama pegang pun terjatuh saat Nala dengan perlahan menghampiri suaminya. Tama masih saja terdiam mematung menatap istrinya itu.


“Mas kenapa?” tanya Nala khawatir saat melihat keringat bercucur didahi Tama


Nala menengok ke arah AC kamar dan mengerutkan keningnya karena udara ruangan yang dingin.


“Mas?..” Nala kembali memanggil Tama dan memegang tangan suaminya itu


Tama yang tersadar langsung gelagapan. Ia begitu terpesona dengan kecantikan istrinya itu.


“Ya sayang?..” ucap Tama terbata


“Kamu sakit?” Nala memegangi kening Tama


Tama menggelengkan kepalanya kencang


“Engga..” ucapnya singkat sambil terus menatap istrinya


“Trus?..” ucap Nala


“Ka..kamu cantik..” ucap Tama pelan


“Hah?..” Nala mengangkat alisnya dan menatap suaminya itu


Meskipun mereka sudah menjalin hubungan cukup lama sebelum memutuskan untuk menikah, namun Nala sering kali dibuat terkejut dengan sifat polos Tama yang sangat lucu baginya.


Nala tertawa melihat ekspresi suaminya itu. Dirinya yang sedari awal cemas dan merasa takut akhirnya merasa lega karena ternyata suaminya lebih ciut darinya.


“Kok ketawa?..” tanya Tama


Nala menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus tertawa


“Kamu lucu..” ucapnya terbata sambil terus tertawa


“Apanya?” Tama mengerutkan keningnya


Nala berusaha menguasai dirinya dan berhenti tertawa


“Mas, aku tuh dari tadi dandan berusaha tampil cantik trus mondar mandir di toilet karena gugup tau ga?, eh keluar malah suamiku syok liat aku kaya liat hantu..” Nala kembali tertawa


Tama tersenyum canggung menggaruk kepalanya yang tak gatal


“Maaf sayang..” ucap Tama tersenyum


Nala menuntun suaminya kekasur, ia menatap lekat suaminya sambil tersenyum


Meskipun sedikit kebingungan untuk memulai karena ini merupakan kali pertama bagi Nala maupun Tama . Namun, Tama dan Nala berusaha melakukan yang terbaik.


 


Apa kelanjutannya yang terjadi??


Silahkan traveling sendiri ya readers *Uhuk.. Hashtag Unboxing  😁✌️


 


Malam begitu panjang penuh kebahagiaan bagi Nala dan Tama..


 


 


Keesokan harinya,


Nala terbangun dengan Tama yang memeluknya dari belakang. Tama bersandar di punggung Nala


Nala berusaha melepaskan diri dari suaminya itu untuk pergi mandi.


“Duuh..” Nala meringis karena merasakan nyeri pada area kewanitaanya.


Tama yang mendengar itu langsung terbangun


“Kenapa sayang?” tanya Tama


“Sakit..” ucap Nala memegangi area bawahnya

__ADS_1


Tama kemudian memakai pakaiannya dan membantu Nala bangun


“Aku gendong aja ya?” ucap Tama


Nala mengangguk pelan.


Tama menggendong Nala perlahan dan masuk kedalam kamar mandi


“Bisa sendiri sayang?” tanya Tama yang melihat istrinya masih meringis


“Bisa mas, pelan-pelan..” ucap Nala


Tama pun keluar dan membiarkan Nala mandi. Ia kemudian merapikan kasur mereka dan membuka sprei yang terdapat noda darah dan menggantinya dengan sprei baru yang ada didalam lemari.


 


Nala cukup lama berada didalam kamar mandi, ia cukup kesulitan karena rasa perih dan sakit yang ia rasakan.


Beberapa waktu kemudian, Nala keluar dan mendapati kamar mereka sudah kembali rapih.


“Loh mas kok Udah dirapihkan?” tanya Nala


Tama tersenyum dan menghampiri istrinya itu


“Ga apa-apa sayang, kamu kan lagi kesakitan.. maafin aku yaa?” ucapnya lalu mencium kening Nala


Nala menatap Tama dengan pasrah


“Aku mandi dulu yaa..” Tama kemudian masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya


 


 


Setelah matahari mulai terbit, Tama memutuskan untuk stay didalam villa mereka dan memesan sarapan melalui online.


Tama tidak ingin Nala kesulitan dan tidak nyaman untuk keluar dari sana.


“Apa masih sakit sayang?” Tama memeluk Nala


“Okay, aku akan bersabar sampai tidak sakit lagi..” Tama menghujani Nala dengan kecupan dipipi


Nala tertawa dengan tingkah suaminya itu.


 


***


Jakarta,


Ray dan Adelia saat ini sedang melakukan pemeriksaan kandungan Adelia. Ray tampak begitu antusias akan bertemu dengan calon buah hatinya.


“Syukurlah bayinya sehat..” ucap Alma sambil menatap layar monitor


Ray merekam momen itu, ia sangat terharu saat mendengar detak jantung anaknya


Ray berkali-kali mengecup lengan Adelia sambil melihat layar monitor yang sedang melakukan USG


Setelah selesai, Adelia kembali duduk berhadapan dengan Alma.


“Del, usia kandunganmu sudah masuk trimester kedua.. aku harap kamu benar-benar menjaga diri ya.. jangan stres dan jangan melakukan kegiatan yang terlalu berat..” senyum Alma


“Hemmmh.. melakukan aktivitasnya juga pelan-pelan aja ya ayah?..” Alma menatap Ray dengan senyum menggoda


Wajah Ray dan Adelia seketika memerah tersipu malu.


 “Ini aku berikan resep, selalu teratur diminum ya vitaminnya..” Alma memberikan secarik kertas


“Terima kasih dokter Alma..” senyum Ray


Adelia memeluk Alma lalu mereka berpamitan


 


Sesampainya di mobil,

__ADS_1


“Mas tolong antar aku ke RS tempatku ya? Ada yang harus aku ambil”. Pinta Adelia


“Okay..” senyum Ray lalu melajukan mobilnya


Adelia sudah mengajukan cuti hamil saat dirinya dirawat di rumah sakit berdasarkan surat rekomendasi dari Alma. Ia akan cuti selama waktu yang masih belum ditentukan.


Sepuluh menit kemudian, mereka sampai di rumah sakit tempat Adelia bekerja. Beberapa perawat, dokter dan staf rumah sakit menyapa Adelia dan Ray dengan ramah.


Beberapa dari mereka bahkan sangat terpesona dengan suami Adelia yang terlihat sangat tampan itu.


Mereka yang cukup dekat dengan Adelia memberikan selamat atas kehamilan Adelia.


 


Setelah mengambil barang, Adelia dan Ray berjalan untuk pulang.


 


“Adeeell..” Desi berlari girang kearah Adelia


“Desi…” Adelia dan Desi saling berpelukan


“Iiihh kangeen..” ucap Desi


“Sama…” tawa Adelia


“Aduuhhh ponakanku…” Desi mengelus-elus perut Adelia yang sudah membuncit


Mereka mengobrol sesaat menanyakan kabar masing-masing


“Selamat sore Dok..” sapa Desi saat melihat Candra datang dari arah belakang Adelia dan Ray


Adelia dan Ray menoleh kearah Candra dan ikut menyapanya


“Selamat sore dok..” ucap Adelia


Candra yang menyadari Adelia dan Ray berada disana pun terkejut


“Dok..ter Adel..” sapa Candra terbata


Candra menyadari perut Adelia sudah mulai membesar memperlihatkan kehamilannya.


Beberapa waktu yang lalu, Candra sempat tidak percaya saat mengetahui Adelia mengajukan cuti hamil. Ia terus-menerus meyakinkan dirinya jika Adelia belum menikah dan ia akan terus mengejar cintanya pada Adelia.


“Perkenalkan dok, ini suami saya..” Adelia memperkenalkan Ray


Candra menatap Ray dengan gugup, wajah Ray yang tampan serta tinggi badan Candra yang hanya sebahu Ray cukup membuat nyalinya menciut.


“Ray..” Ray mengulurkan tangan dengan wajah datarnya


Candra menatap uluran tangan Ray, dengan perlahan ia menyambut uluran tangan itu


“Candra..” ucapnya


Mereka saling pandang sesaat.


“Sayang, sepertinya kita harus pulang sekarang.. Aku harus kembali ke RS karena ada operasi..” ucap Ray lembut pada Adelia


“Loh Kak Ray dokter juga? Tugas dimana?..” tanya Desi


“Di RS Karya Sehat” ucap Ray


“Waahh hebat banget bisa masuk kerja disana, susah loh bisa masuk sana..” kagum Desi


Candra yang masih berada disana semakin cemburu dengan Ray


Ray hanya tersenyum menanggapi Desi


“Kalo gitu aku pamit ya Des, main-mainlah ke apartemenku ajak Rissa kan deket dari sini..” ucap Adelia


“Okay Del, nanti aku main kesana ya..” senyum lebar Desi


Adelia dan Ray pamit pada Desi dan Candra.


***

__ADS_1


__ADS_2