
Lanjut.....
Setelah acara saling pelukan, sekarang semua diurusan masing masing.
Adrean dan Ayah membahas tentang perkembangan perusahaan, sedangkan Ibu dan Olivia mereka menyiapkan malam.
Makan Malam pertama setelah 16 tahun saling berpisah, tentu inilah yang di impikan hampir semua orang mempunyai keluarga lengkap dan harmonis.
Selesai memasak.
"AYAH KAK EAN, MAKAN MALAM NYA DAH SIAP..." Olivia berteriak memanggil, kenapa tidak mendekat katanya malas jadi yah berteriak.
Adrean dan Ayah pun datang, mereka duduk bersama dan mulai makan malam bersama sama.
Inilah yang dirindukan mereka semua.
Selesai makan malam, semua ke kamar masing masing karena hari ini hari melelahkan.
Kamar Olivia.
Olivia sedang membuka laptop, ia mengatur jadwal bosnya untuk besok hingga...
Ceklek...
BRUK..
"KAK EAN..." Tubuh Olivia sedikit terpental dari tempat tidur akibat Adrean yang tiba tiba masuk dan melompat ke tempat tidur, Adrean hanya tertawa puas.
Olivia hanya melirik tajam, lalu ia lanjut mengatur jadwal.
__ADS_1
"Ngapain sih sibuk banget?" tanya Adrean mengintip laptop Olivia, Olivia tidak mendengarkan. Setelah selesai mengatur ia langsung memindahkannya ke Tab.
"Kamu masih mau kerja di sana gak kerja diperusahaan Abang aja? panggil abang aja yah gak enak kakak." ucap Adrean, Olivia menyimpan laptop dan tabnya lalu kembali duduk disebelah Abangnya.
"Gak mau Bang, Oliv pengen dapet uang dari hasil kerja Oliv." ucap kekeh Olivia, Adrean hanya tersenyum lalu ia berbaring disebelah Olivia.
"Mau tidur bareng sama Abang?" tanya Adrean merentangkan tangannya, dengan senang hati Olivia berbaring dan langsung memeluk Abangnya.
"Mimpi indah adik abang..." Adrean mengecup kening Olivia dan mereka.pergi ke alam mimpi mereka masing masing.
Keesokan paginya.
Ceklek..
"Oalah disini? kirain dimana?" Ibu Masuk ke kamar Olivia, ia melihat AbangAdik ini tidur berdua.
"Ayo bangun, Olivia kamu harus kerja maupun kamu Adrean Abang Adek..." Ibu terus berusaha membangunkan tapi tak kunjung Bangun.
Tak lama ayah datang membawa sesuatu ditangannya.
"Gak bangun?" tanya Ayah dan Ibu menggeleng.
BYUR...
"BANJIR...."
"HWA.....TENGGELAM TOLONG..."
Keduanya terbangun dan kalang kabut sendiri, dan membuat Ayah tertawa terpingkal pingkal dan itu dengan cepat disadari kedua anaknya.
__ADS_1
"AYAH..." Keduanya mendelik kaget, dengan cepat Ayah bersembunyi dibelakang Ibu.
"Udah udah, Adrean mandi dikamarmu dan kamu Oliv cepat mandi. Selesai siap kalian turun sarapan." ucap Ibu tegas tanpa penolakan, Adrean pergi ke kamarnya dan Olivia mandi.
Ibu langsung keluar dengan menyeret Ayah turun kebawah.
Skip, semua berkumpul makan pagi.
Semua makan dengan tenang dengan adegan sedikit keributan dari kakak beradik ini,
"Olivia di antar Abang..."
Ucap ayah namun tiba tiba matanya menangkap sesuatu.
"Sejak kapan kamu pakai kacamata Oliv? perasaan dulu gak?" tanya Ayah heran, padahal dah dari kemarin Olivia pakai kacamata dan sekarang baru sadar.
"Gpp udah lama kok yah sekitar waktu Olivia umur 12 tahun deh.." ucap Olivia menginggat, Ayah menatap ibu maupun Adrean juga.
"Saat Oliv umur 12 tahun ada kejadian kecelakaan didepan sekolahnya, tanpa sengaja pecahan kaca salah satu kendaraan kena mata Oliv bagian kapiler darahnya dehblupa ibu, dan kata dokter paling parahnya mata sebelah kiri Oliv hampir buta karena hampir kena bagian lensa nya." jelas Ibu, membuat Ayah terdiam mendengarnya.
"Sekarang?" tanya Ayah
"Aku sudah menyuruh Oliv untuk selalu periksa tapi apa dia hanya menjawab iya tanpa melakukan, anakmu yang ini keras kepala seperti dirimu.." ucap Ibu melirik Olivia yang hanya diam sambil makan.
Ayah terdiam sesaat lalu..
"Olivia usahakan nanti pulangmu cepat.." ucap Ayah tegas, mendengar nada bicaranya tegas Olivia hanya menurut.
Bersambung.
__ADS_1