Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 23


__ADS_3

Lanjut.....


Keesokan paginya.


Olivia bangun pagi, ia baru saja selesai mandi dan sekarang ia sedang bersiap ke kantor Oliver. Ia masih tetap berstatus Sekretaris kedua Xander, Apalagi sudah seminggu ia libur karena depresi jadi ia akan masuk.


Walaupun nanti malam acara lamarannya, setelah siap Olivia pun turun kebawah untuk sarapan bersama.


Ruang makan.


Olivia datang dan duduk,


"Masih kerja sayang? nantikan acara lamaranmu loh?" ucap Ibu.


"Tapikan Bu, Oliv masih status Sekretarisnya Xander jadi kan aku berangkat soalnya seminggu sudah tidak masuk aku." ucap Olivia sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.


"Yah baiklah, jam 3 sore kamu pulang. Persiapan." ucap Ibu, Olivia mengangguk lalu sebuah nada notifikasi hpnya berdenting.


Olivia membuka hpnya ternyata Xander datang menjemput, Olivia menyelesaikan makannya cepat.


"Aku sudah Oliv berangkat Ayah Ibu Abang." ucap Olivia mengecup setiap pipi keluarganya,


"Di antar Abang?" tanya Adrean.


"Xander jemput aku, aku berangkat." ucap Olivia, ia pun keluar rumah dan sekarang ia berada di samping mobil Xander.

__ADS_1


Olivia membuka pintu mobil, lalu masuk. Xander tersenyum menatap calon istrinya, ia mengecup kening Olivia dan mengucapkan selamat pagi. Tentu Olivia membalas sapaan pagi itu, setelah itu keduanya berangkat ke kantor.


Perusahaan Oliver'Grup.


Mereka baru saja sampai namun tiba tiba...


PLAK....


Tamparan keras didapat Xander yang baru saja turun dari seorang pria berjas dan kemungkinan sudah agak kebapakan.


"Dimana putriku Xander Oliver." Tuan Gianina datang, ia tahu tentang penculikan Olivia yang ternyata dalangnya anaknya sendiri.


Dan saat ia baru saja sampai dilokasi itu, tempat sudah hancur ia tidak tahu dimana putrinya.


Xander yang mendapat tamparan itu mengelap sudut bibirnya yang sempat berdarah, lalu ia menatap mata Tuan Gianina dengan tegas.


"Kupikir anda sudah tahu siapa yang membawa putri anda?" ucap Xander dingin, Tangan Tuan Gianina mengepal kuat hingga ia melirik seorang wanita yang hanya diam menonton mereka.


"Kau Kau Anak Antares kan..." ia menuding Olivia, Olivia hanya diam tak berkutik diam yah diam saja....


"Dimana putriku?" tanya nya sekali lagi dan kali ini Olivia angkat suara...


"Mana ku tahu Ayah taruh dimana, tanya aja sama Ayahku sendiri.." ucap Olivia rada acuh, Tuan Gianina menggepalkan tangan sifatnya hampir seperti Antares hampir yah....


"KATAKAN..." Emosi nya mulai terlepas, Olivia menghubungi seseorang yaitu...

__ADS_1


Calling :.


Ayah : Halo Olivia, ada apa?.


Olivia : Seseorang mencari putrinya, dan membuat keributan di kantor Oliver Ayah...


Olivia : Pasti Ayah tahu siapa...


Ayah : Aaaa Gianina mencari putrimu?


Ayah : Temui aku, dimana terakhir kali kita bertemu dimana kau hampit membunuh istri da anak pertamaku.


Calling ditutup, Olivia menyimpan hpnya kembali.


"Ayah yang bilang." ucap Olivia, Tuan Gianina pun pergi. Sedangkan Xander dan Olivia saling lirik, Olivia membuka tabnya dan...


"YAK TUAN KAU ADA RAPAT SEJAM LAGI. AYO MASUK...." Refleks teriak, dan menarik alias menyeret Xander masuk.


Karyawan yang melihatnya hanya melonggo, berani yah yayalah calon istri tapikan ini dikantor...


Namanya orang panik yah gini, mereka baru sampai ada meeting pagi dan Varo baru menggirimkan jadwal Xander.


Tentu Olivia rada panik, berkasnya aja belum disiapkan makanya ia tanpa peduli tatapan orang orang ia menyeret Xander ke lift sampai menuju ruang CEO..


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2