
Lanjut....
Melihat hal itu Xander segera bangkit dan mendekat ke Olivia, dia mengambil sapu tangan dari dalam saku celanannya.
Dia segera mencekal kedua tangan Olivia agar tidak mengusap bibirnya dengan kasar,
"Kau gila hah, lihat bibirmu berdarah..." ucap Xander mengusap darah yang keluar dari sudut bibir Olivia lembut.
Olivia hanya menunduk dan menangis, setelah mengusap darah itu ia segera menghapus air mata Olivia.
"Maaf Oliv.." ucap Xander mengakat dagu Olivia sehingga mata mereka bertemu,
"Maaf Olivia..." ucap lagi Xander mengecup dahi Olivia.
"Hiks..." Olivia hanya diam menangis dan mengangguk saja,
"Berdiri dan rapikan pakaianmu, sebentar lagi akan terbuka lift ini.." ucap Xander membantu Olivia berdiri.
Olivia mengangguk, ia merapikan pakaiannya dan juga rambutnya.
Ia juga menghapus dan membenahi tata riasnya, maksudnya hanya memberi bedak sedikit agar tak terlalu liha jika ia habis menangis.
Dan...
Pintu lift terbuka menampakkan beberapa orang yang sepertinya khawatir,
__ADS_1
Setelah mereka melihat Ceo mereka selamat sekaligus karyawan baru itu mereka membubarkan diri.
Olivia berjalan sedikit menunduk mengikuti bosnya dibelakang.
Sampai diruangan.
Xander duduk dikursi Ceonya,
"Kau duduk disana.." ucap Xander menunjuk tempat kerja sekitar jarak 4 meter darinya, Olivia mengangguk dan sedikit membungkuk pamit ke tempatnya.
Olivia telah duduk dia menghela nafas, Ini hari pertama kerjanya namun bosnya rada resek alias ada kesialan dilift tadi dan sekarang waktunya ia prefesional terhadap pekerjaannya.
Olivia membuka laptopnya dan seketika membelalak kaget karena tiba tiba ada sekitar 10 kiriman email masuk, Olivia melirik Xander yang santai bekerja.
Olivia pun mengerjakannya dan..
"Jadwal ku hari ini apa? jelaskan ditempat mu saja.." ucap Xander menyenderkan tubuhnya di kursi, Olivia mengambil sebuah File bermap dan membukanya.
"Hari ini Anda ada jadwal metting pukul 10.00 dengan perusahaan A, pukul 11. 30 anda mendapat undangan makan siang dengan Nona Inez dari perusahaan Gianina Crop, dan setelah makan siang Meeting kembali membahas kerja sama kita dengan perusahaan Gianina Crop." jelas Olivia, Xander yang mendengar tadi berubah menjadi datar.
"Apa tidak bisa batalkan acara makan siang dengan Nona Inez?" tanya Xander mengakat satu alisnya,
"Tidak bisa tuan, ini permintaan Tuan Gianina sendiri." ucap Olivia, Xander menghela nafasnya dan cemberut.
"Padahal aku sedang malas dengannya." ucap Xander memperlihatkan wajah cemberutnya kepada Olivia, Olivia hanya diam dan mengalihkan pandangannya bosnya kembali usil.
__ADS_1
"Pengen undur diri...." gumam Olivia merasa sedikit terganggu dengan kelakuan bosnya, Xander yang mendengar akan hal itu menjadi datar dan..
"Tidak kuterima surat pengunduran dirimu.." ucap Xander dingin, Olivia menelan silvanya rada kasar mendengar nada bicara Xander yang dingin.
"Kembali dengan pekerjaanmu.." ucap Xander dingin lagi, Olivia hanya mengangguk. Olivia mulai kembali bekerja dengan fokus.
Hingga
Pukul 10.00
Olivia mempersiapkan berkas yang akan dibutuhkan untuk ruang rapat,
"Tuan, saatnya rapat." ucap Olivia sedikit membungkuk dan itu hanya dijawab dengan deheman.
Xander merapikan Pakaiannya dan mereka keluar menuju ruang meeting.
Skip selesai Meeting.
Mereka baru saja selesai pukul 11, mereka keluar hingga tiba tiba...
"Xander apa kabar..." tiba tiba ada seorang perempuan sepertinya berpakaian rada seksi atau ketat ia tiba tiba memeluk Xander.
Olivia hanya diam saja melihatnya dan bingung siapa wanita ini?
Bersambung.
__ADS_1