
Lanjut yah......
.
.
.
.
"Alvaro kau keluar lah, aku ingin berbincang berdua dengan Calon pekerja kita.." ucap Ceo itu menaruh tangannya dimeja untuk menopang dagunya,
"Baik Tuan.." Ucapnya keluar meninggalkan Ceo itu dengan Olivia.
Olivia meremas jarinya dan menunduk,
"Ma..maaf Tu..Tuan a..akan ke..kejadian... Ta..tadi.." ujar Olivia sedikit gemetar, yah yang tadi di depan pintu masuk perusahaan yang ia tabrak adalah Ceo pemilik perusahaan.
Ceo itu menghela nafas dan membaca dokumen berisi informasi tentang Olivia, Ceo itu menyenderkan tubuhnya pada kursi selagi membaca dokumen juga melirik Olivia yang rasa gemetar.
"Aku tidak mempermasalahkan kejadian tadi.." ujar Ceo itu datar, Olivia masih setia menunduk.
Ceo itu mengambil telfon kantor di dekatnya dan menghubungi seseorang.
"Panggil seluruh calon pekerja, keruangan saya." ucap Ceo itu kepada seseorang lalu menutupnya, Ceo itu meletakkan dokumen dimeja dan menatap Olivia.
__ADS_1
"Apa leher mu tidak lelah menunduk terus?" tanya nya menatap Olivia yang terus menunduk, Olivia menggeleng pelan.
hingga sebuah ketukan menghentikan pembicaraan mereka.
Kini semua pekerja sudah berhadapan dengan Ceo ini.
"Dari hasil saya menintreview kalian, ada dari kalian yang tidak saya terima bekerja disini." ujar ceo itu, para calon pekerja sedikit gugup karena akan ada salah satu dari mereka tidak akan diterima bekerja.
"Untuk yang bernama Sela, kamu bekerja dibagian menejeman bersama direktur A.
Untuk yang bernama. Tasya bekerja bagian informatika." Dan seterusnya lagi Asisten Ceo itu mengucapkan.
"Dan untuk Olivia anda bagian Sekretaris tuan Xander, setelah saya.." ucapnya menutup, para calon pekerja yang lain melonggo mendengarnya. Mereka tidak menyangka dengan tampilan seperti ini Olivia diterima sebagai Sekretaris.
Tuan Xander atau nama panjangnya Xander Oliver adalah seorang penguasaha sukses yang menjalankan Oliver grup setelah Tuan Oliver atau Papanya.
Mempunyai sifat sedikit dingin dan suka datar, tegas, bijaksana. namun semua itu juga ia mempunyai hati lembut dan baik penyayang.
Dan tak lupa punya paras yang begitu tampan yang dapat memikat hati para kaum hawa jika melihatnya.
Setelah selesai pembagian tugas mereka pamit untuk pulang, namun kecuali Olivia.
"Keluarlah Alvaro.." ucap Tuan Xander.
Alvaro Adijaya asisten sekaligus Sekretaris pertama Xander, mempunya sifat tegas sedikit kekanakkan, suka menolong dan lumayan baik.
__ADS_1
Alvaro juga teman Xander sejak duduk dibangku Sd, ia juga mempunyai paras yang tampan bercampur manis dengan kulit sawo matang yang manis.
Alvaro pun keluar sesuai perintah bosnya.
Xander bangkit dari kursinya dan mendekati Olivia yang tadi ya sedikit mendongak tapi menunduk lagi kala melihat Xander mendekatinya.
Tepat didepan Olivia, Xander berdiri.
Xander sedikit menundukkan karena tubuh Olivia rada pendek dikit darinya.
"Kau tidak lelah menunduk terus?" tanya Xander, Olivia menggeleng pelan. Dan dengan cepat Xander menarik dagu Olivia mendongak menatapnya.
Kedua mata bertemu,
"Lepas kacamata mu saat bekerja di dalam ruanganku, menghalangi mata mu yang indah." ucap Xander ditelinga Olivia, seketika Olivia mundur dan sedikit takut.
Dengan cepat ia mengangguk, dan Pamit karena merasa tak nyaman.
Olivia punkeluar dan setelah ia keluar masuk lagi Alvaro yang heran.
"Kau apakan anak orang?" tanya Alvaro.
Tapi Xander mengidikkan bahunya lalu kembali kemejanya, Alvaro menghela nafas dan geleng kepala.
Bersambung.
__ADS_1