Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 47


__ADS_3

Lanjut....


Dikamar.


Sekarang ada Nesya dan Olivia saja, Olivia duduk dekat balkon sambil menatap Nesya yang diam.


Nesya dia hanya diam entah apa yang di pikirkannya, hingga pintu kamar kembali terbuka dan membuat mereka berdua menoleh.


"Jadi.bagaimana Oliv diubah lagi ntu rencana?" tanya Jeremy, dan Olivia mengangguk.


"Tinggal menghancurkan sisanya, lagian dalang utamanya ada padamu dan sesuai di perjanjian kita sebelumnya." ucap Olivia, Jeremy mengangguk lalu melirik Nesya yang hanya menunduk.


"Keluargamu yang melakukannya dengan sendiri, dan bukan rencana utama Olivia dan keluarganya." ucap Jeremy melirik Nesya yang menunduk, lalu Olivia pamit namun sebelum pergi...


"Oh ya, Jangan lu sampe hancurin masa depannya. Sampe gw tahu punya lo yang gw potong, kalau lo pengen nikahin awas lo..." ancam Olivia lalu pergi, Jeremy memegang kepunyaannya sambil bergidik ngeri.


Seperginya Olivia, Jeremy melirik Nesya yang masih diam dan menunduk.


"Mandi dan berganti lah, sebentar lagi makan malam. Kita ke kediaman Widyamatja diundang makan malam." ucap Jeremy menaruh sebuah paperbag berisi pakaian untuk Nesya lalu keluar.


Nesya menatap Jeremy keluar, seperginya Jeremy. Nesya terjatuh terduduk dilantai dan menangis memeluk lutut dan kakinya, mungkin karena mendengar bahwa ia dijual kedua orangtuanya sendiri.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Setelah Nesya tenang ia pergi mandi, skip skip selesai mandi.


Nesya telah siap dan pintu kamar terbuka menampilkan seorang laki laki berjas hitam, Nesya menoleh dan hanya diam.


"Apa kau sudah siap?" tanya Jeremy dan Nesya mengangguk.


Mereka pun berangkat.


Sedangkan di Kediaman Widyamatja.


"Huaaaa.........AYAH STOP GELI..." Teriakan disertai tawa terdengar dari ruang keluarga, yah. Ayah dan Olivia sedang bercandaan dengan Ayah yang balas dendam dengan menggelitikki Olivia sampai airmatanya keluar hingga...


"Hei udah udah, ayo keruang makan." ucap Ibu datang, Keduanya mengangguk. Ayah menggendong Olivia ala koala menuju ruang makan, Namun baru saja mau masuk ke ruang makan bell pintu berdenting.


Diruang makan.


Ayah menurunkan Olivia, lalu mencubit pelan hidung pesek Olivia.


"Emh Ayah..." Olivia mengusap hidungnya, Ayah hanya terkekeh kecil saja.


Tak lama Ibu kembali bersama para tamu yang diundang,


"Silahkan duduk." ucap Ayah memberi senyum tipis.

__ADS_1


Para tamu duduk, semua orang telah disana.


Acara makan malam dimulai dengan tenang, termasuk disana ada Nesya yang hanya makan dan diam, hingga saat akan mengambil sebuah lauk...


"Tunggu Nesya, itu ada Cuminya. Kamu alergi Cumi kan..." ucap Ibu menghentikan, Nesya terdiam.


Ibu pergi ke dapur mengambil sesuatu, tak lama ia kembali membawa Lauk yang tadi hendak di ambil Nesya yang berada dalam mangkuk kecil.


"Tadi saya membuat yang versi udangnya khusus buat kamu." ucap Ibu meletakkan mangkuk kecil itu lalu mengambil jus jeruk yang lalu dituangkan pada gelas Nesya, Nesya masih diam.


"Nah, lanjutkan makanmu lagi..." ucap Ibu mengusap rambut Nesya lembut membuat anak gadisnya cemberut,


"Ibu...." Olivia cemberut dan ibu terkekeh melihatnya.


Nesya perlahan mengambil sendok nya tadi lalu menyuapkan tumis sayur udang tadi, enak yah sangat enak Nesya menyukainya.


Terukir senyum tipis di bibirnya,


"Makasih..." Cicitnya pelan.


Mungkin Ibu tak mendengar tapi Jeremy yang disebelah Nesya mendengarnya, Jeremy melirik Nesya yang lahap makan tumisan itu dengan elegan dan beradab.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2