
Lanjut....
Beberapa menit kemudian.
Oramg yang ditunggu pun tiba, seorang lelaki berpakaian serba hitam dari kepala sampai kaki sangat sangat tertutup.
Keduanya berhadapam dan pesanan Olivia datang,
"Minumlah dahulu, baru kita bahas." ucap Olivia meminum minumannya.
Orang itu melepas masker dan minum, selesai minum mereka saling menatap intens.
"So kenapa lo pengen ketemu gw?" tanya pria ini menatap Olivia.
Olivia membuka tasnya dan meletakkan sebuah amplop coklat diatas meja,
"Mr. Lio kau punya sesuatu yang aku butuh kan bukan?" ucap Olivia.
Orang yang di panggil Mr. Lio membuka isi Amplop itu dan membaca sebuah kertas disitu, Mr. Lio terkekeh dan mengangguk ia menyimpan kertas itu didalam jaketnya.
"Jadi Nona muda Widyamatja, kau ingin aku mematai Nona Octavia Nona Anesya.." ucap Mr. Lio, dan Olivia mengangguk lalu....
__ADS_1
"Apa itu terlalu sulit? aku hanya ingin tahu lebih dalam tentang dia saja, bukannya kau dulu sempat menyukainya walau dia menyukai sahabatmu Xander Oliver." ucap Olivia.
Mr. Lio hanya tersenyum lalu mengangguk, ia melirik sebuah cincin pertunangan yang masih bertengger manis dijari manis tangan kiri Olivia.
"Yah, tapi aku sudah tak menyukainya saat tahu sifat setannya." ucap Mr. Lio tersenyum miris.
"Jadi...."
"Akan ku pastikan dia akan meminta bantuan mu untuk menghancurkan aku dan keluargaku, tanpa tahu identitas asli mu selagi perusahaan dan keluarga Octavia sedang kalang kabut di Indonesia dia pasti akan pergi ke arahmu." ucap Olivia.
"Jangan khawatir, aku akan membantu mu Nona Olivia Prameswari. Lagian aku juga berhutang nyawa padamu dan budi.
Nyawa karena menyelamatkan ibuku, dan Budi karena menberikan aku leluasa membalas dendam padanya." ucap Mr. Lio mengeluarkan smriknya, Olivia mengulurkan tangan mengajak berjabat dan jabatan tangan itu diterima oleh Mr. Lio.
Olivia hanya berdehem dingin saja, sifat kejam satunya sedang menguasai dirinya.
Dimana Olivia yang manis, baik hati, dan lemah lembut sementara itu ia pendam dulu baru kalau sudah dia akan menjadi dirinya kembali seperti dahulu.
Selesai pertemuan dan makan cemilan, Olivia memilih pulang tapi ia berjalan jalan sebentar disalah satu taman kota.
Olivia berkeliling sambil minum boba ditangannya hingga seseorang menyenggolnya.
__ADS_1
"Maaf Nona, Saya tidak sengaja." ucap nya, Olivia mendongak dan...
"Xan...Xander.." Olivia terkejut kala melihat lelaki didepannya, maupun lelaki ini.
Dengan cepat Lelaki ini menarik Olivia dan meletakkan dalam dekapannya.
"Aku aku merindukanmu hiks..." Xander yah Xander, Xander pergi ke Paris karena ada kendala pada pembangunan pada hotel kerja samanya dengan perusahaan lain.
Olivia ia membalas pelukan itu, jujur ia juga merindukan tunangannya ini.
"Olivia udah sembuh, Olivia gak depresi lagi kan sehatkan gak adayang luka luka kan?" Xander memutar mutar tubuh Olivia dan membuat Olivia pusing.
"Stop Olivia pusing Xander.." ucap Olivia berusaha sadar karena pusing akibat Xander, Xander berhenti dia memeluk Olivia dan langsung menggendongnya ala koala.
"Xander kangen banget sama ratu Xander...
Xander di Indo kesepian..Rajanya kesepian.." Xander cemberut menatap Olivia, Olivia terkekeh sepertinya Xander kangen berat makanya manja baru ketemu.
Olivia menangkup wajah Xander.
"Olivia juga, tapi Olivia belum kuat buat hadapi masalah disana.." ucap Olivia sedih, Xander tersenyum tipis ia mengecup bibir Olivia...
__ADS_1
"Gpp Xander ngerti." ucap Xander
Bersambung.